Berita Peristiwa

Gempa Laut Jawa Malam Ini: Guncangan Terasa di Jepara, Demak, Batang

1db060af-1933-4880-a245-a4ff9edc6a81_169
Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Gempa Laut Jawa Malam Ini: Guncangan Terasa di Jepara, Demak, dan Batang
  2. Related Reading

Gempa Laut Jawa Malam Ini: Guncangan Terasa di Jepara, Demak, dan Batang

Kabarberita911.com – Penduduk di wilayah pesisir utara Jawa Tengah kembali merasakan getaran tanah pada malam hari, Jumat (7/8/2026). Peristiwa ini terjadi setelah gempa bumi tercatat melanda perairan Laut Jawa dengan kekuatan magnitudo 5,0. Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun dari akun media sosial BMKG, guncangan bermula pada pukul 21.07 WIB dan terasa hingga beberapa kota di Jawa Tengah.

Posisi episenter gempa berada di titik koordinat 5,73 derajat lintang selatan dan 110,21 derajat bujur timur. Lokasi tersebut berjarak 108 kilometer menuju arah barat laut dari kota Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Kedalaman hiposenter tercatat mencapai 540 kilometer di bawah permukaan laut, menjadikannya sebagai gempa bumi dalam.

Detail Parameter Gempa dari BMKG

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9 pada kedalaman 540 km.

Hasil pemodelan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gempa kali ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Warga tidak perlu khawatir terhadap kenaikan permukaan air laut secara signifikan. Guncangan yang terjadi murni berasal dari aktivitas tektonik di dalam lempeng bumi.

Dampak Guncangan di Tiga Wilayah

Skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) mencatat getaran antara level II hingga III di kota Jepara dan Demak. Pada skala tersebut, getaran sudah terasa jelas di dalam bangunan. Orang-orang di dalam rumah merasakan getaran seolah-olah ada kendaraan berat seperti truk yang sedang melintas di dekat rumah mereka.

Sementara itu, wilayah Batang juga melaporkan adanya guncangan dengan skala II MMI. Pada intensitas ini, getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang saja. Benda-benda ringan yang digantung mulai bergoyang akibat pergerakan tanah. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun kedalaman cukup dalam, guncangan masih mampu merambat hingga permukaan.

Hingga pukul 21:20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa penyebab gempa ini adalah pergerakan turun pada lempeng bumi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa bumi dalam yang disebabkan oleh aktivitas deformasi di dalam lempeng. Mekanisme pergerakan turun atau normal fault menjadi penyebab utama terjadinya guncangan ini.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas deformasi dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa Laut Jawa Malam Ini

Apakah gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami? Tidak. Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa dengan magnitudo 5,0 pada kedalaman 540 kilometer tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Warga di pesisir tidak perlu waspada terhadap kenaikan air laut.

Wilayah mana saja yang merasakan guncangan? Guncangan terasa di tiga wilayah utama, yaitu Jepara, Demak, dan Batang. Intensitas tertinggi tercatat di Jepara dan Demak dengan skala MMI II-III.

Apakah ada gempa susulan setelah kejadian ini? Hingga pukul 21:20 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Monitoring terus dilakukan untuk memastikan keamanan warga.

Mengapa gempa ini terasa meskipun kedalaman mencapai 540 kilometer? Gempa dalam tetap dapat dirasakan di permukaan meskipun intensitasnya lebih lemah dibandingkan gempa dangkal. Mekanisme normal fault pada lempeng bumi menyebabkan energi merambat hingga ke permukaan.

Leave a Comment