Rupiah Melemah ke Rp17 963 per Dolar AS di Sesi Perdagangan Jumat
Kabarberita911.com – Rupiah Melemah ke Rp17 963 per Dolar AS pada perdagangan Jumat sore, 24 Juli 2026. Mata uang Indonesia ini mencatatkan penurunan nilai terhadap dolar Amerika Serikat di level Rp17.963 per satu dolar. Pelemahan ini mencapai 27 poin atau setara dengan 0,15 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pada nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.
Faktor Geopolitik dan Harga Minyak Mendorong Pelemahan
Menurut Lukman Leong, analis mata uang dari Doo Financial Futures, Rupiah Melemah ke Rp17 963 per dolar AS didorong oleh meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi ketegangan tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah dunia secara signifikan. Kenaikan harga komoditas energi ini kemudian mendorong sentimen risk-off baik di pasar global maupun domestik Indonesia. Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko termasuk mata uang negara berkembang.
Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia serta mendorong sentimen risk-off di pasar global maupun domestik. Rupiah juga tertekan oleh arus keluar dana asing yang besar dari pasar ekuitas domestik.
Arus Keluar Dana Asing dari Pasar Ekuitas Domestik
Lukman menambahkan bahwa tekanan tambahan datang dari arus keluar dana asing yang signifikan dari pasar ekuitas domestik. Kombinasi faktor-faktor ini menjadi penyebab utama Rupiah Melemah ke Rp17 963 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Investor asing cenderung mengambil keuntungan atau mengurangi posisi mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global. Arus keluar ini memberikan tekanan tambahan pada nilai tukar rupiah yang sudah mengalami pelemahan.
Pergerakan rupiah tidak lepas dari tren mata uang Asia yang menunjukkan variasi terhadap dolar AS. Beberapa mata uang regional justru menguat, seperti yuan China yang naik 0,02 persen, dolar Singapura juga meningkat 0,02 persen, serta yen Jepang yang terapresiasi 0,08 persen. Won Korea Selatan bahkan mencatatkan kenaikan lebih signifikan sebesar 0,81 persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia lainnya mengalami tekanan. Peso Filipina melemah 0,14 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,09 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,02 persen. Sementara itu, mata uang negara maju justru kompak menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,09 persen, poundsterling Inggris menguat 0,12 persen, dolar Australia terapresiasi 0,26 persen, dolar Kanada naik 0,05 persen, dan franc Swiss menguat 0,10 persen.
Ke depan, pergerakan Rupiah Melemah ke Rp17 963 per dolar AS ini masih akan dipengaruhi oleh perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan moneter bank sentral utama dunia. Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan harga minyak dan arus modal asing untuk mengantisipasi volatilitas nilai tukar rupiah ke depannya.

