Berita Eropa Amerika

Trump Disebut Cekcok dengan Menhan AS Perkara Amunisi-Rudal Menipis

Foto : Sandra Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Trump Disebut Cekcok dengan Menhan AS Soal Stok Amunisi Rudal Menipis
  2. FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Konflik Trump dan Hegseth
  3. Related Reading

Trump Disebut Cekcok dengan Menhan AS Soal Stok Amunisi Rudal Menipis

Kabarberita911.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan cekcok dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth karena menipisnya stok amunisi hingga rudal Washington untuk melawan Iran. Seorang sumber mengatakan kepada Washington Post yang dirilis pada Rabu (5/8) bahwa Trump bertengkar dengan Hegseth pada Jumat (31/7) lalu saat rapat kabinet di Camp David. Trump disebut marah kepada Hegseth karena ia tidak tahu-menahu tentang masalah menipisnya stok amunisi yang berpotensi membatasi manuver militer AS di Iran.

Detail Konflik di Balik Layar

Trump mengatakan bahwa ia mengira masalah amunisi “sudah diselesaikan” dan karena fakta ini, ia merasa telah disesatkan. Menurut Washington Post, masalah amunisi AS ini tampaknya menjadi salah satu alasan Trump batal melancarkan serangan terhadap Iran yang ia sebut “serangan terbesar sejak Perang Dunia II”. Serangan itu mestinya dilakukan akhir pekan lalu. Konflik ini menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi antara pimpinan tertinggi militer dan pemerintah AS.

Washington Post menemukan bahwa pada bulan pertama AS berperang dengan Iran, lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk dan lebih dari 1.000 rudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) telah ditembakkan. Setidaknya 1.300 rudal balistik taktis juga telah dikerahkan. Pada Selasa (4/8), Reuters melaporkan bahwa Angkatan Darat AS telah menggunakan “hampir seluruh” persediaan rudal jarak jauhnya untuk melawan Iran.

“Amunisi jarak jauh ini memungkinkan militer untuk melakukan serangan akurat dari jarak aman. Saat ditanya mengenai data stok senjata, Gedung Putih memberikan pernyataan Trump, yang menyebut bahwa AS memiliki ‘jauh lebih banyak amunisi daripada siapa pun di dunia’. AS juga diklaim memiliki jauh lebih banyak senjata dari yang dibutuhkan.”

Gedung Putih sementara itu sudah buka suara mengenai laporan Washington Post. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu menyatakan laporan tersebut palsu dan bahwa berita itu ditulis untuk menjatuhkan Hegseth. “Saya berada di Camp David bersama Presiden Trump dan Menteri Hegseth. Cekcok itu benar-benar tidak pernah terjadi. Kami bahkan sudah mengatakannya kepada Washington Post berulang kali,” ujar Leavitt di unggahan media sosial X.

Leavitt menambahkan bahwa kisah bohong ini disebar ke banyak media oleh seseorang yang jelas-jelas berniat menjelekkan Menteri, entah karena alasan apa. Sayangnya, Presiden menyukai Menteri dan berpikir dia melakukan pekerjaan yang luar biasa. Pernyataan ini menunjukkan dukungan kuat Trump terhadap Hegseth di tengah berbagai kritik yang muncul.

Implikasi Konflik Terhadap Kebijakan Militer AS

Konflik antara Trump dan Hegseth ini memiliki implikasi signifikan terhadap kebijakan militer AS di Timur Tengah. Menipisnya stok amunisi dan rudal dapat membatasi kemampuan AS dalam melakukan operasi militer jangka panjang. Hal ini juga dapat mempengaruhi hubungan AS dengan sekutu-sekutunya di kawasan tersebut.

Para analis militer menilai bahwa Trump Disebut Cekcok dengan Menhan ini merupakan indikasi adanya masalah struktural dalam sistem logistik militer AS. Meskipun Gedung Putih berusaha menepis laporan tersebut, fakta bahwa serangan terhadap Iran dibatalkan menunjukkan bahwa masalah amunisi memang serius.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Konflik Trump dan Hegseth

Apa penyebab utama Trump marah kepada Hegseth?

Trump marah karena Hegseth tidak memberitahu tentang menipisnya stok amunisi dan rudal yang digunakan untuk melawan Iran. Trump mengira masalah ini sudah diselesaikan sebelumnya.

Kapan konflik ini terjadi?

Konflik terjadi pada Jumat (31/7) saat rapat kabinet di Camp David, dan dilaporkan oleh Washington Post pada Rabu (5/8).

Berapa banyak rudal yang telah digunakan AS?

Lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk, lebih dari 1.000 rudal THAAD, dan setidaknya 1.300 rudal balistik taktis telah digunakan dalam konflik dengan Iran.

Bagaimana reaksi Gedung Putih terhadap laporan tersebut?

Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyatakan bahwa laporan Washington Post palsu dan ditulis untuk menjatuhkan Hegseth.

Apakah konflik ini mempengaruhi serangan terhadap Iran?

Ya, masalah amunisi menjadi salah satu alasan Trump batal melancarkan serangan terhadap Iran yang seharusnya dilakukan akhir pekan lalu.

Leave a Comment