Berita Hukum Kriminal

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Minta Maaf Usai Kena OTT KPK

Foto : John Martinez - kabarberita911.com

Kabarberita911.com – “`html Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Minta Maaf Setelah Kena Operasi Tangkap Tangan KPK di Tiga Titik Penangkapan

Kronologi Lengkap OTT KPK Terhadap Bupati Pemalang

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Minta maaf secara terbuka setelah dirinya dan sejumlah pejabat daerah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Proses penangkapan ini berlangsung pada Kamis pagi, 30 Juli 2026, di tiga lokasi berbeda yang mencakup wilayah Pemalang, Purworejo, dan Jakarta. Anom Widiyantoro terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan nomor identifikasi 191 saat diantar menuju fasilitas penahanan KPK di Gedung Merah Putih.

Peristiwa ini terjadi setelah KPK melakukan pemeriksaan intensif terhadap Anom dan beberapa tersangka lainnya sejak hari Selasa, 28 Juli 2026. Dalam operasi tersebut, total sebanyak 21 orang berhasil ditangkap dengan berbagai peran dalam dugaan kasus korupsi. Anom Widiyantoro bersama tiga individu lain yang juga sempat terjaring operasi KPK sebelumnya kini menjalani masa penahanan selama dua puluh hari pertama. Mereka tiba di Rutan pada pukul 08.34 WIB dengan kedua tangan terborgol.

Detail Tersangka dan Lokasi Penahanan

Para tersangka dalam kasus ini telah mengenakan rompi berwarna oranye yang menjadi ciri khas tahanan KPK. Anom yang mengenakan rompi bernomor 191 dan Setya Budi Dias Oktavianto dengan nomor 185 akan menjalani penahanan di Rutan cabang Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, Lilik Budi Suprianto dengan nomor 193 dan Mohamad Haris dengan nomor 160 akan ditahan di Rutan cabang C1. Ketiga tersangka tambahan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan mekanisme jual beli jabatan di pemerintahan daerah setempat.

“Kita paham situasinya, kita minta maaf semua,” ujar Anom dengan singkat saat memasuki kendaraan tahanan di kompleks Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7).

KPK berencana menyelenggarakan konferensi pers pada Kamis siang untuk menguraikan kronologi operasi dan konstruksi lengkap perkara yang melibatkan Anom beserta kelompoknya. Anom dan empat pihak lain yang identitasnya belum terungkap ditangkap di Jakarta. Dari seluruh jumlah tersebut, sebanyak 12 orang di antaranya diantar ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Salah satu dari mereka adalah istri Anom bernama Noor Faizah Maenofie yang berstatus sebagai terperiksa dalam kasus ini.

Tim penindakan KPK juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai yang nilainya melebihi dua miliar rupiah. Secara bersamaan, KPK telah melakukan penyegelan terhadap beberapa lokasi yang akan digeledah. Salah satu tempat yang disegel adalah ruang kerja bupati. Operasi ini berkaitan erat dengan dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Pemalang yang telah berlangsung selama beberapa periode.

Anom Widiyantoro yang merupakan pemimpin Kabupaten Pemalang tersebut menyampaikan permohonan maaf tulus kepada publik ketika sedang diantar menuju fasilitas penahanan KPK. Peristiwa ini menjadi perhatian besar bagi masyarakat Jawa Tengah mengingat implicasinya terhadap tata kelola pemerintahan daerah. KPK akan terus melakukan investigasi untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam kasus ini mendapatkan penanganan hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“`

Leave a Comment