Berita Seleb

Topics Covered: 5 Poin Ruben Blak-blakan, dari Sistem Nafkah Rp200 Juta hingga Ngondek

5 Poin Ruben Onsu Terbuka dalam Brownies Trans TV

Topik Utama yang Dipaparkan dalam Diskusi

Topics Covered – Dalam acara Brownies Trans TV, Senin (8/6), Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting mengungkap berbagai isu yang menjadi sorotan dalam hubungan mereka dengan Sarwendah. Topik yang dibahas meliputi sistem nafkah sebesar Rp200 juta, kesepakatan pertemuan anak, tudingan cemburu, dampak kehilangan akses ke anak, serta istilah “ngondek” yang sempat memicu perdebatan. Kesembilan poin ini menggambarkan kompleksitas konflik yang mengemuka dalam keluarga artis tersebut.

Sistem Nafkah dan Penjelasan Ruben Onsu

Ruben Onsu secara terbuka menyampaikan bahwa ia berhenti membayar nafkah selama enam bulan terakhir karena merasa haknya belum sepenuhnya terpenuhi. Menurutnya, sistem nafkah yang disepakati bersifat reimburse, sehingga ketika Sarwendah mengasuh anak-anak, Ruben ingin memastikan setiap pengeluaran diperiksa. Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukan karena rasa cemburu, melainkan untuk memenuhi kewajibannya sebagai ayah.

“Gue berhak tanya, ‘Ini apa?’ Ada ini segini, mana rinciannya? Kita kerja sama dari sisi situasi. Tidak setiap abis tanya sesuatu, ribut. Giliaran gue kepancing langsung dibilang gue pemarah, emosional,” ujarnya.

Kesepakatan Pertemuan Anak dan Tuntutan Ruben

Dalam perjanjian sebelumnya, Ruben dan Sarwendah menyetujui pertemuan tiga hari seminggu dengan anak-anak. Namun, ia merasa kesepakatan tersebut tidak sepenuhnya dijalankan. Menurut Ruben, hasil pengadilan yang menetapkan 4-3 hari pertemuan justru jelas, dan ia menganggap kepanikan pihak lain tidak wajar. Ia menyatakan bahwa semua pihak sudah komunikasi, dan buktinya terlihat jelas dalam setiap keputusan yang diambil.

“Keputusan pengadilan 4-3, 3 hari di aku. Sudah komunikasi sudah. Sebenarnya pihak kita itu yang menjawab, ini buktinya, ini buktinya. Kalau itu jadi kekesalannya, kan lu tanya apa buktinya? Ini buktinya,” kata Ruben.

Dampak Emosional karena Terpisah dari Anak

Ruben mengakui bahwa rasa rindu terhadap anak-anak yang tak terungkapkan secara terbuka memengaruhi psikologisnya. Ia memilih untuk fokus pada tanggung jawab profesional, meski secara emosional terkadang menyesal karena tidak bisa bertemu anak. Terkadang, ia menghindari tempat-tempat yang bisa memicu emosinya, seperti pusat perbelanjaan, untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.

“Gue sudah menghindari nama mall, supaya enggak ke-trigger mata gue lihat anak kecil. Kita terbiasa dengan anak-anak pasti kegesek hatinya,” tambahnya.

Pengakuan Ruben tentang Tudingan Cemburu

Ruben menegaskan bahwa ia tidak merasa cemburu terhadap kehidupan Sarwendah dengan pacar barunya. Ia hanya ingin berkomunikasi dengan anak-anak dan menjelaskan perasaannya secara jujur. Menurutnya, ucapan yang dianggap cemburu justru menjadi bukti cinta ayah yang tinggi terhadap anak.

“Kalau memang mau ini bisa selesai, cuma satu doang pertanyaannya, soal anak. Ini anak gue, itu darah daging gue, guenya masih hidup. Lo yang sibuk baper-baperan it’s OK. Jangan bilang gue cemburu, poin di gue cuma [soal] anak,” katanya.

Peran Ngondek dalam Konflik Keluarga

Ruben menyebutkan bahwa pihak tertentu yang menyesatkan Sarwendah hingga mengambil sikap kontroversial. Ia menilai tindakan tersebut seperti mengabaikan usaha dan kebaikan Sarwendah di masa lalu. Meski merasa dirinya tidak benar, Ruben tetap ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Ia menegaskan bahwa “ngondek” bukanlah akhir dari hubungan, melainkan bagian dari proses memperbaiki kehidupan keluarga.

“Saya tahu banget ibunya anak-anak kalau enggak ada yang ngomporin, enggak akan begitu. Kami 11 tahun masing-masing hidup ada kebaikan ada buruknya,” ujar Ruben. “Lo mau omong apa? Ngondek? Apa? Ya begini cara gue. Kita mau hidup lebih baik ke depan, maju. Enggak ada orang yang lahir langsung jadi orang pintar, itu berproses,” lanjutnya.

Kesimpulan tentang Proses Pemecahan Konflik

Dalam kesimpulannya, Ruben menyatakan bahwa semua pembahasan dalam Topics Covered adalah bagian dari proses kehidupan yang tak bisa dihindari. Ia bersyukur atas pengalaman yang telah dilewatinya, meski awalnya bermula dari keluarga sederhana. Ruben berharap hubungan dengan Sarwendah bisa kembali harmonis melalui komunikasi dan pemahaman yang lebih baik.

Leave a Comment