Wakapolri Umumkan AH Bimo Suryono Kembali Menjabat Ketua KBPP Polri
Wakapolri Lantik AH Bimo Suryono Kembali – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo secara resmi melantik AH Bimo Suryono kembali sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri untuk periode 2026-2031. Upacara pelantikan berlangsung pada Jumat (22/5) di Jakarta, di mana Bimo dinyatakan telah diterima kembali sebagai pemimpin organisasi tersebut. Pemimpin polisi ini menekankan komitmen untuk mendukung kebijakan pemerintahan yang sah melalui peran KBPP Polri.
Peran KBPP Polri dalam Kehidupan Anggota Polisi
Keluarga Besar Putra Putri Polri berfungsi sebagai wadah yang menggabungkan anak-anak dari para anggota polisi, baik yang masih aktif maupun sudah pensiun. Organisasi ini dibentuk pada tahun 2003 melalui Telegram (TR) Kapolri Nomor T/219/IX/2001, yang bertujuan memperkuat ikatan emosional dan kekeluargaan antara seluruh lapisan keluarga anggota Polri. Wakapolri mengungkapkan bahwa KBPP Polri merupakan bagian tidak terpisahkan dari struktur Polri, dan kehadiran Bimo diharapkan mempercepat sinergi antara organisasi dan institusi kepolisian.
“KBPP Polri adalah bagian dari Polri yang memiliki hubungan darah dan budaya. Kami siap mendukung kebijakan kepolisian dengan komitmen penuh,” kata Bimo dalam pidato resminya, Sabtu (23/5). Ia menekankan bahwa organisasi ini akan tetap independen namun tetap menjadi bagian dari Polri sebagai pembina.
Sebagai Ketua Umum KBPP Polri, AH Bimo Suryono akan fokus pada penguatan jaringan komunikasi antara keluarga anggota dan institusi kepolisian. Selain itu, Bimo juga akan mendorong pengembangan program pendidikan dan pelatihan untuk keluarga anggota, agar mereka lebih siap menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Wakapolri menyatakan bahwa kepengurusan KBPP Polri akan terus diperkuat dengan strategi yang lebih inovatif.
Strategi Penguatan Hubungan KBPP dengan Polri
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa KBPP Polri akan menjadi mitra strategis dalam mencapai tujuan-tujuan kepolisian. “Kami berharap KBPP Polri dapat menjadi wadah yang aktif dalam mendorong partisipasi masyarakat sekitar dan memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri,” ujarnya. Pemimpin polisi ini juga menyebutkan bahwa upaya penguatan keterlibatan akan dimulai dengan program pendataan keluarga anggota yang lebih sistematis.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah memanfaatkan Bhabinkamtibmas dan SDM Polri di seluruh Indonesia untuk melibatkan keluarga anggota dalam berbagai kegiatan sosial. Wakapolri menyampaikan bahwa KBPP Polri tidak hanya berfungsi sebagai wadah kekeluargaan tetapi juga menjadi bagian dari sistem kepolisian yang luas. “Ini adalah langkah untuk memperkuat integrasi antara keluarga anggota dan Polri secara keseluruhan,” tambah Dedi Prasetyo.
AH Bimo Suryono, yang kembali dilantik sebagai ketua umum, menyatakan bahwa dirinya akan menjalankan tugas dengan transparansi dan akuntabilitas. “KBPP Polri akan menjadi jembatan antara institusi Polri dan keluarga anggota, menjaga hubungan yang harmonis,” imbuh Bimo. Ia juga menyoroti pentingnya kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk memberdayakan keluarga anggota dalam berbagai bidang.
Sebagai Ketua Umum KBPP Polri, Bimo akan mengupayakan kerja sama yang lebih intens dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kapolri dan Wakapolri. “Tujuan kami adalah memastikan keberadaan KBPP Polri dapat berkontribusi secara nyata dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh elemen masyarakat,” katanya. Wakapolri menyetujui langkah-langkah ini dan meminta dukungan dari seluruh jajaran Polri untuk menjadikan KBPP Polri sebagai organisasi yang lebih kuat dan berdaya guna.
