Berita Peristiwa

Gempa M5,0 di Jepara Jateng, Tak Berpotensi Tsunami

f26faae5-d7b3-4ba6-b508-e53f4ff585e4_169
Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Gempa M5,0 di Jepara Tidak Memicu Potensi Tsunami
  2. Related Reading

Gempa M5,0 di Jepara Tidak Memicu Potensi Tsunami

Kabarberita911.com – Seseorang yang sedang beraktivitas di Jepara, Jawa Tengah, mungkin merasakan guncangan ringan pada malam hari Jumat (7/8/2026). Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah tersebut. Berdasarkan informasi resmi yang diunggah melalui akun X Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kejadian ini tercatat pukul 21.07 WIB. Kedalaman hiposentrum gempa mencapai 540 kilometer, yang menunjukkan bahwa ini merupakan gempa bumi dalam.

Lokasi episentrum berada di perairan laut yang terletak di sebelah barat laut Jepara. Dalam siaran pers yang diterima Jumat malam, BMKG menyampaikan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat sekitar yang mungkin khawatir akan adanya gelombang besar setelah gempa.

Karakteristik Gempa dan Intensitas Guncangan

Berdasarkan analisis lokasi episenter serta kedalaman hiposentrum, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dalam yang disebabkan oleh aktivitas deformasi di dalam lempeng tektonik. Hasil analisis mekanisme sumber juga mengonfirmasi bahwa pergerakan yang terjadi merupakan jenis normal fault atau pergerakan turun. Jenis gempa ini umumnya tidak berbahaya karena terjadi jauh di bawah permukaan bumi.

“Hingga pukul 21:20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

Guncangan gempa dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI di wilayah Jepara dan Demak. Pada skala tersebut, getaran terasa jelas di dalam rumah dan memberikan kesan seolah-olah ada truk yang sedang melintas. Sementara itu, intensitas skala II MMI juga dilaporkan terjadi di Batang, Jawa Tengah, di mana getaran dirasakan oleh sebagian penduduk dan benda-benda ringan yang digantung mulai bergoyang.

Reaksi Masyarakat dan Langkah Pencegahan

Masyarakat Jepara yang merasakan guncangan umumnya tidak panik mengingat kedalaman gempa yang cukup besar. Gempa dengan kedalaman 540 kilometer cenderung memberikan guncangan yang lebih ringan di permukaan dibandingkan gempa dangkal dengan magnitudo sama. Namun, BMKG tetap menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan mengetahui jalur evakuasi jika terjadi gempa di masa depan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai gempa bumi dan potensi bencana, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG atau mengikuti akun media sosial mereka. CNN Indonesia juga akan terus memperbarui informasi terkait kejadian ini.

Frequently Asked Questions

Apa itu gempa bumi dalam? Gempa bumi dalam adalah gempa yang terjadi pada kedalaman lebih dari 300 kilometer di bawah permukaan bumi. Gempa jenis ini umumnya tidak menyebabkan kerusakan parah karena energi yang sampai ke permukaan sudah berkurang.

Mengapa gempa M5,0 tidak berpotensi tsunami? Tsunami biasanya dipicu oleh gempa dangkal yang terjadi di dasar laut dengan pergerakan vertikal yang signifikan. Gempa dalam seperti yang terjadi di Jepara dengan kedalaman 540 kilometer jarang menghasilkan gelombang tsunami.

Bagaimana cara mengetahui intensitas gempa? Intensitas gempa diukur menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang menunjukkan seberapa kuat guncangan dirasakan di permukaan. Skala II-III MMI berarti getaran terasa jelas di dalam rumah.

Apakah perlu khawatir dengan gempa susulan? Menurut BMKG, hingga pukul 21:20 WIB tidak ada aktivitas gempa susulan. Namun, masyarakat tetap disarankan untuk tetap waspada selama beberapa hari setelah gempa utama.

Leave a Comment