Berita Bisnis

Bos BGN Sudaryono Ungkap Kelanjutan Keterlibatan TNI-Polri di MBG

Foto : Michael Lopez - kabarberita911.com

Bos BGN Sudaryono Ungkap Kelanjutan Keterlibatan TNI-Polri dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kabarberita911.com – Ketika ditanya mengenai kelanjutan partisipasi unsur militer dan kepolisian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, Sudaryono memberikan respons yang tidak terlalu tegas. Ia tidak secara langsung menyatakan apakah kedua lembaga tersebut akan terus dilibatkan ke depannya. Namun, ia memberikan indikasi bahwa keterlibatan berbagai pihak dapat terus berlanjut selama tujuannya adalah memastikan program berjalan optimal. Sebagai kepala Badan Gerakan Nasional (BGN), Sudaryono memiliki tanggung jawab besar dalam mengkoordinasikan berbagai elemen masyarakat untuk kesuksesan program ini.

“Intinya adalah semua pihak (terlibat), bagaimana caranya barang ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar Sudaryono di kantor BGN, Jakarta Pusat pada Rabu (22/7).

Pengalaman Distribusi Pompa Pertanian

Sudaryono kemudian mengaitkan hal ini dengan pengalamannya ketika menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Pada masa itu, kementerian yang dipimpinnya melibatkan TNI dan Polri dalam proses pembagian pompa pertanian. Alasan utamanya sangat sederhana, yaitu minimnya anggaran yang tersedia untuk membiayai distribusi sebanyak 70 ribu unit pompa. Pengalaman ini menjadi referensi penting bagi Sudaryono dalam memahami bagaimana keterlibatan TNI-Polri dapat membantu program pemerintah lainnya.

“Kami bagi lewat TNI dan Polri karena apa? Karena enggak ada anggarannya. Jadi ongkos untuk membaginya enggak ada,” jelas Sudaryono.

Respons Mahasiswa terhadap Keterlibatan Militer dan Kepolisian

Menurut Sudaryono, ia pernah menerima pertanyaan dari seorang mahasiswa yang menanyakan alasan di balik keputusan kementerian melibatkan TNI dan Polri dalam distribusi pompa tersebut. Sebagai jawaban, Sudaryono menawarkan alternatif lain, yaitu menggunakan mahasiswa sebagai tenaga pendistribusian tanpa memerlukan gaji. Tawaran ini menunjukkan bahwa Sudaryono terbuka terhadap berbagai solusi untuk mengatasi keterbatasan anggaran.

“Ya sudah kalau gitu tentaranya sama polisinya enggak usah bantu deh. Nanti saya kerahkan mahasiswa enggak pakai gaji, mau enggak?” ujar Sudaryono.

Mahasiswa tersebut kemudian menolak tawaran tersebut karena tidak bersedia menjalankan tugas tanpa imbalan. Politikus Partai Gerindra ini kembali menegaskan bahwa tujuan utama melibatkan TNI dan Polri dalam MBG adalah untuk memastikan seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi demi kesuksesan program. Keterlibatan mereka bukan sekadar bantuan logistik, tetapi juga bentuk sinergi antar lembaga negara.

Tujuan dan Dampak Program MBG

Keterlibatan berbagai pihak dalam MBG memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, memastikan ketepatan sasaran bagi penerima manfaat. Kedua, menjamin penyediaan makanan yang aman dan berkualitas. Ketiga, memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara optimal. Dengan melibatkan TNI-Polri, program ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan memastikan distribusi berjalan lancar.

Selain aspek gizi dan keamanan pangan, Sudaryono juga menyebutkan bahwa program MBG diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di daerah. Pemberdayaan UMKM, petani, serta peternak menjadi salah satu target yang ingin dicapai melalui program ini. Dengan demikian, MBG tidak hanya menjadi program sosial, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal.

Kesimpulannya, Bos BGN Sudaryono Ungkap Kelanjutan Keterlibatan TNI-Polri dalam program MBG menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga negara akan terus dijaga. Selama tujuannya jelas dan manfaatnya terasa bagi masyarakat, keterlibatan berbagai pihak akan terus berlanjut. Program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang efektif untuk program-program pemerintah di masa depan.

Leave a Comment