Berita Travel

Bukan Karena Estetika – Ini Alasan Jendela Pesawat Berbentuk Bulat

Bukan Estetika, Alasan Jendela Pesawat Berbentuk Bulat

Bukan Karena Estetika – Meski beragam tipe pesawat komersial memiliki fitur berbeda, satu hal yang konsisten adalah bentuk jendela mereka. Tidak hanya untuk tampilan menarik, desain bulat jendela pesawat juga memiliki tujuan teknis penting. Jendela yang tidak memiliki sudut ini adalah hasil dari pengalaman sejarah kelam dalam dunia penerbangan.

Perjalanan Desain yang Dipelajari

Dulu, jendela pesawat dibuat persegi karena praktis dan mudah diproduksi. Namun, kecelakaan serius mengubah perspektif ini. Seorang insinyur konsultan, Wayne Maltry dari Engineering Design & Testing Corp, menjelaskan bahwa bentuk jendela bukan semata-mata untuk estetika.

“Tidak ada yang menyadari bahaya yang melekat pada jendela persegi,” kata Maltry, sebagaimana dilaporkan Reader’s Digest.

Setelah serangkaian kecelakaan besar, industri penerbangan menyadari masalah struktural dari jendela persegi. Dalam waktu kurang dari setahun, tiga pesawat De Havilland Comet yang dimiliki British Overseas Airways Corporation mengalami kecelakaan.

Pertama kali, sebuah pesawat jatuh setelah lepas landas dari Calcutta, India pada Mei 1954. Kecelakaan berikutnya terjadi di Januari 1954, dan yang ketiga terjadi di lepas pantai Italia pada April 1954. Investigasi menunjukkan bahwa tekanan kabin memicu retakan di bagian depan atas pesawat.

“Badan pesawat pecah akibat tekanan yang menyebar dari sudut jendela persegi,” tambah Maltry.

Bentuk bulat jendela pesawat akhirnya dipilih untuk mengurangi konsentrasi tegangan. Ini bertujuan mencegah retakan mikroskopis atau makroskopis yang bisa berkembang lambat. Dalam siklus tekanan dan dekompresi, retakan bisa menyebabkan kelelahan material.

Retakan yang cukup besar berpotensi menghancurkan badan pesawat, sehingga menyebabkan dekompresi kabin dan kehilangan kendali. Kecelakaan akibat ini jadi alasan utama mengapa jendela modern dirancang bulat.

Leave a Comment