Media Iran Cemooh Trump Pindah Pesawat Pakai Truk Katering
Iran Mengolok-olok Trump yang Pindah Pesawat Lewat Truk Katering
Peristiwa yang Menjadi Bahan Olok-olokan Media Iran
Kabarberita911.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi bahan tertawaan media resmi pemerintah Iran setelah diketahui pindah pesawat menggunakan truk katering. Peristiwa ini terjadi saat sang presiden pulang dari Turki menuju Washington beberapa waktu lalu. Trump awalnya naik ke Air Force One lama di Ankara dengan sorotan kamera yang mengarah padanya.
Namun, beberapa saat kemudian ia diam-diam turun dari pesawat tersebut. Sang presiden kemudian masuk ke dalam truk katering dan diantar ke pesawat Angkatan Udara AS yang ukurannya lebih kecil, yaitu C-32A. Pesawat tersebut diparkir tidak jauh dari lokasi Air Force One lama. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi ancaman yang mengintai.
Media Iran Membuat Meme dan Menjadikannya “Skandal”
Media Iran bahkan menciptakan meme yang menggambarkan Trump tampak ketakutan sambil naik truk katering untuk berpindah pesawat. Seorang presenter televisi pemerintah Iran menyampaikan pandangannya mengenai peristiwa ini. Ia menyoroti bagaimana kejadian ini menjadi perhatian besar di kalangan media Iran.
“Sekali lagi, Trump, dengan skandal barunya, menjadi topik utama di media AS belakangan ini. Skandal ini bermula dari kekhawatiran terhadap kekuatan militer Iran, kekuatan yang membuat Trump diam-diam mengganti pesawatnya saat kembali dari Turki bulan lalu,” ujar presenter tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Presenter itu juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi sumber “rasa malu” bagi Trump. Ancaman rudal panggul atau MANPADS terhadap pesawat Air Force One mendorong pasukan Pengamanan Presiden AS atau Secret Service untuk memindahkan Trump secara diam-diam ke jet pemerintah yang lebih kecil.
Asal Usul Ancaman dan Reaksi Pejabat AS
Ancaman tersebut muncul pada hari terakhir kunjungan Trump ke Ankara. Saat itu, sang presiden menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Seorang sumber yang mengetahui masalah ini menjelaskan bahwa Secret Service menilai laporan intelijen Israel mengenai ancaman tersebut sangat kredibel dan mendesak.
Evaluasi ini memicu operasi luar biasa untuk menyembunyikan pergerakan presiden AS dari pandangan publik. The New York Times melaporkan bahwa para pejabat AS merasa khawatir setelah mengetahui pihak Iran mengetahui lokasi tempat Trump menginap di Ankara. Informasi ini bahkan mencakup detail mengenai lantai hotel yang digunakan.
Respons Iran dan Situasi di Teheran
Teheran hingga saat ini belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan ancaman maupun pergantian pesawat yang dilakukan. Gedung Putih juga tidak dapat segera dihubungi di luar jam kerja. Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa ketegangan masih berlangsung.
Sementara itu, suasana di Teheran menunjukkan ketegangan yang terlihat dari berbagai balho dan mural yang tersebar di sekitar kota. Karya seni jalanan tersebut menyasar presiden AS dan Israel dengan menampilkan gambar-gambar yang beragam. Di antaranya, ada Trump yang terbujur di dalam peti mati serta sosoknya yang sedang tenggelam di laut.
Pada bulan lalu, Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, bersumpah akan membalas dendam atas kematian ayahnya. Ayah sekaligus pendahulunya tersebut tewas pada hari pertama perang. Hal ini menambah kompleksitas hubungan antara kedua negara.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa yang menyebabkan Trump pindah pesawat menggunakan truk katering?
Trump pindah pesawat karena adanya ancaman rudal panggul (MANPADS) yang dinilai kredibel oleh Secret Service berdasarkan laporan intelijen Israel. Ancaman ini membuat sang presiden berpindah secara diam-diam ke pesawat C-32A yang lebih kecil.
Di mana peristiwa ini terjadi?
Peristiwa ini terjadi di Ankara, Turki, saat Trump pulang dari kunjungan resmi menuju Washington. Pesawat C-32A diparkir tidak jauh dari Air Force One lama.
Bagaimana media Iran merespons peristiwa ini?
Media Iran Cemooh Trump Pindah Pesawat dengan membuat meme dan menjadikannya sebagai “skandal”. Presenter televisi pemerintah Iran menyebut kejadian ini sebagai sumber “rasa malu” bagi Trump.
Apakah Iran memberikan tanggapan resmi?
Hingga saat ini, Teheran belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan ancaman maupun pergantian pesawat yang dilakukan oleh Trump.
