Entourage Klarifikasi Isu Diskriminasi WNI di Event Lari Bali
Kabarberita911.com – Komunitas penyelenggara event lari di kawasan Canggu, Bali, telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan perlakuan tidak adil terhadap warga negara Indonesia. Komunitas ini sebelumnya menolak beberapa peserta WNI yang ingin bergabung dengan acara mereka, sehingga memicu kecaman dari berbagai pihak.
Melalui unggahan di platform Instagram, Entourage menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud mendiskriminasi siapa pun. Mereka menyampaikan penyesalan mendalam atas kekecewaan yang dialami calon peserta.
“Pertama dan terpenting, kami sangat menyesal atas orang-orang yang telah tersinggung dan terluka, dan kami tidak pernah bermaksud untuk tidak menghormati atau melakukan diskriminasi terhadap siapa pun,” tulis Entourage dalam unggahannya.
Menjelaskan Konsep Komunitas Digital Nomad
Entourage menjelaskan bahwa komunitas ini didirikan sebagai wadah bagi para digital nomad yang baru tiba di Bali. Tujuan utamanya adalah menghubungkan para nomad digital untuk melakukan berbagai aktivitas menyenangkan bersama-sama.
Mereka menekankan bahwa status sebagai digital nomad tidak ditentukan oleh kewarganegaraan. Komunitas mereka sendiri terdiri dari anggota yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menurut penjelasan mereka, tidak semua acara memiliki aturan yang sama. Beberapa kegiatan bersifat terbuka dan gratis untuk siapa saja, sementara yang lain menerapkan persyaratan tertentu sesuai tujuan acara. Sebagai contoh, ada acara yang dirancang khusus untuk pekerja lepas digital, sedangkan yang lain seperti jalan santai dan lokakarya wanita ditujukan untuk peserta perempuan.
Isu Teknis dalam Proses Seleksi
Entourage mengakui adanya masalah teknis yang menyebabkan beberapa nomor telepon dengan kode +62 ditolak secara tidak sengaja. Mereka menjelaskan bahwa sistem persetujuan otomatis untuk grup WhatsApp dan acara non-aktif tidak berfungsi dengan sempurna.
Mereka menyebut bahwa event Disco Silent Run yang digelar pada Rabu, 22 Juli 2026, merupakan acara berbayar pertama mereka. Dalam acara tersebut, peserta WNI mencapai persentase 25 persen dari total peserta.
“Meskipun kami mencoba menciptakan tempat di mana para digital nomad dapat bertemu, terjadi bias yang menyebabkan beberapa (dan bukan semua) nomor +62/orang Indonesia ditolak secara tidak benar,” katanya.
Langkah Konkret yang Diambil
Komunitas Entourage kini telah menghentikan sementara seluruh acara dan kegiatan mereka. Mereka berkomitmen untuk bertanggung jawab atas kekeliruan yang terjadi dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya.
“Kami menghentikan sementara semua acara dan kegiatan kami. Kami bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya,” katanya.
Mereka juga menyebutkan bahwa setiap pekan selalu berkolaborasi dengan pengusaha lokal serta badan amal untuk memberikan kontribusi positif bagi Bali.
Protes dari Anggota DPD RI
Isu diskriminasi ini semakin mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan yang menunjukkan calon peserta diseleksi berdasarkan kewarganegaraan. Dalam salah satu tangkapan layar, seorang warga Indonesia ditolak akses ke komunitas, sementara seorang warga Jerman justru diterima.
Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik, melayangkan protes keras atas dugaan tersebut. Ia meminta Imigrasi Bali Ngurah Rai dan Polda Bali untuk turun tangan dan mendalami dugaan kegiatan yang tidak berizin.
Ni Luh Djelantik telah melaporkan dugaan diskriminasi kepada Imigrasi dan Polda Bali. Ia juga menyampaikan pesan tegas kepada para warga negara asing yang menolak keanggotaan WNI.
“Dan kepada para WNA yang tidak menerima keanggotaan WNI, kalian melakukannya di Bali, ini adalah tanah air kami,” ujar Ni Luh lewat akun instagramnya.

