Empat Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan Resmi Memulai MPLS 2026
Kabarberita911.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan empat unit Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Sulawesi Selatan. Dengan KemenPU Tuntaskan Pembangunan 4 Sekolah ini, para siswa kini resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut menandai dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 untuk seluruh peserta didik. Keempat institusi pendidikan ini berlokasi di Kabupaten Barru, Sidenreng Rappang, Tana Toraja, serta Bone. Saat ini, seluruh fasilitas tersebut telah menampung total 1.508 peserta didik yang siap mengikuti proses belajar mengajar.
Distribusi siswa di setiap lokasi menunjukkan angka yang bervariasi dan mencerminkan kebutuhan masyarakat setempat. Kabupaten Sidrap menjadi yang terbesar dengan 446 siswa, disusul Barru yang menampung 393 anak. Tana Toraja memiliki 340 siswa, sementara Bone mencatatkan jumlah 329 peserta didik. Kehadiran para siswa didampingi orang tua mereka saat menyambut kepala sekolah, guru pengajar, serta wali asuh yang akan mendampingi proses belajar dan kehidupan berasrama. Para orang tua tampak antusias melihat fasilitas baru yang telah dibangun untuk anak-anak mereka.
Program Utama Pengentasan Kemiskinan
Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada generasi mendatang. Dalam pernyataannya, Dody menekankan pentingnya program ini bagi masa depan Indonesia:
“Sekolah rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.”
Seiring berjalannya kegiatan akademik, Kementerian PUPR terus melakukan penyempurnaan pada utilitas pendukung. Tujuannya adalah memastikan seluruh fasilitas berfungsi secara optimal. Di Kabupaten Barru, penyelesaian sistem penyediaan air bersih dipercepat melalui penyambungan jaringan PDAM dan koordinasi lintas instansi bersama pemerintah daerah. Selama proses tersebut, kebutuhan air bersih dipenuhi melalui distribusi mobil tangki untuk menjaga kelancaran MPLS dan kegiatan belajar mengajar.
Perkembangan Pembangunan di Sulawesi Selatan
Kementerian PUPR menargetkan pembangunan sembilan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sulawesi Selatan secara keseluruhan. Pelaksanaan MPLS dilakukan secara bertahap untuk setiap lokasi sesuai kesiapan fasilitas. Dengan pengoperasian empat SRT yang baru saja dimulai, kini tujuh dari sembilan sekolah telah menyelesaikan masa pengenalan lingkungan. Lokasi yang telah melaksanakan MPLS meliputi Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Sinjai, Barru, Sidrap, Tana Toraja, dan Bone. Sementara itu, Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng dan Wajo dijadwalkan memulai MPLS pada gelombang berikutnya. Penundaan ini disebabkan oleh penyelesaian tahap akhir utilitas pendukung agar seluruh fasilitas siap berfungsi optimal sejak awal kegiatan belajar mengajar.
Direktorat Jenderal Prasarana Strategis menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari aspek konstruksi, tetapi juga fungsi infrastruktur dalam mendukung proses pendidikan. Melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PS) Sulawesi Selatan, Kementerian PUPR membangun Sekolah Rakyat sebagai kawasan pendidikan terpadu. Fasilitas yang tersedia mencakup ruang kelas jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin, dapur beserta instalasi pengolahan limbah, sistem penyediaan air bersih, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seluruh prasarana tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik melalui sistem pendidikan berasrama.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari implementasi Asta Cita dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini juga sejalan dengan Visi PU 608, khususnya target 0 persen kemiskinan, melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang membuka akses terhadap layanan dasar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Informasi lebih lanjut tentang program Sekolah Rakyat dapat diakses melalui situs resmi Kementerian PUPR.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berapa jumlah total siswa di keempat Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan? Total terdapat 1.508 peserta didik yang tersebar di empat lokasi, dengan Sidrap sebagai lokasi terbesar (446 siswa) dan Bone sebagai lokasi terkecil (329 siswa).
Kapan MPLS untuk Sekolah Rakyat di Soppeng dan Wajo dimulai? MPLS untuk kedua lokasi tersebut dijadwalkan pada gelombang berikutnya setelah penyelesaian utilitas pendukung.
Apa saja fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat? Fasilitas mencakup ruang kelas SD-SMP-SMA, laboratorium, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin, dapur, instalasi pengolahan limbah, sistem air bersih, dan lapangan olahraga.
Berapa target total Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan? Kementerian PUPR menargetkan pembangunan sembilan Sekolah Rakyat Terintegrasi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
