New Policy: Prabowo Kunjungan Rusia & AS, Posisi Netral Terhadap Putin dan Trump
New Policy – Dalam era New Policy, Prabowo Subianto mengungkapkan strategi luar negeri Indonesia yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral dengan berbagai negara besar. Pada kesempatan pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6), mantan komandan pasukan khusus ini menekankan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia berada dalam garis yang tetap utuh, meski menghadapi tekanan dari berbagai pihak. “New Policy ini tidak hanya tentang menghadapi situasi geopolitik, tapi juga tentang menjaga kesejahteraan rakyat Indonesia melalui kebijakan yang matang dan proaktif,” jelasnya.
Strategi Diplomasi di Tengah Ketegangan Global
Prabowo memperjelas bahwa New Policy tidak berarti Indonesia memihak satu negara terhadap yang lain. Dalam pernyataannya, ia menyatakan hubungan yang baik dengan Rusia, Amerika Serikat, serta Tiongkok sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan dalam politik global. “Saya baik dengan Putin, Trump, dan juga Pemimpin Tiongkok. New Policy ini adalah langkah untuk memastikan Indonesia tidak jatuh ke dalam konflik yang tidak perlu,” imbuhnya.
Kunjungan Prabowo ke Rusia dan Amerika Serikat dilakukan secara bertahap untuk membangun kesepahaman dan memperkuat kerja sama dalam berbagai sektor. Selama lawatan ke Rusia pada April 2026, ia menekankan pentingnya kerja sama ekonomi dan militer sebagai bagian dari New Policy. Sementara itu, kunjungan ke AS sebelumnya menunjukkan komitmen untuk memperbaiki hubungan diplomatik setelah sejumlah ketegangan yang terjadi.
Perspektif Kebijakan Kebangsaan
Prabowo mengatakan bahwa New Policy dibentuk untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada kepentingan nasional, tetapi juga memperhatikan dinamika hubungan antar negara. “New Policy ini akan mengubah cara Indonesia berperan di panggung internasional, dengan tetap menjaga keseimbangan dan keberlanjutan,” ujarnya.
Menurut Prabowo, keberhasilan New Policy bergantung pada kemampuan Indonesia untuk menjaga posisi netral sambil tetap berpartisipasi aktif dalam isu-isu global. Ia menyoroti bahwa kunjungan ke Rusia, Tiongkok, dan AS bukan sekadar simbol, tapi langkah konkret untuk memperkuat kemitraan dan menciptakan peluang ekonomi baru. “New Policy ini adalah pilihan strategis untuk menjaga stabilitas dan keberhasilan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan rakyat, Prabowo menekankan bahwa New Policy akan melibatkan semua pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat sipil. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ke negara-negara besar dianggap sebagai wujud kepercayaan terhadap kemampuan Indonesia dalam ber diplomasi. “New Policy ini mencakup semua aspek, dari pertahanan hingga ekonomi, untuk memastikan Indonesia tetap menjadi kekuatan yang stabil dan dihargai,” tambahnya.
Kunjungan Prabowo ke Rusia, Tiongkok, dan Amerika Serikat merupakan bagian dari perjalanan diplomatik yang terencana. Ia menegaskan bahwa New Policy memberikan ruang bagi Indonesia untuk berbicara dan menjadi mitra yang kredibel. “New Policy ini juga memperkuat kredibilitas Indonesia dalam menjaga keharmonisan hubungan dengan semua negara,” pungkasnya.
