Berita Hukum Kriminal

Latest Update: Keluarga Duga Sekdin Bangkalan Tewas di Juanda Korban Love Scam

Keluarga Duga Sekdin Bangkalan Korban Love Scam, Terungkap di Juanda

Latest Update – Keluarga dari Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, RYS (51), yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, menyatakan dugaan bahwa kliennya menjadi korban penipuan dengan modus asmara atau love scam. Pengacara yang mewakili keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa penipuan ini kemungkinan besar berlangsung sebelum RYS ditemukan dalam kondisi kaku pada Rabu (24/6) lalu.

Pengungkapan Baru oleh Keluarga Korban

“Kalau korban ini ya, mungkin ya, penipuan modusnya love scam itu,” ujarnya, saat diwawancara Senin (6/7).

Dalam latest update terbaru, Risang menjelaskan bahwa keluarga masih menunggu informasi dari pelaku. Tim investigasi kepolisian telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) sebagai upaya memberikan penjelasan lebih lanjut tentang kasus ini. Risang menekankan bahwa investigasi masih berlangsung, dan pelaku diduga berpindah tempat tinggal antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Perkembangannya ya dari SP2HP yang dikirimkan oleh polisi ke keluarga ya, dalam pencarian masih pelakunya,” tambahnya.

Keluarga dan tim kuasa hukum telah mengidentifikasi nama terduga pelaku yang diberi inisial E. Informasi ini diperoleh melalui unggahan terakhir di media sosial korban dan pelaku. Pihak keluarga mengetahui bahwa RYS dan E pergi ke daerah Malang serta Batu beberapa hari sebelum kejadian. Menurut Risang, hubungan antara korban dan pelaku mungkin dimulai dari pencarian proyek bisnis, tetapi kini menjadi kasus penipuan.

Upaya Polisi dalam Pengejaran Pelaku

Latest Update – Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkapkan bahwa tim penegak hukum sedang mengejar terduga pelaku pembunuhan RYS. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa ada beberapa kelompok yang dibentuk untuk memburu pelaku yang diduga melarikan diri ke berbagai kota.

“Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota,” kata Jumhur, Senin (5/7).

Menurut Jumhur, salah satu tim bergerak ke arah barat. Lokasi operasi masih dirahasiakan demi menjaga keberhasilan penyidikan. Tim penegak hukum juga sedang mempelajari bukti-bukti yang menunjukkan bahwa E terlibat dalam berbagai kasus penipuan, seperti properti, proyek, dan jual-beli.

“Nah, harus ditangkap dulu E-nya itu. Karena keluarga enggak kenal itu dengan E,” tambahnya.

Keluarga RYS berharap dengan ditemukan bukti-bukti tersebut, kasus bisa terungkap lebih jelas. Mereka juga menyoroti bahwa E merupakan pria asal Sulawesi Selatan yang pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebelum lembaga itu dibubarkan pada 2004. Meski alamatnya teridentifikasi, E diduga masih berpindah-pindah antara Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk menghindari penyelidikan.

Leave a Comment