Solusi Cari Aman Yani: Dedi Mulyadi Tawarkan Hadiah Rp750 Juta
Solution For – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan hadiah sebesar Rp750 juta kepada siapa pun yang berhasil menemukan Aman Yani. Nama Aman Yani kembali menjadi perhatian publik setelah dia dikaitkan dengan pembunuhan keluarga di Paoman, Indramayu, yang terjadi pada bulan Agustus tahun lalu. Insiden ini menyebabkan kematian lima korban, termasuk Haji Sahroni (75), Budi (45), Euis (40), serta dua anaknya, RK (7) dan B (8 bulan). Mayat para korban ditemukan pada 1 September 2025, menandai titik balik dalam penyelidikan kasus ini.
Upaya Mempercepat Penyelesaian Kasus
Dedi Mulyadi menyatakan bahwa tawaran hadiah ini adalah bagian dari Solution For yang diharapkan dapat membantu mengungkap misteri di balik aksi keji tersebut. Dua tersangka, Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30), telah ditangkap dan mengungkap bahwa pelaku pembunuhan melibatkan lima orang. Dalam wawancara yang dijadwalkan pada Jumat (22/5), Dedi mengatakan bahwa Aman Yani dianggap sebagai dalang utama karena jejaknya tak terdeteksi sejak 2016.
Menurut Dedi, Aman Yani terakhir kali dilihat berpamitan kepada ibunya pada Maret 2016 sebelum pergi ke Bandung. Ia juga menjelaskan bahwa dana pensiun Aman Yani pernah dicairkan oleh pengacara bernama Khotibul atas perintah Ririn Rifanto. Meski tidak pernah bertemu langsung, ada tanda tangan kuasa dari Aman Yani yang digunakan untuk transaksi tersebut.
“Saya bertemu adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia,”
ujar Dedi saat diwawancarai. Ia menegaskan bahwa hadiah Rp750 juta diberikan sebagai bagian dari Solution For yang ingin mempercepat proses penyelidikan. Dedi mengharapkan Aman Yani kembali ke Indramayu jika masih hidup, sebab hadiah tersebut diharapkan bisa menjadi motivasi bagi siapa pun yang menemukan jejaknya.
Reaksi Keluarga Aman Yani
Keluarga Aman Yani, melalui kuasa hukumnya Ruslandi, menolak tudingan bahwa Aman Yani adalah pelaku utama pembunuhan. Mereka melaporkan Priyo Bagus Setiawan ke Polres Indramayu pada Minggu (3/5) setelah menemukan pernyataan kliennya yang menyebut Aman Yani sebagai salah satu dalang aksi tersebut. Ruslandi menjelaskan bahwa fakta yang disampaikan Priyo bertentangan dengan keterangan keluarga yang sudah lama mencari keberadaan Aman Yani.
“Fakta itu bertentangan dengan kondisi sebenarnya, karena keluarga sudah lama mencari yang bersangkutan, bahkan sempat menyebarkan informasi orang hilang di media sosial sejak 2020,”
kata Ruslandi dalam persidangan. Menurut catatan keluarga, Aman Yani terakhir kali berpamitan kepada ibunya sebelum pergi ke Bandung. Sejak saat itu, tidak ada jejaknya lagi, sehingga menimbulkan keraguan mengenai peran sebenarnya dalam kasus tersebut.
Keluarga Aman Yani menyatakan bahwa klaim Priyo tentang pertemuan dengan kakaknya di kawasan Kuliner Cimanuk, Indramayu, antara Agustus hingga September 2025, terdengar tidak logis. Mereka menganggap itu sebagai upaya untuk mengaburkan fakta persidangan, meskipun tetap bersedia bekerja sama dengan pihak berwajib jika Aman Yani benar-benar ditemukan.
Komunitas dan Masyarakat Bereaksi
Warga Indramayu dan sekitarnya mulai memperhatikan isu Aman Yani setelah pengumuman Dedi Mulyadi. Banyak orang mengira tawaran hadiah ini akan mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pencarian. Dedi juga menjelaskan bahwa Solution For ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan kasus yang hingga kini masih menjadi teka-teki.
Sejumlah warga membagikan informasi tentang Aman Yani melalui media sosial dan media lokal. Mereka menyarankan agar polisi lebih aktif menggali keterangan dari saksi mata di sekitar lokasi kejadian. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keberadaan Aman Yani tetap menjadi fokus utama karena dianggap sebagai orang yang memiliki pengaruh besar dalam kejadian tersebut.
Dalam upaya Solution For, Dedi Mulyadi juga berharap ada penemuan baru yang bisa mengungkap bagaimana Aman Yani terlibat dalam aksi pembunuhan. Ia menekankan bahwa hadiah Rp750 juta bukan hanya untuk mengenang korban, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan bagi siapa pun yang berhasil memecahkan kasus ini.
