Berita Telekomunikasi

Komdigi Sebut Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar Internet Global

logo-komdigi_169
Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Indonesia Harus Bertransformasi, Bukan Sekadar Pasar Internet Global
  2. Related Reading

Indonesia Harus Bertransformasi, Bukan Sekadar Pasar Internet Global

Kabarberita911.com – Data terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan penetrasi internet di Indonesia telah menyentuh angka 81,72 persen pada tahun 2026. Dengan populasi pengguna yang mencapai 235 juta orang, capaian ini melampaui angka tahun 2024 yang hanya sebesar 79,5 persen atau setara dengan 221 juta jiwa. Peningkatan signifikan ini menjadi dasar bagi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh terus-menerus menjadi sekadar pasar bagi korporasi global.

Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menyampaikan pandangan tersebut dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-30 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Acara yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada Kamis (6/8) ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menggarisbawahi peran strategis industri internet nasional. Ismail menekankan pentingnya Indonesia memiliki kedaulatan digital yang kuat.

Konektivitas sebagai Fondasi Transformasi

Ismail menekankan bahwa akses internet kini telah menjadi kebutuhan mendasar bagi hampir seluruh aktivitas masyarakat. Tanpa koneksi yang stabil dan memadai, masyarakat akan kesulitan mengakses berbagai konten, kreativitas, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, fondasi ini telah dibangun oleh para anggota APJII selama bertahun-tahun.

“Jadi ini adalah prasyarat yang dibangun oleh teman-teman [APJII]. Dan kalau begitu saja pemerintah enggak bisa apresiasi, keterlaluan,” ujar Ismail dalam keterangannya.

Pemerintah juga meminta seluruh penyedia layanan internet yang tergabung di bawah APJII untuk lebih aktif mengawasi pemanfaatan internet. Ismail menjelaskan bahwa kualitas internet tidak hanya diukur dari kecepatan koneksinya, tetapi juga dari bagaimana masyarakat memanfaatkannya. Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap konten negatif yang berpotensi memengaruhi generasi mendatang dan bahkan merusak nilai-nilai budaya.

“Ini satu hal yang sangat berat. Enggak bisa ditangani pemerintah sendiri. Hanya bisa kalau bersatu-padu di antara elemen-elemen urusan digital ini,” tambahnya.

Tantangan ke Depan: Kualitas di Atas Kuantitas

Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menyambut positif peningkatan jumlah pengguna internet. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan kuantitas harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, serta penguatan kapasitas digital masyarakat.

“Peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat,” tegas Arif.

Menurut Arif, fase ekspansi akses telah selesai. Tantangan selanjutnya adalah menghadirkan konektivitas berkualitas yang menjadi fondasi transformasi digital Indonesia. APJII berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan internet hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada lagi kesenjangan digital antarwilayah.

Asosiasi ini juga mendukung berbagai program strategis Komdigi, seperti inisiatif Kampung Internet. Selain itu, APJII mendorong ketersediaan layanan internet berkecepatan hingga 100 Mbps dengan harga yang semakin terjangkau bagi masyarakat. Dukungan lain diberikan melalui pengelolaan Indonesia Internet Exchange (IIX), sebuah titik interkoneksi nasional yang memastikan lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri. Hal ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan keandalan koneksi internet Indonesia.

Frequently Asked Questions

Berapa persen penetrasi internet Indonesia pada tahun 2026? Penetrasi internet Indonesia mencapai 81,72 persen pada tahun 2026, meningkat dari 79,5 persen di tahun 2024.

Apa yang dimaksud Indonesia tidak boleh hanya jadi pasar internet global? Indonesia harus memiliki kedaulatan digital dan tidak hanya menjadi konsumen produk teknologi dari luar negeri, tetapi juga berkembang sebagai produsen dan inovator digital.

Berapa jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2026? Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 235 juta orang pada tahun 2026.

Apa itu Indonesia Internet Exchange (IIX)? IIX adalah titik interkoneksi nasional yang memastikan lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri, sehingga meningkatkan efisiensi dan kecepatan koneksi.

Program apa yang didukung APJII bersama Komdigi? APJII mendukung program Kampung Internet dan mendorong ketersediaan layanan internet berkecepatan hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau.

Leave a Comment