EWINDO: Masyarakat Sebagai Mitra, Bukan Sekadar Penerima Manfaat
Kabarberita911.com – EWINDO – PT East West Seed Indonesia melalui Faisal Reza, yang menjabat sebagai Senior GM Human Resource dan Corporate Secretary, menyoroti perlunya menempatkan komunitas lokal sebagai mitra sejati. Pendekatan ini berbeda dari konsep tradisional di mana masyarakat hanya berperan sebagai penerima manfaat dari berbagai program pemberdayaan. Melalui inisiatif EWINDO, perusahaan benih ini menunjukkan komitmen kuat untuk mengubah paradigma hubungan antara korporasi dan masyarakat sekitar.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Faisal pada Kamis (6/8) dalam sebuah panel diskusi bertajuk Understanding Why Social Programs Do Not Translate into Real and Lasting Impact. Acara ini merupakan bagian dari Bangun Bangsa Conference 2026 dengan tema Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia’s Future Inclusive Economy. Diskusi berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, EWINDO mempresentasikan model baru dalam program sosial yang menempatkan masyarakat sebagai co-creator.
Kolaborasi Membangun Rasa Kepemilikan
Menurut Faisal, keberhasilan program sangat bergantung pada rasa kepemilikan yang terbangun melalui kolaborasi aktif. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini mengubah cara organisasi melihat komunitas lokal. EWINDO percaya bahwa ketika masyarakat dilibatkan dalam setiap tahap perencanaan, mereka akan merasa memiliki program tersebut sepenuhnya.
Itulah kenapa kami tidak menyebut mereka sebagai beneficiaries atau penerima manfaat, tapi kami menempatkan mereka sebagai mitra. Karena mindset mitra ada fungsi ownership-nya, kita mendesain program ini bersama-sama untuk kolaborasi (co-creation).
Pelibatan masyarakat dalam tahap perancangan program diyakini dapat menjaga keberlanjutan inisiatif pemberdayaan jangka panjang. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa masyarakat yang terlibat aktif akan lebih berkomitmen terhadap program yang mereka bantu rancang. EWINDO telah menerapkan pendekatan ini di berbagai lokasi operasionalnya di Indonesia.
Empat Pilar Keberlanjutan Program
Faisal menguraikan bahwa fondasi keberlanjutan program pemberdayaan dibangun melalui empat jalur utama. Pertama, listen atau mendengarkan kebutuhan masyarakat secara mendalam. Kedua, learn dengan belajar langsung dari kondisi lapangan. Ketiga, beradaptasi terhadap berbagai situasi lokal yang unik. Keempat, measure dengan mengukur tingkat keberhasilan secara komprehensif.
Tidak hanya berfokus pada angka-angka statistik, tolok ukur keberhasilan program juga mencakup aspek kualitatif. Yang paling krusial adalah bagaimana masyarakat mampu berdiri sendiri setelah program berakhir. EWINDO mengukur keberhasilan tidak hanya dari output, tetapi juga dari outcome jangka panjang bagi komunitas.
“Yang paling penting ukurannya adalah bagaimana para mitra ini memiliki long-term capabilities, sehingga mereka mempunyai tingkat kemandirian yang cukup apabila kita menyelesaikan program ini,” pungkas Faisal. Pendekatan ini menjadi ciri khas EWINDO dalam membangun hubungan berkelanjutan dengan masyarakat.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang EWINDO
Apa itu EWINDO? EWINDO adalah singkatan dari PT East West Seed Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang benih dan program pemberdayaan masyarakat.
Bagaimana EWINDO melibatkan masyarakat dalam program sosial? EWINDO menempatkan masyarakat sebagai mitra, bukan sekadar penerima manfaat, melalui pendekatan co-creation dalam perancangan program.
Apa saja pilar keberlanjutan program EWINDO? Empat pilar utama EWINDO adalah listen, learn, adapt, dan measure untuk memastikan program berkelanjutan.
Di mana EWINDO menjalankan program sosialnya? EWINDO menjalankan program sosial di berbagai lokasi operasionalnya di seluruh Indonesia.
