Berita Bisnis

Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Tembus Rp414 T Lampaui Target

mendag-pede-harga-pangan-terkendali-hingga-akhir-tahun-1791979468184_169-1
Foto : James Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Nilai Transaksi TEI 2026 Capai US$22,94 Miliar dalam Lima Hari
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Nilai Transaksi TEI 2026 Capai US$22,94 Miliar dalam Lima Hari

Kabarberita911.com – Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 menutup penyelenggaraannya dengan nilai transaksi yang menembus US$22,94 miliar, setara sekitar Rp414,13 triliun dengan acuan kurs Rp18.053 per dolar AS. Pameran dagang yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada 14-18 Oktober 2026 itu melampaui target transaksi US$17,5 miliar atau sekitar Rp315,92 triliun.

Capaian tersebut berarti realisasi transaksi mencapai 131 persen dari target yang dipasang Kementerian Perdagangan. Hasil lima hari pameran juga mencerminkan besarnya minat pembeli internasional terhadap beragam produk yang dipamerkan oleh pelaku usaha Indonesia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah dalam nilai transaksi TEI 2026 mencapai US$510,79 juta. Selain nilai perdagangan yang tercatat, acara ini menghasilkan 426 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara eksportir dan importir.

“Capaian nilai transaksi selama lima hari yaitu sebesar US$22,94 miliar. Ini kalau dirupiahkan sekitar Rp414 triliun. Dari US$22,94 miliar ini ada transaksi dari UMKM senilai US$510,79 juta. Capaian ini melampaui target, sebesar 131 persen dari target,” kata Budi dalam penutupan TEI 2026 di ICE BSD, Tangerang, Minggu (18/10).

Kesepakatan Dimulai Sejak Hari Pertama

Aktivitas perdagangan sudah berlangsung kuat sejak pembukaan pameran. Pada hari pertama, transaksi yang dibukukan mencapai US$13,2 miliar melalui 168 penandatanganan MoU. Kesepakatan tersebut melibatkan pembeli dari 22 negara.

Penandatanganan lanjutan berlangsung selama agenda pameran hingga akumulasi nilainya mencapai US$22,94 miliar pada 18 Oktober. Bagi eksportir, MoU menjadi tahap penting karena menunjukkan komitmen bisnis antara pihak penjual dan calon pembeli, sekaligus membuka ruang tindak lanjut untuk realisasi perdagangan.

Budi menjelaskan, transaksi besar di TEI tidak hanya dibangun saat peserta berada di area pameran. Proses penjajakan telah dilakukan hingga satu tahun sebelumnya melalui program business matching. Perwakilan Indonesia di berbagai negara ikut mencari serta mempertemukan calon pembeli dengan eksportir dalam negeri.

Jaringan tersebut melibatkan duta besar, konsulat jenderal, atase perdagangan, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Pertemuan daring digunakan pada tahap awal agar pelaku usaha dapat mengenalkan produk dan berdiskusi dengan calon mitra sebelum bertemu langsung di TEI.

“Jadi eksportir ini sudah bertemu secara online, secara virtual dengan buyer yang ada di luar negeri. Sehingga ketika sampai di Trade Expo itu istilahnya kopi darat, bertemu, kemudian ada yang melihat pabriknya dulu, bertatap muka dan sebagainya, akhirnya melakukan penandatanganan MoU,” ujarnya.

India Menjadi Pasar dengan Transaksi Tertinggi

India menjadi negara dengan nilai transaksi paling tinggi dalam TEI 2026. Posisi berikutnya ditempati Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Komposisi ini memperlihatkan bahwa minat terhadap produk Indonesia datang dari pasar Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.

Produk makanan dan minuman menjadi salah satu kelompok dengan nilai transaksi terbesar. Selain itu, minat pembeli juga tertuju pada perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta produk kertas. Ragam sektor tersebut menunjukkan luasnya jenis barang yang ditawarkan eksportir Indonesia dalam pameran ini.

Partisipasi UMKM senilai US$510,79 juta menjadi bagian penting dari hasil TEI tahun ini. Keterlibatan pelaku usaha skala kecil dan menengah memberi ruang bagi produk lokal untuk bertemu langsung dengan calon pembeli luar negeri, sekaligus memperluas peluang ekspor di luar jaringan perdagangan yang telah mapan.

Peserta dan Pengunjung Meningkat

TEI ke-41 diikuti oleh 1.873 peserta pameran. Jumlah pengunjung mencapai 45.287 orang, naik 31,08 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Peningkatan kunjungan tersebut turut memperbesar kesempatan pertemuan bisnis antara produsen, pembeli, dan mitra perdagangan.

Jumlah pembeli dari luar negeri tercatat sebanyak 9.600 orang dari 151 negara. India menjadi negara asal pembeli terbanyak, diikuti Malaysia, Republik Rakyat China (RRT), Arab Saudi, dan Taiwan. Kehadiran pembeli dari berbagai kawasan menjadi faktor penting dalam memperluas akses pasar bagi peserta pameran.

Selain kegiatan pameran utama, Kementerian Perdagangan juga menyoroti pengembangan wirausaha melalui program Campuspreneur. Program ini menggandeng lebih dari 25 perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan kewirausahaan dan membantu pelaku usaha menemukan calon pembeli.

Pada TEI 2026, sebanyak 25 pelaku usaha binaan dari 20 perguruan tinggi memperoleh ruang di stan khusus Campus Preneur. Dari area tersebut, tercatat potensi transaksi senilai US$24,57 juta. Potensi ini menggambarkan peluang yang terbuka bagi usaha yang dibangun atau didampingi lingkungan kampus untuk memasuki pasar ekspor.

Budi menyatakan program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan berwirausaha, termasuk menyiapkan mereka menjadi eksportir. Pendampingan diberikan sejak tahap awal pengembangan usaha hingga upaya menemukan pembeli.

“Kepada para Dubes, para Konjen, saudara-saudara dari Atase Perdagangan, ITPC (Indonesian Trade Promotion Center), kepada para eksportir yang telah menyiapkan produknya dengan baik sehingga produk-produk tersebut diminati oleh para buyer,” ujarnya.

Agenda Berikutnya pada Oktober 2027

TEI 2026 merupakan pelaksanaan ke-41 sejak pameran ini pertama kali digelar pada 1985. Selama lebih dari empat dekade, acara tersebut menjadi salah satu wadah promosi dagang Indonesia untuk mempertemukan eksportir domestik dengan pembeli dari berbagai negara.

Kementerian Perdagangan telah menjadwalkan penyelenggaraan TEI berikutnya pada 13-17 Oktober 2027. Hasil tahun 2026 menempatkan pameran selanjutnya sebagai kesempatan untuk melanjutkan penjajakan bisnis, memperkuat hubungan dengan pembeli internasional, dan mendorong lebih banyak produk Indonesia masuk ke pasar ekspor.

Frequently Asked Questions

What is Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Tembus?

Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Tembus is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Tembus matter?

Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Tembus matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment