Istri Murka Suami Diculik, Balas Sekap Ibu Bos Kartel Narkoba
Wilayah Berdarah di Meksiko Selatan
Istri Murka Suami Diculik – Di San Miguel Totolapan, sebuah desa di provinsi Guerrero, Meksiko selatan, warga telah membentuk kelompok vigilante sebagai respons terhadap kekerasan kartel narkoba. Wilayah ini dikenal sebagai tempat tempat tinggal para pelaku kejahatan yang beroperasi dengan brutal, termasuk persaingan untuk menguasai perdagangan opium. Penculikan dan penghilangan orang sebagai tebusan sudah menjadi rutinitas di sini.
Kasus Penculikan yang Memicu Perlawanan
Tahun 2016, situasi memanas saat seorang insinyur dari desa, Isauro De la Paz Duque, diculik oleh Raybel Jacobo de Almonte, bos kartel yang dikenal sebagai “El Tequilero.” Warga kemudian melakukan tindakan balasan dengan menculik ibu dari Raybel, María Félix de Almonte. Ini bukan sekadar penjara biasa, melainkan bentuk perlawanan terhadap kekejaman geng tersebut.
“Ibumu ada di sini, Tuan yang dikenal sebagai El Tequilero,” ujar Yadira Guillermo Garcia, wanita yang suaminya diculik geng itu, dalam video yang ditayangkan stasiun TV lokal.
Para penduduk desa mengungkapkan rasa marah mereka terhadap kekejaman yang telah menimpa keluarga. “Mereka telah mempermalukan kami, membunuh keluarga kami, dan kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi,” tambah warga lainnya. Polisi setempat mengambil langkah intensif untuk melacak El Tequilero, termasuk menggunakan helikopter selama beberapa minggu, namun belum berhasil menangkapnya.
Upaya Konsensus untuk Memecahkan Ketegangan
Setelah pihak berwenang mengirimkan lebih dari 200 petugas polisi dan tentara ke San Miguel Totolapan, tim negosiasi dibentuk untuk membicarakan perundingan antara kelompok perlawanan dan kartel narkoba. Tujuan utama adalah memastikan tidak ada korban serius, terutama terhadap ibu dari bos geng tersebut.
Kasus ini berakhir dengan penyelesaian setelah ibu dari El Tequilero dibebaskan sebagai tukar tambah dengan Isauro De la Paz Duque. Meski demikian, kelompok hak asasi manusia mengkritik tindakan warga yang justru memperburuk siklus kekerasan di wilayah Guerrero.
