Pihak Sekolah Minta Polisi Bongkar Bunker Usai Temuan Ratusan Senjata
Table of Contents
Sekolah Jakarta Selatan Desak Otoritas Keamanan Bongkar Bunker Pasca Penemuan Senjata
Kabarberita911.com – Sebuah institusi pendidikan swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, telah resmi mengajukan permohonan kepada kepolisian untuk membuka bunker yang berada di dalam area kampus. Langkah ini diambil setelah penemuan ratusan senjata api di salah satu ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan ketua yayasan. Permintaan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam dari pihak sekolah terhadap keamanan lingkungan belajar.
Hermawanto, kuasa hukum yang mewakili sekolah, menjelaskan bahwa bunker tersebut menjadi perhatian utama karena lokasinya yang berdekatan dengan ruangan tempat ratusan senjata ditemukan. Pihak sekolah khawatir bahwa bunker ini mungkin juga menyimpan senjata-senjata lain yang belum teridentifikasi.
Tentu bukan kewenangan kami kan sebenarnya untuk membuka, karena sudah ada pelaporan kami atas dugaan penyalahgunaan senjata. Kami khawatir di ruangan itu juga ada senjata. Kami sudah meminta kepada aparat untuk menindaklanjuti, kata Hermawanto saat ditemui di sekolah, Jumat (7/8).
Menurut Hermawanto, aparat penegak hukum dinilai lambat dalam menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan oleh pihak sekolah. Saat ini, sekolah sedang berkoordinasi dengan beberapa instansi, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Gubernur DKI Jakarta.
Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada atensi dari beliau (Gubernur DKI) untuk berkenan hadir kemari untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar itu semua berjalan lancar, bahkan lebih baik dari kondisi yang kemarin, tambahnya.
Pihak sekolah mengaku tidak mengetahui adanya ratusan senjata tersebut sebelum penemuan terjadi. Hermawanto menjelaskan bahwa ruangan penyimpanan senjata sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama dengan inisial IWD yang telah diberhentikan oleh sekolah. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana senjata-senjata tersebut bisa masuk dan tersimpan tanpa diketahui.
Bagaimana caranya masuk, bagaimana yang siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Karena yang mengelola itu dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan, sudah kami pecat, ujarnya.
Detail Senjata yang Ditemukan di Sekolah
Jumlah senjata yang ditemukan di sekolah mencapai 995 unit. Inventarisasi menunjukkan terdapat empat laras panjang, dua laras pendek, tujuh magasin dengan berbagai jenis, sejumlah amunisi dalam berbagai kaliber, serta beberapa unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47, dan M4 Carbine. Selain itu, ditemukan pula taser gun, alat pembuat peluru, dan buku panduan pembuatan peluru.
Klaim Legalitas dari Pemilik Senjata
Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku sebagai pemilik senjata, menyatakan bahwa ratusan airsoft gun yang ditemukan di sekolah tersebut legal dan memiliki izin. Ia menegaskan bahwa seluruh 995 senjata memiliki dokumen perizinan yang valid.
Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya, kata Alhadid saat dihubungi.
Airsoft gun, 995 ya. Semua ada izinnya kok gitu, sambungnya.
Alhadid menjelaskan bahwa senjata-senjata tersebut telah disimpan di lokasi sekolah sejak tahun 2020. Menurutnya, senjata ini diperuntukkan bagi kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah. PT Lokta Karya Perbakin telah memiliki izin dan kesepakatan untuk kegiatan ekskul menembak yang dimulai pada tahun 2020, dengan pembina berinisial S.
Namun, Alhadid menyebutkan bahwa ekstrakurikuler menembak telah berhenti beroperasi sejak pembina berinisial S meninggal dunia pada tahun 2022. Ia juga mengklaim bahwa ratusan airsoft gun yang disimpan di lokasi tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi.
Jadi yang kemarin disita sama polisi pun kita udah cek, ya memang udah enggak bisa digunakan lagi itu airsoft gun-nya. Jadi ini klarifikasi aja semua, izin-izinnya semua kita punya, ucapnya.
Menurut Alhadid, penyimpanan senjata di lokasi tersebut telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ia menambahkan bahwa selama ini tidak pernah terjadi insiden yang berkaitan dengan senjata-senjata tersebut.
Frequently Asked Questions
Apa yang dimaksud dengan bunker yang ditemukan di sekolah? Bunker adalah ruangan bawah tanah atau struktur tertutup yang digunakan untuk menyimpan barang-barang berharga, dalam kasus ini berisi ratusan senjata api dan airsoft gun.
Berapa jumlah senjata yang ditemukan? Total 995 unit senjata ditemukan, termasuk laras panjang, laras pendek, magasin, amunisi, dan airsoft gun.
Apakah semua senjata memiliki izin? Menurut Alhadid Endar Putra, seluruh 995 senjata memiliki dokumen perizinan yang valid dan legal.
Kapan kegiatan ekstrakurikuler menembak dimulai? Kegiatan ekstrakurikuler menembak dimulai pada tahun 2020 dan berhenti beroperasi setelah pembina berinisial S meninggal dunia pada tahun 2022.
