Berita Seleb

Visit Agenda: Besok, Penyalur Bongkar Bukti Dugaan Penganiayaan ART oleh Erin

Visit Agenda: Penyalur Bongkar Bukti Dugaan Penganiayaan ART oleh Erin

Visit Agenda – Pihak penyalur asisten rumah tangga (ART) yang terlibat konflik dengan Erin, mantan istri Andre Taulany, akan menyampaikan bukti-bukti yang diduga membuktikan tindakan kekerasan terhadap ART. Dalam jumpa pers hari ini, Natalius Bangun, kuasa hukum yayasan penyalur, berencana mengungkap fakta-fakta terkini di Tebet, Jakarta Selatan. Visit Agenda ini menjadi momen penting untuk menjelaskan konflik yang terjadi antara ART dan Erin.

“Kami siap mengungkap seluruh dokumen pendukung dan klarifikasi yang telah kami kumpulkan. Ini sebagai respons atas laporan pihak lawan beberapa hari lalu,” jelas Natalius melalui detikHot, Jumat (8/5). Visit Agenda yang dijadwalkan besok akan menyoroti proses investigasi yang tengah berjalan serta peran yayasan dalam menjaga hak para ART.

Natalius menyatakan bahwa seluruh bukti, termasuk percakapan antara ART dan Erin, telah dikirimkan ke penyidik. Ia juga mengungkapkan bahwa kliennya menghadapi 22 pertanyaan selama proses pemeriksaan. Visit Agenda ini juga menyoroti kemungkinan penggunaan rekaman suara atau video sebagai bukti utama dalam persidangan.

Nia Damanik, salah satu penyalur ART yang terlibat, menjelaskan bahwa komunikasi antara ART dan Erin hanya terjadi sebelum insiden dugaan penganiayaan. “Tidak ada keterlibatan langsung dengan Pak Andre. Gaji dan hubungan dengan ART hanya melalui Erin,” tegas Nia. Visit Agenda ini juga memperjelas bahwa Erin memiliki kontrol penuh atas proses pengiriman ART, termasuk keputusan mengganti seorang ART ketika kejadian terjadi.

Konflik Berawal dari Pengaduan H ke Polisi

Kasus ini dimulai setelah H, seorang ART, melaporkan kekerasan fisik kepada Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4) dini hari. Dalam laporan, Erin dituduh melakukan pemukulan, pencekikan, dan bahkan mengancam dengan senjata tajam di rumah H di Bintaro. Visit Agenda hari ini akan menyoroti detail pengaduan tersebut, termasuk saksi-saksi yang dibawa serta.

Erin membantah dengan tegas, menyatakan bahwa semua insiden itu adalah hasil kesalahpahaman. “Saya punya bukti kuat dari CCTV, saksi mata, dan keamanan. Insiden itu tidak terjadi seperti yang dituduhkan,” klaimnya. Visit Agenda ini juga akan mengeksplorasi perbedaan narasi antara kedua pihak, termasuk peran kelompok orang Jawa dalam konflik.

Perdebatan Soal Pemungutan Barang

Sunan Kalijaga, kuasa hukum Erin, menegaskan bahwa tidak ada barang yang ditahan secara sengaja. “ART hanya meninggalkan barang karena pergi tanpa izin. Jadi, bukan penahanan,” ujarnya. Visit Agenda besok akan mengungkapkan apakah ada bukti bahwa barang seperti baju, gaji, atau KTP benar-benar disita. Sunan juga menyoroti keharmonisan dalam proses pengaduan, dengan mengatakan bahwa Visit Agenda yang dilakukan pihak yayasan justru mendukung transparansi.

Dalam Visit Agenda hari ini, pihak yayasan juga menyebutkan bahwa mereka telah mencatat semua aktivitas klien, termasuk keputusan untuk mengganti ART. “Selama proses pemeriksaan, kami terus mendokumentasikan setiap langkah. Visit Agenda ini bukan sekadar penyampaian fakta, tetapi juga untuk memastikan keadilan tercapai,” tambah Natalius. Pihaknya berharap Visit Agenda yang diadakan hari ini dapat memperjelas peran masing-masing pihak dalam konflik.

Leave a Comment