Berita Gaya Lainnya

Dokter Kulit Beber Kesalahan Skincare yang Sering Dilakukan Pria

Foto : Sarah Moore - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. 5 Kesalahan Perawatan Kulit yang Sering Dilakukan Pria Menurut Ahli Dermatologi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

5 Kesalahan Perawatan Kulit yang Sering Dilakukan Pria Menurut Ahli Dermatologi

Kabarberita911.com – Banyak laki-laki percaya bahwa rutinitas perawatan wajah tidak perlu terlalu rumit. Aktivitas dasar seperti membersihkan wajah, mengaplikasikan pelembap, dan menggunakan sunscreen sesekali sudah dianggap memadai. Namun, para dokter kulit mengingatkan bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara keliru justru dapat memicu beragam masalah. Mulai dari munculnya jerawat, iritasi ringan, hingga kondisi kulit yang lebih serius.

Dr. Teo Wan Lin, yang menjabat sebagai Chief Scientific Officer di Dr TWL Asian Skin Research Institute, menjelaskan bahwa pria secara alami menghasilkan lebih banyak minyak pada permukaan kulit. Hal ini disebabkan oleh kadar hormon testosteron yang lebih tinggi. Kelebihan minyak tersebut membuat pori-pori lebih rentan tersumbat, sehingga meningkatkan potensi munculnya komedo, jerawat, dan iritasi.

Sementara itu, Dr. Stephanie Ho, seorang dokter spesialis kulit, menyebutkan bahwa masih banyak pria yang mempercayai berbagai mitos seputar perawatan kulit. “Kesalahpahaman yang paling sering saya temui adalah mencuci wajah terlalu sering saat kulit berminyak, menganggap pola makan dan gaya hidup tidak memengaruhi kulit, serta berpikir semua perubahan kulit hanyalah bagian dari penuaan,” ujarnya.

Berikut adalah lima kesalahan perawatan kulit yang kerap dilakukan pria, sebagaimana diungkapkan oleh para dermatolog:

1. Membersihkan Wajah Terlalu Sering Akibat Kulit Berminyak

Kulit pria pada umumnya memiliki ketebalan dan kadar minyak yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Oleh karena itu, banyak pria merasa perlu mencuci wajah berkali-kali dalam sehari agar wajah terasa lebih segar. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat memberikan efek sebaliknya.

Menurut Dr. Stephanie Ho, membersihkan wajah secara berlebihan dapat menghilangkan lapisan pelindung alami kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering dan mudah iritasi. Bahkan, kulit bisa merespons dengan memproduksi minyak lebih banyak untuk mengimbangi hilangnya kelembapan alami tersebut.

Idealnya, pembersihan wajah cukup dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan malam sebelum tidur. Jika Anda baru selesai berolahraga atau banyak berkeringat, sebaiknya segera bersihkan wajah juga.

2. Meremehkan Pengaruh Pola Makan dan Gaya Hidup

Kondisi kulit tidak hanya ditentukan oleh produk perawatan, tetapi juga mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kurang tidur, tingkat stres yang tinggi, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol berlebihan dapat membuat kulit tampak kusam, menimbulkan lingkaran hitam di bawah mata, dan memicu jerawat.

Pola makan juga memegang peran penting. Dr. Stephanie Ho menyebutkan bahwa suplemen protein whey yang sering dikonsumsi untuk menambah massa otot dapat menyebabkan jerawat pada sebagian orang. Protein whey mampu merangsang produksi minyak berlebih, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.

Jika jerawat mulai muncul setelah mengonsumsi whey protein, ia menyarankan untuk mempertimbangkan protein nabati sebagai alternatif. Selain menggunakan produk perawatan kulit, menjaga pola makan seimbang, tidur yang cukup, rutin berolahraga, dan bijak mengonsumsi suplemen juga penting untuk kesehatan kulit.

3. Menganggap Semua Perubahan Kulit Hanya Sebagai Tanda Penuaan

Kerutan halus memang merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun, tidak semua perubahan pada kulit boleh dianggap wajar. Kemerahan yang berlangsung lama bisa menjadi tanda awal rosacea, yaitu penyakit kulit yang menyebabkan wajah kemerahan dan sensitif.

Selain itu, tahi lalat yang berubah bentuk atau warna, maupun luka yang tidak kunjung sembuh, juga perlu mendapat perhatian karena bisa menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius.

Dr. Stephanie Ho menyarankan agar jerawat yang menetap, kemerahan berkepanjangan, perubahan pada tahi lalat, atau luka yang sulit sembuh segera diperiksakan ke dokter. Penanganan sejak dini dapat mencegah bekas jerawat permanen, menghentikan perkembangan penyakit kulit, bahkan membantu mendeteksi kanker kulit lebih awal.

4. Beranggapan Semua Pelembap Memiliki Fungsi yang Sama

Masih banyak pria enggan memakai pelembap karena khawatir wajah menjadi lebih berjerawat. Menurut Dr. Teo Wan Lin, anggapan tersebut tidak benar. Pelembap tidak menyebabkan jerawat, selama produk yang digunakan sesuai dengan jenis kulit.

Pelembap tersedia dalam berbagai tekstur, mulai dari gel, losion, hingga krim. Untuk kulit berminyak, pelembap bertekstur ringan seperti gel atau losion lebih disarankan karena terasa nyaman tanpa membuat wajah semakin lengket.

5. Mengabaikan Kesehatan Kulit Kepala

Kulit kepala merupakan bagian dari kulit yang juga membutuhkan perawatan. Banyak pria yang lupa bahwa kesehatan kulit kepala dapat memengaruhi kondisi wajah secara keseluruhan. Membersihkan kulit kepala secara teratur dan memilih produk yang sesuai dapat mencegah masalah seperti ketombe dan iritasi.

Frequently Asked Questions

What is Dokter Kulit Beber Kesalahan Skincare?

Dokter Kulit Beber Kesalahan Skincare is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dokter Kulit Beber Kesalahan Skincare matter?

Dokter Kulit Beber Kesalahan Skincare matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment