Berita Travel

Nirmal, Pendaki Dunia Modern Ternama Asal Nepal Tewas di Pakistan

Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Nirmal Purja, Sang Legenda Himalaya, Meninggal dalam Longsor Salju di Pakistan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Nirmal Purja, Sang Legenda Himalaya, Meninggal dalam Longsor Salju di Pakistan

Kabarberita911.com – Nirmal Purja, pendaki berumur 43 tahun asal Nepal yang telah mengukir sejarah dengan menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia, dinyatakan tewas setelah longsoran salju menerjang ekspedisinya di Pakistan. Sosok yang dijuluki “Legenda Himalaya” ini termasuk dalam sepuluh pendaki yang hilang akibat bencana tersebut pada Kamis pekan lalu.

Ketika longsor terjadi sekitar tengah hari waktu setempat, para pendaki diperkirakan berada di Puncak Broad yang memiliki ketinggian 8.047 meter di wilayah utara Pakistan. Yayasan Nimsdai, yang didirikan oleh Purja pada tahun 2022, resmi mengonfirmasi kematian pendaki ternama era modern ini.

“Hari ini, kita berduka bukan hanya atas Nims, tetapi juga setiap nyawa yang hilang dalam tragedi ini termasuk rekan pendaki dan pemandu tepercayanya,” demikian pernyataan yang diunggah melalui Instagram pada Minggu (2/8).

Unggahan tersebut juga menambahkan bahwa warisan Purja akan terus hidup dalam kehidupan tak terhitung yang telah ia ubah, serta bagi mereka yang terinspirasi untuk mendaki gunung mereka sendiri.

Para Korban dan Upaya Penyelamatan

Selain Purja, tiga pendaki lain telah dikonfirmasi tewas dalam insiden yang sama. Mereka adalah Nadhira Al Harty dari Oman, Pur Bahadur Gurung ‘Yukta’ dari Nepal, serta Sarah Mallory Geis dari Amerika Serikat.

Menurut laporan CNN pada akhir pekan, operasi penyelamatan untuk enam pendaki yang masih tersisa terus berlangsung. Pada Sabtu (1/8), petugas darurat telah menyampaikan kekhawatiran mengenai kemungkinan longsoran salju tambahan yang dapat menghambat proses evakuasi.

Seorang pendaki gunung Pakistan memperingatkan bahwa peluang para pendaki yang tersisa untuk bertahan hidup “sangat tipis sekarang.” Naila Kiani, juru bicara Klub Alpine Pakistan, menjelaskan kepada BBC bahwa pegunungan Pakistan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan Nepal.

“Beberapa daerah tersebut masih rawan longsoran salju, jadi tim penyelamat kami harus sangat berhati-hati untuk menilai apakah mereka membahayakan nyawa mereka,” ujar Kiani.

Sang Pendaki yang Mengubah Sejarah

Purja merupakan mantan tentara Angkatan Darat Inggris yang meraih ketenaran di dunia pendakian melalui serangkaian perjalanan ke puncak-puncak gunung tertinggi. Ia juga dikenal karena memecahkan berbagai rekor ketahanan.

Pada tahun 2019, namanya tercatat dalam sejarah setelah berhasil mendaki seluruh 14 puncak dunia yang tingginya melebihi 8.000 meter (26.300 kaki) hanya dalam waktu enam bulan. Badan antariksa AS (NASA) menjuluki puncak-puncak tersebut sebagai Eight Thousanders. Perjalanan dan pendakiannya kemudian diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul “14 Peaks: Nothing is Impossible.”

Kiani, yang pernah mendaki “panggung dunia” bersama Purja, menggambarkan koleganya sebagai sosok yang “sangat tak takut apapun” atau fearless. Ia juga menyebutkan bahwa Purja dikenal dengan semangat “Membuat sesuatu yang mustahil jadi bisa dilakukan.”

Menghormati Sherpa dan Misi Personal

Dalam wawancara dengan CNN pada 2019, mendiang Purja mengungkapkan keinginannya untuk mengerahkan yayasannya guna menghormati keterampilan masyarakat Sherpa di Nepal. Sherpa adalah suku etnis yang menjadi pemandu dan pembawa barang andal bagi para pendaki di pegunungan Himalaya.

“Meskipun mereka adalah pendaki top, mereka tidak mendapatkan pengakuan yang layak,” kata Purja kala itu. “Semoga–saya pikir–saya bisa mengangkat nama mereka,” imbuhnya.

Sebelum tragedi pada tengah pekan lalu, Purja baru saja mencetak rekor dengan mencapai puncak tertinggi dunia ke-13 di atas 8.000 meter di Gasherbrum II. Gasherbrum II merupakan salah satu dari tiga puncak tertinggi pegunungan Gasherbrum yang terletak di antara perbatasan Gilgit-Baltistan, Pakistan, dan Xinjiang, China.

Sementara itu, Al Harthy, pendaki perempuan asal Oman yang dikonfirmasi tewas bersama Purja, pernah menyampaikan dalam wawancara dengan CNN bahwa ia ingin memberdayakan perempuan dan gadis Muslim lainnya melalui kegiatan pendakiannya, termasuk 32 keponakannya, untuk menekuni olahraga ketahanan.

“Iman kita… itu membuat Anda bangkit kembali. Itu memberi Anda kekuatan, itu memberi Anda kekuasaan,” kata Al Harthy pada tahun 2021. “[Keponakan-keponakan saya] sangat kuat, dan mereka memperjuangkan hak-hak mereka,” tambahnya. “Saya selalu bangun di pagi hari dan berkata, ‘Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, saya di sini.’…”

Frequently Asked Questions

What is Nirmal Pendaki Dunia Modern Ternama Asal?

Nirmal Pendaki Dunia Modern Ternama Asal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Nirmal Pendaki Dunia Modern Ternama Asal matter?

Nirmal Pendaki Dunia Modern Ternama Asal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment