Historic Moment: Pemprov DKI Jakarta Menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi sebagai Puncak Perayaan HUT Kota ke-499
Historic Moment – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta yang mencapai usia 499 tahun, Pemprov DKI Jakarta berencana mengadakan Haul Akbar yang menjadi momen historic dalam sejarah perayaan budaya dan keagamaan Kota Jakarta. Acara ini tidak hanya memperkuat hubungan antara tokoh agama dan masyarakat umum, tetapi juga menegaskan pentingnya warisan keagamaan Betawi dalam pembangunan kota yang dinamis. Pemprov DKI Jakarta telah mengumumkan rencana lengkap, termasuk aktivitas yang mencakup kebersihan masjid, ziarah ke makam tokoh agama, serta pembacaan Al-Qur’an sebagai bagian dari tradisi unik yang dihormati oleh masyarakat.
Historic Moment: Konsensus dalam Harmoni Keagamaan dan Identitas Kota
Sebagai sebuah historic moment, Haul Akbar ini dirancang untuk mencerminkan keseimbangan antara tradisi lama dan inovasi modern. Tema utama acara adalah “Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman” dan “Transformasi Jakarta menjadi Kota Global.” Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga identitas budaya Betawi sambil mendorong pengembangan kota menuju arah yang lebih maju. Chico Hakim, staf khusus Gubernur DKI Jakarta, menjelaskan bahwa acara ini menjadi refleksi dari sejarah Jakarta yang dipenuhi oleh perjuangan para ulama dan habaib Betawi.
“Dalam historic moment ini, kita bisa merasakan bagaimana ulama dan habaib Betawi telah membentuk fondasi harmoni yang mendasar bagi Jakarta,” kata Chico Hakim dalam pernyataan tertulis, Rabu (17/6). Ia menekankan bahwa perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman agama dan budaya.
Persiapan Menyeluruh: Gerakan Bersih-Bersih Masjid dan Musholla
Persiapan untuk Haul Akbar dimulai sebelum acara utama, dengan Gerakan Bersih-Bersih Masjid dan Musholla yang dilakukan di seluruh Jakarta. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, dan melibatkan sekitar 4.443 masjid serta 6.657 musholla. Selain membersihkan tempat ibadah, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bentuk penghormatan terhadap para tokoh agama yang telah mengabdikan hidupnya untuk membangun Jakarta. Konsistensi dalam mengadakan acara ini mencerminkan kepedulian terhadap kebersihan dan ketertiban yang telah menjadi bagian dari sejarah Jakarta.
Historic Moment: Ziarah dan Penghormatan ke Makam Tokoh Agama Betawi
Acara ziarah ke makam ulama dan habaib Betawi menjadi bagian penting dari Haul Akbar, yang berlangsung bersamaan dengan pembagian wewenang antara para pemimpin daerah. Para walikota, bupati, camat, dan lurah akan turut serta dalam kegiatan yang mencakup pembersihan makam, tahlil, dan tabur bunga. Sebagai historic moment, ziarah ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan keagamaan yang telah memberikan kontribusi besar terhadap peradaban Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan melaksanakan ziarah ke makam Guru Marzuqi di Cipinang Muara, Jakarta Timur, setelah mengikuti salat Jumat berjemaah di Masjid Al Marzuqiyah.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno akan melakukan ziarah ke makam Guru Mughni di Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 08.00 WIB. Chico Hakim menyebutkan bahwa kehadiran ratusan tokoh setempat dalam ziarah ini menegaskan peran penting para ulama dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Aktivitas ini juga memperkuat ikatan antara generasi muda dan tokoh agama, menciptakan momen historic yang menyatukan kebersamaan.
Khotmul Qur’an dan Puncak Haul Akbar di Monas
Kegiatan berlanjut dengan acara Khotmul Qur’an yang digelar di Masjid Fatahillah Balaikota DKI Jakarta. Acara ini dimulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, dengan pengemban khotmil oleh sejumlah ulama ternama seperti KH Lutfi Hakim, KH Lukman Hakim Hamid, dan KH M Mahrus Iskandar. Santri dari Pondok Pesantren Al-Hamidiyah serta Asshiddiqiyah juga turut berpartisipasi aktif, menegaskan peran pendidikan keagamaan dalam menghadirkan generasi muda yang paham nilai-nilai keagamaan. Dalam historic moment ini, Khotmul Qur’an dianggap sebagai bagian dari perayaan yang menggabungkan tradisi dan kegiatan keagamaan modern.
Puncak Haul Akbar akan berlangsung pada pukul 17.00 hingga 22.00 WIB di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat. Pemerintah DKI memperkirakan sekitar 20.000 jamaah akan hadir, dengan diimbau mengenakan pakaian berwarna putih sebagai simbol kebersamaan dan keharmonisan. Chico Hakim menyampaikan bahwa kehadiran ratusan ribu jamaah akan menjadi bukti kuat bahwa Haul Akbar bukan hanya momen sejarah, tetapi juga momentum kolektif yang menyatukan seluruh masyarakat Jakarta.
