Iran Bantah Selat Hormuz Ada di Bawah Kendali AS
Table of Contents
Iran Menegaskan Kedaulatan atas Selat Hormuz di Tengah Klaim Amerika
Kabarberita911.com – Sebuah pernyataan resmi dari komando militer gabungan Iran, Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, menegaskan bahwa tidak ada kapal yang boleh melewati Selat Hormuz tanpa persetujuan dari Teheran. Pernyataan ini datang sebagai tanggapan langsung terhadap klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyatakan Amerika Serikat memegang “kendali penuh” atas jalur perairan strategis tersebut.
Klaim Washington dianggap tidak berdasar oleh pihak Iran. Dalam dokumen resminya, komando militer tersebut menyebut bahwa narasi Amerika mengenai pelayaran normal kapal-kapal hanyalah kebohongan dan kepalsuan belaka. Teheran menekankan bahwa hak-hak maritimnya tidak dapat diganggu gugat oleh negara manapun, termasuk kekuatan besar seperti Amerika Serikat.
Tanggapan Komandan Basij
Komandan paramiliter Basij, Hojjatoleslam Hossein Taeb, juga memberikan respons tegas pada Kamis (13/8). Ia menegaskan bahwa perairan tersebut tetap berada di bawah pengelolaan dan kendali Republik Islam. Pernyataan ini memperkuat posisi Iran dalam konflik diplomatik yang sedang berlangsung.
“Hari ini Anda melihat bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan dan kendali Republik Islam (Iran), dan negara kami terus melangkah dalam kondisi keamanan penuh,” kata Taeb.
Ia menambahkan bahwa pihak Amerika telah menyaksikan kekuatan revolusi mereka sendiri. Pernyataan ini muncul sehari setelah Trump membuat klaimnya mengenai kendali penuh atas Selat Hormuz. Taeb juga menekankan bahwa Iran siap menghadapi setiap tantangan yang datang dari luar.
Syarat Pembukaan Kembali Selat
Pejabat senior urusan politik militer, Rasoul Sanaei-Rad, menjelaskan bahwa Iran tidak akan membuka kembali selat tersebut kecuali Amerika Serikat memenuhi komitmennya. Komitmen ini didasarkan pada kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri perang. Sanaei-Rad juga memberikan peringatan keras bahwa Iran akan merespons dengan tegas dalam konflik apa pun yang terjadi di masa depan.
“Dalam kemungkinan perang di masa depan, kami akan bersikap lebih tegas dan lebih ofensif,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya mengandalkan diplomasi, tetapi juga kekuatan militer untuk melindungi kepentingan nasionalnya di kawasan Teluk Persia.
Latar Belakang Konflik
Pada bulan Juni lalu, kedua negara berhasil mencapai kesepakatan sementara. Kesepakatan ini memperpanjang gencatan senjata yang telah berlaku sejak April dan menyerukan pemulihan segera kebebasan navigasi di kawasan Teluk. Namun, kesepakatan itu kandas beberapa minggu kemudian karena perbedaan interpretasi terhadap ketentuan yang ada.
Penyebabnya adalah Iran yang kembali melancarkan serangan terbatas terhadap kapal-kapal. Teheran menyatakan kapal-kapal tersebut berlayar melanggar ketentuan perjanjian. Hal ini memicu AS untuk kembali melancarkan serangan ke wilayah provinsi selatan Iran. Serangan tersebut diduga bertujuan melemahkan kemampuan Teheran dalam mengincar kapal-kapal di kawasan Teluk.
Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa AS “telah lama salah perhitungan akibat kegagalan intelijen”. Pernyataan ini mencakup kesalahan yang terjadi bahkan saat memulai perang dengan Iran. Araghchi juga menekankan bahwa Iran akan terus memperjuangkan hak-haknya di perairan internasional.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Iran Bantah Selat Hormuz Ada
Apa yang dimaksud dengan Iran Bantah Selat Hormuz Ada di Bawah kendali AS? Ini merujuk pada pernyataan resmi Iran yang menolak klaim Amerika Serikat bahwa mereka memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang vital bagi perdagangan global.
Kapan pernyataan ini dikeluarkan? Pernyataan ini dikeluarkan pada Kamis (13/8) sebagai tanggapan terhadap klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyatakan AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz.
Apa implikasi dari penolakan Iran terhadap klaim AS? Penolakan ini menunjukkan bahwa Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz kecuali AS memenuhi komitmen berdasarkan kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang. Iran juga siap mengambil tindakan ofensif jika diperlukan.
Bagaimana sejarah konflik antara Iran dan AS terkait Selat Hormuz? Pada bulan Juni, kedua negara mencapai kesepakatan sementara yang memperpanjang gencatan senjata sejak April. Namun, kesepakatan itu kandas setelah Iran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar perjanjian.
