Berita Timur Tengah

Jelang Panen, Ratusan Pohon Zaitun Petani Palestina Dibuldoser Israel

tentara-israel-buldozer-pohon-zaitun-palestina-1790548404815_169
Foto : Karen Johnson - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Ratusan Pohon Zaitun di Beit Rima Hancur Menjelang Musim Panen
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Ratusan Pohon Zaitun di Beit Rima Hancur Menjelang Musim Panen

Kabarberita911.com – Warga Beit Rima di barat laut Ramallah menghadapi kehilangan besar hanya beberapa hari menjelang musim panen zaitun tahunan. Buldoser militer Israel meratakan sekitar 31 dunam, atau 31 ribu meter persegi, kebun milik petani Palestina pekan lalu. Lebih dari 400 pohon zaitun rusak dan tercabut dari tanah di area tersebut.

Panen zaitun biasanya dimulai pada pekan pertama Oktober dan menjadi periode penting bagi banyak keluarga Palestina. Musim ini tidak hanya berkaitan dengan pendapatan dari buah serta minyak zaitun, tetapi juga menjadi waktu ketika keluarga dan komunitas berkumpul untuk bekerja di kebun. Penghancuran lahan di Beit Rima mengubah persiapan panen menjadi suasana duka bagi para pemilik kebun.

Pohon Dicabut Saat Petani Bersiap Memanen

Abd Alfattah Tamimi, salah satu pemilik kebun di desa itu, menyaksikan langsung alat berat menghancurkan pohon-pohon yang selama ini dirawatnya. Ia melihat bagian atas salah satu pohon zaitunnya dihancurkan sebelum akar pohon tersebut ditarik keluar seluruhnya dari tanah.

“Semua pohon zaitun kami, termasuk yang baru ditanam, tercabut. Begitu juga pohon zaitun tetangga kami, mereka juga mencabut semuanya,”

Tamimi mengatakan dirinya dan para tetangga memiliki hampir 9 hektar lahan yang dipenuhi pohon zaitun. Kerusakan menjelang panen membuat kehilangan itu terasa semakin berat, karena pohon yang dicabut tidak dapat segera digantikan dalam satu musim. Pohon baru juga membutuhkan waktu untuk tumbuh sebelum dapat menghasilkan buah dalam jumlah berarti.

“Mereka meninggalkan kami tanpa apa pun,” katanya.

Militer Israel selama ini menyatakan pembersihan pohon zaitun dilakukan untuk mencegah ancaman keamanan atau kemungkinan penyergapan terhadap pasukan. Namun, kelompok hak asasi manusia Palestina menilai tindakan tersebut berakibat langsung pada sumber penghidupan petani. Bagi banyak keluarga, hilangnya kebun berarti berkurangnya kesempatan memperoleh penghasilan dari penjualan buah zaitun dan minyak olahannya.

Nilai Ekonomi dan Ikatan dengan Tanah

Zaitun memiliki tempat sentral dalam pertanian Palestina. Data Kementerian Pertanian Otoritas Palestina menunjukkan sektor ini menyumbang sekitar 8 persen terhadap produk domestik bruto Palestina dan menopang lebih dari 60.000 pekerjaan. Karena itu, kerusakan kebun tidak hanya memukul satu pemilik lahan, melainkan dapat memengaruhi pekerja kebun, keluarga petani, serta kegiatan ekonomi di desa-desa sekitar.

Pohon zaitun juga dipandang sebagai bagian dari hubungan masyarakat Palestina dengan tanah yang mereka kelola dari generasi ke generasi. Saat pohon-pohon tua atau tanaman muda dicabut, dampaknya melampaui nilai hasil panen pada tahun berjalan. Petani kehilangan tanaman produktif, sementara keluarga kehilangan bagian dari lanskap dan aktivitas yang selama ini membentuk kehidupan komunitas mereka.

Aktivis dan petani Palestina memperingatkan bahwa musim panen kali ini dapat berlangsung dalam kondisi yang tidak menentu. Kekhawatiran muncul seiring meningkatnya serangan pemukim Israel serta operasi militer yang menyasar sumber daya lokal di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki. Dalam situasi seperti ini, akses petani ke kebun dan keselamatan saat bekerja di lahan menjadi perhatian utama.

Kehilangan Produksi Minyak Zaitun

Nather Tamimi, pemilik lahan di kawasan Deir Nizam dekat Ramallah, menggambarkan betapa besarnya arti kebun zaitun bagi keluarganya. Ia menyatakan pohon-pohon yang hilang dicabut ketika waktu panen sudah sangat dekat.

“Dari lahan ini, saya dan saudara-saudara saya menghasilkan 120 drum minyak zaitun. Tetangga kami juga menghasilkan jumlah yang sama,” kata Tamimi, sambil memandang kebun zaitunnya.

Produksi minyak zaitun tersebut menjadi gambaran nilai ekonomi kebun bagi keluarga setempat. Satu musim panen dapat menentukan kemampuan petani memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai pengelolaan lahan, dan menjaga kesinambungan usaha tani pada musim berikutnya. Ketika kebun dibuldoser sebelum buah dipetik, hasil yang telah ditunggu sepanjang tahun hilang bersama pohon-pohon yang menopangnya.

“Mereka mencabut pohon di mana-mana, bahkan di antara rumah-rumah,” katanya.

Kerusakan kebun di sekitar Ramallah memperlihatkan tekanan yang dihadapi petani menjelang masa panen. Bagi mereka, zaitun bukan sekadar komoditas pertanian. Buah ini menjadi bagian dari pekerjaan keluarga, sumber minyak untuk konsumsi dan perdagangan, serta penanda keberlanjutan hidup di tanah yang mereka rawat.

Serangan terhadap Kendaraan di Turmus Ayya

Ketegangan juga dilaporkan terjadi di dekat Turmus Ayya, timur laut Ramallah, pada Kamis sore. Sejumlah pemukim ilegal Israel disebut menyerang sebuah kendaraan milik warga bernama Bilal Masalmeh ketika kendaraan itu melintas di kawasan tersebut.

Sumber lokal menyatakan Masalmeh dan beberapa pemuda yang berupaya mendatangi lokasi kejadian terkena semprotan merica. Insiden itu menambah kekhawatiran warga di wilayah Ramallah, terutama ketika banyak petani tengah bersiap memasuki periode kerja paling penting dalam kalender pertanian mereka.

Musim panen yang semestinya menjadi kesempatan mengumpulkan hasil kebun kini dibayangi kerusakan lahan dan ancaman terhadap warga. Bagi petani di Beit Rima, Deir Nizam, dan kawasan sekitarnya, pemulihan tidak hanya bergantung pada panen tahun ini, melainkan juga pada kemungkinan menanam kembali dan menjaga kebun agar dapat kembali produktif pada masa mendatang.

Frequently Asked Questions

What is Jelang Panen Ratusan Pohon Zaitun Petani?

Jelang Panen Ratusan Pohon Zaitun Petani is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jelang Panen Ratusan Pohon Zaitun Petani matter?

Jelang Panen Ratusan Pohon Zaitun Petani matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment