Berita Makro

Airlangga Respons soal Jurang Si Kaya dan Miskin Kian Melebar

Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Airlangga Hartarto Paparkan Strategi Tangani Kesenjangan Ekonomi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Airlangga Hartarto Paparkan Strategi Tangani Kesenjangan Ekonomi

Kabarberita911.com – Kenaikan indeks ketimpangan di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan respons resmi terkait data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan rasio gini mencapai 0,368 pada bulan Maret 2026. Angka ini menandakan adanya peningkatan kesenjangan distribusi pendapatan di tanah air.

Menurut Menko Airlangga, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong penciptaan peluang kerja sekaligus menekan angka pengangguran. Dua langkah utama yang diambil adalah memperkuat program vokasi dan magang nasional. Kedua inisiatif ini diharapkan mampu membantu mempersempit jurang antara kelompok masyarakat kaya dan miskin.

“Salah satunya juga mengganjel dengan vokasi dan juga magang, sehingga tentu kita bisa menekan gini ratio,” jelas Airlangga saat memberikan keterangan pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (5/8).

Selain upaya penciptaan lapangan kerja, pemerintah juga melanjutkan kebijakan insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Tertentu yang Ditanggung Pemerintah. Melalui skema ini, para pegawai di sektor usaha tertentu dengan penghasilan bruto maksimal Rp10 juta per bulan dapat menikmati fasilitas tersebut. Tidak hanya itu, pegawai tidak tetap dengan rata-rata penghasilan harian maksimal Rp500 ribu atau bulanan maksimal Rp10 juta juga berhak mendapatkan manfaat PPh 21 yang ditanggung negara.

“Di samping itu kita kan masih melanjutkan PPh ditanggung pemerintah untuk pekerja yang (penghasilan bulanannya) di bawah Rp10 juta,” tambah Airlangga.

Data Ketimpangan dari BPS

BPS mencatat bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan gini ratio pada Maret 2026 sebesar 0,368. Perolehan ini mengalami kenaikan 0,005 poin dibandingkan September 2025 yang tercatat sebesar 0,363. Namun, jika dibandingkan dengan Maret 2025 yang mencapai 0,375, angka tersebut justru lebih rendah sebanyak 0,007 poin.

Untuk memahami makna angka tersebut, perlu diketahui bahwa apabila gini ratio berada di angka 0, maka ketimpangan pendapatan bersifat merata sempurna. Hal ini berarti setiap orang atau kelompok menerima pendapatan yang sama dengan yang lainnya. Sebaliknya, jika gini ratio mencapai angka 1, ketimpangan pendapatan menjadi timpang sempurna. Artinya, pendapatan hanya diterima oleh satu orang atau satu kelompok saja, sementara yang lainnya tidak sama sekali. Semakin mendekati angka 0, distribusi pendapatan semakin merata. Sebaliknya, semakin mendekati angka 1 menunjukkan tingkat ketimpangan yang semakin tinggi.

BPS juga memaparkan data gini ratio berdasarkan wilayah. Di wilayah perkotaan, gini ratio pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,387. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan September 2025 yang sebesar 0,383, namun masih lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 0,395. Sementara itu, gini ratio di wilayah perdesaan tercatat sebesar 0,296 pada Maret 2026. Angka tersebut naik tipis dari September 2025 yang sebesar 0,295 dan turun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,299.

Frequently Asked Questions

What is Airlangga Respons soal Jurang Si Kaya?

Airlangga Respons soal Jurang Si Kaya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Airlangga Respons soal Jurang Si Kaya matter?

Airlangga Respons soal Jurang Si Kaya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment