Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Saat Turun Pendakian
New Policy – Sebuah kejadian yang menimbulkan perhatian besar terjadi di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menghilang selama turun dari jalur pendakian. New Policy yang baru diterapkan dalam operasi pencarian dan pertolongan di area gunung ini berperan penting dalam mempercepat respons tim penyelamatan. Mahasiswa yang bernama Arief Wibisono, angkatan 2024 dari Program Magister Teknik Lingkungan, hilang pada hari Sabtu (9/5) sekitar pukul 16.00 WIB saat mengembalikan perjalanan dari Puncak Mega. Kehilangan ini menjadi sorotan karena New Policy yang lebih efisien dalam koordinasi antar instansi.
Proses Pencarian dan Upaya Penyelamatan
Operasi pencarian dimulai sejak pagi hari Minggu (10/5) dengan melibatkan tim SAR gabungan, ranger basecamp, serta pihak kampus. New Policy mendorong penggunaan teknologi seperti drone dan sensor GPS untuk meningkatkan efektivitas pencarian. Tim SAR melakukan penyisiran di sekitar jalur turun, sementara pihak ITB memberikan informasi terkini mengenai kondisi korban kepada penyelidik. Korban yang berjalan sendirian meninggalkan dua temannya saat turun, sehingga memperumit pencarian. Meski cuaca berawan, New Policy memastikan persiapan yang lebih matang untuk menghadapi situasi darurat di gunung.
“Kami telah mengaktifkan New Policy untuk mempercepat proses penyelamatan dan meminimalkan risiko bagi pendaki,” kata Kepala SAR Bandung Ade dalam pernyataannya.
Ade menjelaskan bahwa New Policy mencakup protokol khusus seperti penggunaan satelit komunikasi, titik pengawasan terpadu, dan pembagian tugas berdasarkan zona. Penyelidik juga menggali kemungkinan korban terjebak di hutan atau mengalami kecelakaan di lereng yang curam. Dalam upaya menyelamatkan Arief, tim SAR mengutamakan area dengan kemungkinan tertinggalnya korban, termasuk kawasan hutan yang sering menjadi lokasi kejadian serupa.
Profil Korban dan Jalur Pendakian
Arief Wibisono adalah mahasiswa ITB yang melakukan pendakian bersama dua temannya. Rombongan tersebut memulai perjalanan sejak pagi hari Sabtu (9/5) dengan rencana mengeksplorasi jalur pendakian yang dikenal sebagai destinasi favorit para pecinta alam. Menurut Ade, waktu yang dihabiskan di puncak sekitar empat jam dan turun selama dua jam. Arief meninggalkan temannya di basecamp sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sendirian. Hal ini memicu kekhawatiran karena jalur turun di Gunung Puntang dikenal rawan akibat kondisi medan yang terjal dan kelembapan tinggi.
Proses pencarian membutuhkan strategi yang lebih canggih dalam menyesuaikan dengan New Policy yang mengutamakan kecepatan dan akurasi. Tim SAR menggunakan data historis tentang kejadian serupa di Gunung Puntang untuk mengidentifikasi zona kritis. Selain itu, mereka menganalisis kemungkinan korban terluka atau terdampar di area yang kurang terjangkau. New Policy juga mencakup pelatihan berkala bagi pendaki ITB untuk mengurangi risiko hilang di gunung. Meski demikian, kejadian ini menunjukkan bahwa persiapan tetap bisa ditingkatkan.
Proses penyisiran memakan waktu hampir 24 jam setelah korban menghilang. Selama pencarian, tim SAR melibatkan warga setempat yang memahami topografi dan kondisi cuaca. New Policy mencakup program kerja sama antara SAR dan komunitas pendaki untuk membangun jaringan informasi real-time. Para pendaki juga dilatih dalam penggunaan peralatan keselamatan, seperti kompas dan alat komunikasi. Meski begitu, kejadian ini mengingatkan bahwa New Policy masih dalam tahap penerapan dan perlu diuji coba lebih lanjut.
Gunung Puntang menjadi lokasi yang sering dikunjungi karena keindahan alamnya dan aksesibilitas yang relatif baik. New Policy mencoba mengintegrasikan aspek keamanan dan kesehatan dalam setiap aktivitas pendakian. Selain itu, perusahaan-perusahaan terkait seperti Perum Perhutani memberikan dukungan dalam menjaga jalur dan memperbaiki infrastruktur. Para pendaki juga dianjurkan untuk mematuhi aturan baru seperti penggunaan alat penerangan dan pemantauan kondisi cuaca. Namun, Arief menghilang meski sudah mengikuti protokol keamanan yang dianut selama beberapa hari terakhir.
Para ahli kesehatan dan penyelamatan terus memberikan pertimbangan dalam menghadapi kondisi yang mungkin terjadi. New Policy menekankan pentingnya respons cepat dan kolaborasi antara SAR, kampus, dan pelapor. Dalam kasus ini, komunikasi antar tim berjalan lancar karena implementasi New Policy yang telah disusun sebelumnya. Meski kejadian ini belum menemukan titik terang, pihak SAR optimis bahwa dengan New Policy, penemuan korban bisa dilakukan dalam waktu dekat.