Latest Program: Israel Terungkap Buka 2 Pangkalan Militer di Gurun Irak
Latest Program – Menurut laporan New York Times yang mengutip sumber dari Irak dan daerah regional, Israel dikabarkan telah membangun dua pangkalan militer rahasia di gurun barat Irak. Kedua fasilitas ini digunakan secara rutin selama lebih dari setahun, bertindak sebagai pendukung operasi militer terhadap Iran. Penemuan ini mengungkap strategi khusus yang dilakukan negara Israel dalam meningkatkan kehadiran militer di wilayah yang jarang penduduk, dengan peran penting dalam kegiatan intelijen dan operasi penyergapan.
Penemuan oleh Penggembala Irak
Salah satu pangkalan tersebut terungkap setelah seorang penggembala, Awad Al Shammari, mengamati aktivitas militer tidak biasa di dekat al-Nukhaib pada Maret 2026. Ia melaporkan temuan tersebut ke pihak berwenang setelah menemukan helikopter, tenda, serta landasan pendaratan darurat. Setelah memberi informasi, Al Shammari menghilang dan akhirnya ditemukan tewas. Tim militer Irak yang ditugaskan menyelidiki daerah itu juga menjadi korban serangan, dengan satu tentara tewas dan dua lainnya cedera. Kematian Al Shammari menimbulkan spekulasi bahwa ia diancam oleh pihak yang ingin menghambat penyelidikan mengenai keberadaan pangkalan rahasia Israel.
“Tuduhan itu palsu,” kata seorang pejabat keamanan senior Irak dalam pernyataan kepada Anadolu Agency. Ia menegaskan bahwa operasi udara misterius di al-Nukhaib pada bulan Maret telah ditangani sebelumnya. Namun, laporan-laporan terpisah menunjukkan bahwa aktivitas militer di daerah tersebut terus berlangsung, terutama dalam konteks Latest Program yang ditujukan untuk memperkuat keterlibatan Israel dalam perang regional.
Dukungan Operasi Terhadap Iran
Pangkalan rahasia Israel berperan penting selama perang 12 hari melawan Iran pada Juni 2025 lalu. Fasilitas ini digunakan untuk berbagai fungsi, seperti dukungan udara, pengisian bahan bakar, dan layanan medis. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa wilayah gurun barat Irak menjadi lokasi strategis karena keadaannya yang terbuka dan minim penduduk, memungkinkan operasi tanpa banyak gangguan. Dengan Latest Program yang terus berkembang, Israel melanjutkan penggunaan pangkalan ini untuk mempercepat respons terhadap ancaman dari Iran dan kelompok-kelompok teroris di wilayah tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas militer di gurun Irak mencapai tingkat intensitas yang lebih tinggi. Pangkalan rahasia tersebut dilengkapi dengan teknologi pengintaian canggih dan berbagai peralatan militer, termasuk sistem radar dan pesawat tempur. Selain itu, posisi terpencil ini memungkinkan Israel menghindari deteksi oleh negara-negara tetangga, terutama dalam Latest Program yang sedang berlangsung untuk menekan kekuatan Iran di Timur Tengah.
Komentar Ahli Strategi
Kepala penelitian di Horizon Engage, Michael Knights, menjelaskan bahwa gurun barat Irak sangat luas dan jarang penduduk, sehingga menjadi lokasi ideal untuk pos militer sementara. Ia menyoroti bahwa Pasukan Khusus AS sebelumnya juga memanfaatkan area serupa dalam operasi melawan Saddam Hussein pada tahun 1991 dan 2003. Penduduk setempat mengakui telah melihat berbagai aktivitas militer dari kelompok seperti ISIS hingga tim operasi khusus selama bertahun-tahun.
“Latest Program ini memperlihatkan keberanian Israel dalam menempatkan infrastruktur militer di wilayah yang dianggap aman,” tambah Knights. Ia juga mengatakan bahwa penggunaan gurun Irak sebagai titik operasi memungkinkan Israel mengakses wilayah yang strategis untuk menyerang fasilitas Iran di wilayah utara. Selain itu, lokasi ini juga memudahkan pengintaian terhadap kegiatan militer Iran yang sering berlangsung di dekat perbatasan Irak-Suriah.
Konfirmasi dari The Wall Street Journal
Dalam laporan serupa, The Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan bahwa Israel telah mendirikan situs militer rahasia di gurun barat Irak. Meski demikian, pihak Irak masih mempertanyakan kebenaran informasi tersebut, dengan seorang pejabat menegaskan bahwa aktivitas militer di daerah itu belum terbukti secara pasti. Namun, bukti-bukti dari penggembala dan tim penyelidik membantu memperkuat teori bahwa Latest Program Israel telah berjalan selama lebih dari setahun.
Berbagai sumber tambahan, laporan dari organisasi intelijen regional mengatakan bahwa Israel secara aktif meningkatkan kehadiran militer di Irak sebagai bagian dari Latest Program yang mengarah pada pembangunan infrastruktur untuk operasi udara dan logistik. Kebutuhan akan sumber daya yang stabil dan pengintaian yang efektif menjadi alasan utama bagi pemilihan gurun Irak sebagai lokasi strategis.
Strategi Pemilihan Lokasi
Pemilihan gurun Irak sebagai lokasi untuk Latest Program terkait dengan keuntungan geografis dan politik. Wilayah ini terpencil, menjauh dari jalur perdagangan utama, serta memiliki keterbukaan yang memudahkan pendaratan dan pengintaian. Selain itu, keterlibatan Irak dalam konflik regional juga membuat negara tersebut menjadi mitra yang terbuka untuk memfasilitasi kegiatan militer Israel.
“Gurun Irak adalah titik lemah yang diakali oleh negara-negara besar untuk membangun pangkalan rahasia,” ujar seorang analis keamanan. Ia menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini juga berhubungan dengan hubungan antara Israel dan Irak yang kembali diperkuat setelah perang Suriah dan Yordania. Dengan Latest Program yang menjadi fokus utama, Israel memanfaatkan kebijakan Irak yang lebih lembut untuk menyelesaikan operasi militer tanpa banyak perlawanan.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Latest Program Israel di gurun Irak bukan hanya berfokus pada perang terhadap Iran, tetapi juga pada keamanan jangka panjang di wilayah tersebut. Dengan membangun dua pangkalan rahasia, Israel meningkatkan kemampuan operasionalnya di Timur Tengah, terutama dalam menghadapi ancaman dari kelompok-kelompok radikal yang aktif di sekitar daerah tersebut. Proyek ini juga menjadi bagian dari rencana luas untuk menyelesaikan
