Berita Bisnis

BPS Ungkap Cabai Rawit hingga BBM Picu Inflasi September 2026

pedasnya-harga-cabai-capai-rp-110-ribu-per-kilogram-10_169
Foto : Mary Thomas - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Harga Pangan dan BBM Non-Subsidi Dorong Inflasi September 2026
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Harga Pangan dan BBM Non-Subsidi Dorong Inflasi September 2026

Kabarberita911.com – Tekanan harga pada kebutuhan sehari-hari kembali terasa pada September 2026. Kenaikan sejumlah bahan pangan, terutama cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras, bersama penyesuaian harga bahan bakar minyak non-subsidi, menjadi faktor utama yang mengerek inflasi selama bulan tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2026 mencapai 0,30 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). Dalam perbandingan tahunan, inflasi tercatat sebesar 3,28 persen atau year-on-year (yoy). Angka ini menggambarkan bahwa perubahan harga tidak hanya terjadi pada satu jenis kebutuhan, melainkan melibatkan pangan dan energi yang berdekatan dengan pengeluaran rumah tangga.

Kelompok Makanan Menjadi Penyumbang Terbesar

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan sumbangan paling besar terhadap inflasi bulanan. Kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi 0,88 persen dengan andil sebesar 0,26 persen terhadap inflasi nasional pada September.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan komoditas pangan yang paling dominan menaikkan indeks harga konsumen berasal dari aneka cabai dan produk peternakan. Cabai rawit menyumbang inflasi sebesar 0,08 persen, disusul cabai merah sebesar 0,06 persen serta daging ayam ras sebesar 0,05 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen, cabai merah andil inflasi sebesar 0,06 persen, daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Kamis (1/10).

Selain tiga komoditas utama itu, tekanan harga pangan juga datang dari beras yang memberi andil 0,03 persen. Telur ayam ras menyumbang 0,02 persen, sementara ikan segar dan kangkung masing-masing memiliki andil 0,01 persen. Rangkaian kenaikan tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran untuk bahan masakan rumah tangga menjadi salah satu bagian yang paling terdampak dalam periode ini.

Produksi Cabai di Sejumlah Sentra Menurun

Kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah dipengaruhi penurunan produksi di beberapa wilayah sentra. Daerah yang disebut mengalami kondisi tersebut meliputi Garut, Temanggung, Bandung, Sampang, dan Magelang. Ketika pasokan dari wilayah produksi berkurang, harga cabai di tingkat konsumen dapat terdorong naik, terutama karena cabai merupakan bahan pangan yang banyak digunakan dalam konsumsi harian.

Pergerakan harga cabai kerap menjadi perhatian karena perubahan kecil dalam ketersediaan dapat cepat terlihat di pasar. Komoditas ini memiliki peran besar dalam kebutuhan rumah tangga dan usaha makanan, sehingga kenaikan harga dapat memengaruhi biaya belanja sekaligus biaya produksi bagi pelaku usaha kuliner.

Di sisi lain, harga daging ayam ras turut meningkat akibat tingginya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Kenaikan harga pakan ternak juga menambah tekanan pada biaya produksi ayam. Permintaan yang kuat dan biaya pemeliharaan yang lebih tinggi dapat menjadi kombinasi yang mendorong harga komoditas tersebut di pasar.

Ayam ras dan telur ayam ras termasuk bahan pangan yang sering dipilih masyarakat sebagai sumber protein. Karena itu, perubahan harga keduanya dapat langsung berpengaruh terhadap perencanaan belanja keluarga. Kenaikan pada daging ayam juga perlu dilihat bersama pergerakan telur, beras, ikan segar, serta sayuran agar gambaran biaya kebutuhan pangan sehari-hari menjadi lebih utuh.

Penyesuaian Harga Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex

Selain makanan, inflasi September 2026 juga dipengaruhi kenaikan harga BBM non-subsidi. Penyesuaian pada produk bahan bakar ini penting karena dapat berhubungan dengan biaya perjalanan bagi pengguna kendaraan serta biaya operasional pihak yang memakai jenis BBM tersebut.

Ateng menyebut kenaikan harga terjadi cukup besar pada beberapa produk. Pertamax Turbo naik sekitar 7 persen, Dexlite meningkat 20 persen, sedangkan Pertamina Dex bertambah kurang lebih 19 persen sepanjang bulan lalu.

“Pertamax Turbo mengalami kenaikan sekitar 7 persen, Dexlite mengalami kenaikan 20 persen, dan juga Pertamina Dex mengalami kenaikan sekitar 19 persen,” ungkap Ateng.

BBM non-subsidi memiliki karakter penggunaan yang berbeda-beda, tetapi kenaikan harganya tetap menjadi bagian dari perubahan biaya yang diperhitungkan konsumen dan pelaku usaha. Pengguna kendaraan pribadi, kegiatan distribusi tertentu, serta usaha yang bergantung pada mobilitas dapat merasakan dampak penyesuaian harga secara langsung melalui pengeluaran bahan bakar yang lebih besar.

Inflasi 0,30 persen secara bulanan pada September memperlihatkan bahwa tekanan harga datang dari beberapa arah sekaligus. Pangan segar terdampak persoalan produksi dan pasokan, sementara produk peternakan menghadapi peningkatan kebutuhan serta biaya pakan. Pada saat yang sama, perubahan harga energi menambah unsur pengeluaran lain di luar kebutuhan dapur.

Bagi masyarakat, perkembangan ini menjadi pengingat pentingnya memantau harga bahan pokok yang paling sering dibeli, khususnya cabai, beras, ayam, telur, ikan, dan sayuran. Perubahan harga antarwilayah maupun antarwaktu dapat berbeda, sehingga penyesuaian belanja rumah tangga biasanya lebih mudah dilakukan ketika kebutuhan prioritas sudah dipetakan lebih dulu.

Data inflasi September 2026 juga menegaskan besarnya peran komoditas sehari-hari dalam pembentukan perubahan harga secara nasional. Ketahanan pasokan pangan, kelancaran distribusi, dan perkembangan biaya produksi tetap menjadi unsur yang relevan untuk diperhatikan pada bulan-bulan berikutnya.

Frequently Asked Questions

What is BPS Ungkap Cabai Rawit hingga BBM Picu?

BPS Ungkap Cabai Rawit hingga BBM Picu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPS Ungkap Cabai Rawit hingga BBM Picu matter?

BPS Ungkap Cabai Rawit hingga BBM Picu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment