Berita Timur Tengah

Israel Kembali Bom Lebanon saat Gencatan Senjata, 9 Orang Tewas

israel-kembali-usir-warga-dan-gempur-lebanon-selatan-1781411714157_169
Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Israel Kembali Bom Lebanon saat Gencatan Senjata: Sembilan Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara
  2. Related Reading

Israel Kembali Bom Lebanon saat Gencatan Senjata: Sembilan Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara

Kabarberita911.com – Israel Kembali Bom Lebanon saat gencatan senjata masih berlangsung, menewaskan sembilan orang termasuk tiga anak-anak. Serangan udara yang terjadi pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 ini tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan sejak adanya kesepakatan gencatan senjata pada bulan Juni lalu. Peristiwa ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas wilayah Lebanon selatan yang selama ini berusaha pulih dari konflik berkepanjangan.

Menurut laporan dari berbagai sumber internasional, Israel mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan kepada kelompok milisi Hizbullah yang didukung oleh Iran. Namun, pernyataan ini dibantah oleh Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, yang menegaskan bahwa tujuh orang yang tewas dalam serangan bukanlah target militer melainkan warga sipil yang berada di lokasi yang salah.

Detail Lokasi dan Korban Serangan

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan peningkatan intensitas serangan di wilayah selatan pada pagi hari Sabtu. Serangan pertama diluncurkan terhadap sebuah rumah di pinggiran desa Ansar, yang mengakibatkan tewasnya enam orang. Serangan udara juga dilakukan secara bertubi-tubi untuk menargetkan punggung bukit Ali Al Taher, di mana dua orang lainnya kehilangan nyawa.

Wilayah Deir Zahrani juga menjadi sasaran serangan yang lebih kecil. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa total sembilan orang tewas dalam serangan-serangan tersebut, dengan tujuh orang di Ansar dan dua orang di Deir Zahrani. Di antara korban jiwa tersebut, tiga anak-anak menjadi yang paling menyedihkan karena kehilangan nyawa dalam serangan yang menimpa mereka saat sedang beraktivitas sehari-hari.

“Kami terkejut, tidak ada pembenaran untuk hal ini,” ujar seorang warga bernama Abbas Khalil kepada AFP. Ia mengaku sedang melaksanakan salat subuh ketika serangan terjadi. “Kami hanya ingin hidup damai di tanah kami sendiri.”

Perdana Menteri Salam menyatakan bahwa mereka yang terbunuh bukanlah sasaran militer. Ia menyerukan agar Israel menghentikan eskalasi ini karena dianggap sangat berbahaya dan melemahkan upaya untuk mengkonsolidasikan stabilitas di selatan. “Serangan terhadap warga sipil saat gencatan senjata adalah pelanggaran terhadap semangat perdamaian,” tegasnya dalam pernyataan resmi.

Latar Belakang dan Dampak Konflik

Hizbullah ikut menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada bulan Maret lalu dengan menembakkan roket ke Israel untuk mendukung Iran. Sebagai balasan, Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran dan invasi darat ke Lebanon, hingga menewaskan ribuan orang. Konflik ini tidak hanya berdampak pada korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif di berbagai wilayah Lebanon.

Kekerasan sempat menurun signifikan sejak penandatanganan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran pada bulan Juni lalu. Selain itu, kerangka kesepakatan antara Lebanon dan Israel yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada akhir Juli lalu juga memberikan harapan perdamaian. Namun, serangan terbaru menunjukkan bahwa ketegangan masih sangat mungkin meletus kembali kapan saja.

Meskipun demikian, Lebanon masih melaporkan serangan Israel yang terputus-putus dan penghancuran besar-besaran bangunan sipil di desa dan kota di bagian selatan negara tersebut. Warga lokal mulai khawatir bahwa gencatan senjata yang telah dibangun selama berbulan-bulan mungkin tidak akan bertahan lama jika serangan seperti ini terus berlanjut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Serangan Terbaru

Apa yang menyebabkan Israel Kembali Bom Lebanon saat gencatan senjata? Israel mengklaim serangan tersebut ditujukan kepada Hizbullah, namun Lebanon menyatakan bahwa banyak korban adalah warga sipil yang bukan target militer.

Berapa jumlah korban tewas dalam serangan terbaru? Sembilan orang tewas, termasuk tiga anak-anak, dengan tujuh korban di Ansar dan dua korban di Deir Zahrani.

Apakah gencatan senjata masih berlaku setelah serangan ini? Ya, gencatan senjata masih berlaku meskipun serangan-serangan kecil terus terjadi. Namun, stabilitas wilayah menjadi lebih rapuh setelah serangan terbaru ini.

Bagaimana reaksi internasional terhadap serangan ini? Berbagai negara dan organisasi internasional telah mengecam serangan terhadap warga sipil dan menyerukan agar kedua belah pihak menjaga gencatan senjata.

Leave a Comment