BNPB: Kelalaian Pegiat Wisata Abai Penutupan Gunung Dukono Jadi Perhatian
Topics Covered – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap adanya dugaan kelalaian pelaku wisata yang tidak memperhatikan instruksi penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono, Maluku Utara. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam laporan resmi yang diterbitkan Jumat (8/5). Menurutnya, peristiwa erupsi Gunung Dukono tidak hanya disebabkan oleh aktivitas vulkanik alami, tetapi juga oleh ketidakpatuhan pelaku wisata yang terus melakukan pendakian meskipun kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai area berbahaya.
BNPB Buka Kemungkinan Penyebab Kecelakaan
Kelalaian tersebut menjadi fokus perhatian BNPB dalam menginvestigasi penyebab kejadian dan dampak erupsi yang terjadi pada Jumat pagu pukul 07.41 WIT. Kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 10 km, menyebabkan kawasan sekitar terancam serta mengganggu kegiatan pendaki. “BNPB sedang menggali informasi lebih lanjut untuk memastikan urutan peristiwa dan faktor-faktor yang berkontribusi,” kata Abdul Muhari. Ia menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengungkap apakah ada kelalaian dari pihak pengelola atau pendaki dalam mengabaikan peringatan.
Menurut laporan PVMBG, erupsi Gunung Dukono terjadi karena adanya pergeseran tekanan magma di bawah permukaan. Namun, faktor kelalaian dari pelaku wisata dianggap sebagai penyumbang besar risiko kecelakaan. BNPB menyebutkan bahwa sejumlah pendaki terus memasuki kawasan yang seharusnya ditutup hingga kondisi stabil, meskipun telah diberi pemberitahuan sejak hari sebelumnya.
Peringatan dan Tindakan Pencegahan
BNPB menegaskan bahwa masyarakat dan pendaki harus mematuhi arahan resmi dari instansi terkait, seperti petugas PVMBG dan pemerintah daerah. “Topics Covered” dalam laporan ini mencakup upaya pengimbauan untuk mengurangi risiko cedera akibat abu vulkanik yang bisa mengganggu saluran pernapasan, serta mengenai respons cepat dari tim penanganan darurat. Muhari menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak masuk ke area dalam jarak 4 km dari Kawah Malupang Warirang, tempat erupsi paling intens terjadi.
Korban yang tercatat mencapai minimal lima orang, dengan dua di antaranya meninggal dunia dan satu masih hilang. Tim gabungan dari BPBD dan BNPB terus melakukan evakuasi dan pengecekan terhadap pendaki yang terjebak. Erlichson Pasaribu, Kepala Bidang Operasi BPBD, menuturkan bahwa sebanyak 20 pendaki masih berada di area rawan, termasuk sembilan warga asing. Ia menyatakan, tim akan memperketat pengawasan jalur pendakian hingga BNPB yakin tidak ada kecelakaan lebih lanjut.
Dalam upaya pencegahan, BNPB juga meminta warga sekitar dan pengunjung untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi vulkanik. “Topics Covered” dalam laporan ini meliputi analisis risiko, penyebab kejadian, serta langkah-langkah mitigasi yang diterapkan. Informasi ini disampaikan melalui berbagai media, termasuk siaran langsung dari CNN Indonesia, untuk memastikan masyarakat terinformasi secara real-time.
Kondisi Terkini dan Langkah Penegakan
Setelah erupsi, BNPB dan instansi terkait tetap memantau kondisi Gunung Dukono. “Topics Covered” juga mencakup penegakan hukum terhadap pelaku wisata yang tidak mematuhi instruksi penutupan. Muhari menyatakan, BNPB akan meninjau kembali protokol keamanan dan memastikan bahwa pelaku wisata tidak lagi mengabaikan peringatan dari pihak berwenang.
Erupsi Gunung Dukono tidak hanya mengganggu kegiatan wisata, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada alat transportasi dan fasilitas pendakian. BNPB menekankan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada. “Topics Covered” dalam laporan ini menyoroti pentingnya koordinasi antar lembaga, baik dalam pemantauan maupun penegakan tindakan pencegahan bencana. Selain itu, BNPB juga mengimbau pendaki untuk selalu membawa perlengkapan keselamatan, seperti masker dan alat pelindung pribadi.