Berita Peristiwa

Important Visit: Rano Karno Siapkan Jakarta Film Commission, Janjikan Dukung Sineas

Rano Karno Janjikan Dukungan untuk Industri Film Jakarta

Important Visit – Pada Important Visit yang dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan rencana pembentukan Jakarta Film Commission sebagai upaya mengembangkan kota sebagai pusat industri film nasional dan internasional. Important Visit ini dilaksanakan dalam acara pemutaran film Ghost in the Cell sebagai bagian dari Bulan Bung Karno di Jakarta Pusat, Minggu (7/6). Rano Karno menekankan bahwa lembaga ini akan menjadi penggerak utama untuk mendukung kreativitas sineas lokal dan meningkatkan kualitas produksi film di Jakarta.

Struktur dan Tujuan Jakarta Film Commission

Menurut Rano Karno, Jakarta Film Commission akan dibentuk dengan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk produser, sineas, dan perusahaan perfilman. Lembaga ini akan bertugas mengoordinasikan kebijakan pemerintah, memfasilitasi produksi film, serta mendorong kolaborasi antar sektor. “Kami akan membuat Jakarta menjadi tempat yang mendukung kegiatan film, baik secara finansial maupun infrastruktur,” jelasnya. Important Visit ini juga menjadi kesempatan untuk meninjau kembali langkah-langkah yang telah diambil pemerintah DKI dalam mempromosikan industri kreatif.

Dalam Important Visit, Rano Karno menyebutkan bahwa Jakarta Film Commission akan memberikan berbagai insentif, seperti subsidi produksi, akses ke studio, serta fasilitas pemutaran film di berbagai tempat publik. Ia berharap lembaga ini dapat membantu sineas dalam mengembangkan karya mereka secara lebih mandiri. “Dengan adanya Jakarta Film Commission, kita bisa mengoptimalkan potensi kota sebagai pusat kreativitas,” imbuh Rano. Ia juga menyoroti peran Jakarta sebagai “jantung” industri film Indonesia, dengan jumlah bioskop yang masih dominan di banding kota-kota lain.

Capaian Industri Film Indonesia dalam Important Visit

Rano Karno menegaskan bahwa Important Visit ini bukan hanya tentang pembentukan lembaga baru, tetapi juga menyoroti kesuksesan industri film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ia memuji peningkatan jumlah penonton film yang signifikan, bahkan di tengah tantangan penurunan penonton di negara-negara lain. “Pada 2024, jumlah penonton film di Indonesia diprediksi mencapai 122 juta orang, sebuah angka yang luar biasa,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa industri film Indonesia tetap berkembang meski menghadapi persaingan dari platform digital.

Dalam Important Visit, Rano juga memberikan apresiasi terhadap film-film lokal yang berhasil menembus pasar internasional. Film Ghost in the Cell yang ditayangkan menjadi contoh nyata kesuksesan ini. “Film ini telah ditonton oleh lebih dari 3,2 juta orang dalam 32 hari, dan hak distribusinya terjual di 148 negara,” tambahnya. Ia menilai keberhasilan film-film lokal tersebut adalah bukti bahwa dukungan pemerintah dan pengembangan infrastruktur film sangat penting untuk menunjang pertumbuhan sektor ini.

Lebih lanjut, Rano Karno menyatakan bahwa Jakarta Film Commission akan berperan dalam menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi sineas. Ia menekankan pentingnya sinema sebagai alat untuk memperkuat identitas budaya dan membangun karakter bangsa. “Bung Karno sendiri menilai film bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi cerminan kehidupan masyarakat dan alat sosialisasi,” ujarnya. Important Visit ini juga menjadi ajang untuk menegaskan komitmen pemerintah DKI Jakarta dalam menjadikan seni dan budaya sebagai bagian integral dari pembangunan kota.

Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno menyebutkan bahwa Jakarta memiliki keunggulan yang tidak dimiliki kota-kota lain, seperti jumlah bioskop yang mencapai 3.500 lokasi. Ia menilai hal ini memberikan peluang besar bagi industri film Indonesia untuk berkembang. “Di Hong Kong, bioskop tinggal 25 gedung, sedangkan Jakarta masih memiliki lebih dari tiga ribu tempat penayangan. Ini adalah keuntungan yang perlu dimanfaatkan secara optimal,” katanya. Important Visit ini juga menjadi momentum untuk meninjau kembali kebijakan pendukung industri kreatif di DKI Jakarta.

Rano Karno berharap Jakarta Film Commission dapat menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan industri film dan menarik investasi dari luar negeri. Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan lembaga swasta dan komunitas sineas untuk menciptakan inisiatif yang lebih luas. “Kami akan menghadirkan program-program kreatif, seperti pendidikan film dan pelatihan bagi pemula,” lanjutnya. Important Visit ini menegaskan bahwa pemerintah DKI Jakarta serius dalam menumbuhkan industri film sebagai bagian dari ekonomi kreatif nasional.

Leave a Comment