Misbakhun Klaim Yellow Run 2026 Lampaui Target – Peserta Nyaris 11 Ribu
Keberhasilan Kehadiran Peserta dan Target yang Diatas
Misbakhun Klaim Yellow Run 2026 Lampaui –
Misbakhun Klaim Yellow Run 2026 berhasil melampaui target awal yang ditetapkan panitia. Acara lari yang digelar di area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menarik partisipasi hampir 11 ribu peserta, angka yang mengungguli rencana awal sebanyak 10 ribu orang. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Yellow Run tahun ini berjalan lancar dan menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga sehat. “Alhamdulillah, acara hari ini berjalan lancar. Organisasi bagus dan banyak atlet nasional, meski target rekor nasional belum tercapai,” ujarnya saat diwawancara CNNIndonesia di lokasi, Minggu (7/6).
Menurut Misbakhun, keberhasilan kehadiran peserta menjadi indikator positif bahwa kegiatan ini semakin diminati. “Kita ingin memancing masyarakat dengan jarak yang moderat, seperti 5K dan 10K, sebagai awal untuk menggelar kegiatan lari yang lebih luas,” jelasnya. Dia menambahkan, angka peserta yang mencapai 11 ribu lebih dari ekspektasi, terutama karena kegiatan ini dianggap sebagai bentuk penggalakan gaya hidup sehat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga.
Persiapan dan Peran Komunitas Pelari
Sebelum pelaksanaan, panitia telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan keberhasilan acara. Misbakhun menyebut bahwa jumlah peserta yang melampaui target menunjukkan antusiasme yang tinggi dari berbagai kalangan. “Peserta yang datang tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Ini membuktikan bahwa Yellow Run 2026 berhasil menyentuh banyak kalangan,” katanya.
Komunitas pelari berbaju kuning membanjiri Plaza Parkir Timur GBK sejak pagi hari. Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com, area race village dihiasi peserta yang baru selesai lomba atau mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan panitia. Event ini menyediakan dua kategori, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), untuk menjangkau pelari pemula hingga yang lebih berpengalaman. Misbakhun mengatakan, dengan dua kategori tersebut, lebih banyak orang dapat terlibat, baik yang ingin mencoba olahraga lari maupun yang ingin menguji kemampuan lebih lanjut.
“Mudah-mudahan nanti kita akan pikirkan bagaimana membangun komunitas lari yang lebih luas, termasuk di berbagai daerah Indonesia,” tambahnya.
Misbakhun juga menyebut bahwa keberhasilan Yellow Run 2026 tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari kontribusi berbagai pihak dalam mempromosikan acara ini. “Kami berterima kasih kepada sponsor, masyarakat, dan seluruh peserta yang berpartisipasi. Tanpa dukungan mereka, acara ini tidak akan sejalan dengan target yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kehadiran peserta yang hampir mencapai 11 ribu juga membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar GBK. Area yang biasanya sepi pada hari biasa berubah menjadi pusat aktivitas olahraga, dengan jalur lomba yang disusun rapi dan perlengkapan serta fasilitas yang lengkap. Misbakhun mengakui bahwa pihaknya sangat puas dengan penyelenggaraan acara, termasuk proses pendaftaran hingga distribusi perlengkapan lomba.
Secara keseluruhan, Misbakhun mengatakan bahwa Yellow Run 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjalani gaya hidup sehat. “Kita sangat puas dengan penyelenggaraan, dari awal hingga akhir,” katanya. Total hadiah dan doorprize mencapai Rp1 miliar, selain berbagai kegiatan hiburan di area race village yang berlangsung hingga menjelang siang.
Di sisi lain, Misbakhun menyebut bahwa meski rekor nasional untuk nomor 10 kilometer (10K) belum tercapai dalam gelaran ini, target tersebut tetap menjadi prioritas ke depan. “Kita ingin fokus di 5K dan 10K dulu, kemudian konsentrasi agar rekor nasional bisa terpecahkan. Target kita adalah memecahkan rekor nasional sehingga Yellow Run dikenang sebagai event yang mampu menciptakan sejarah baru,” ujar Misbakhun.
Dengan keberhasilan ini, diharapkan Yellow Run 2026 menjadi bahan inspirasi bagi event serupa di Indonesia. Misbakhun menyatakan bahwa ke depan, acara ini akan terus dikembangkan agar lebih menyentuh masyarakat luas. “Semoga ke depan event ini bisa terus diadakan hingga 2027,” ujarnya. Angka peserta yang meningkat membuktikan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik yang kuat, terutama dalam menggalang kebersamaan dan semangat berolahraga.
