Houthi Bombardir Markas Militer Yaman: Serangan Mendadak Tewaskan Puluhan Personel
Kabarberita911.com – Konflik di Yaman kembali memanas setelah kelompok Houthi Bombardir Markas Militer Yaman dengan serangan besar-besaran yang menewaskan puluhan personel. Serangan mendadak ini terjadi pada Kamis malam, 6 Agustus 2026, dan mengakibatkan kerugian signifikan bagi koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Rudal dan drone menghantam beberapa pos pertahanan di wilayah tengah Yaman, termasuk kawasan Al-Ruwaik di Provinsi Marib serta kamp-kamp di Hadramawt.
Koalisi Saudi yang telah lama mendukung pemerintahan Yaman dalam konflik berkepanjangan ini mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban sipil berasal dari negara mereka. Dari 11 orang yang terluka dalam serangan tersebut, tujuh di antaranya adalah warga negara Saudi. Serangan ini terjadi sekitar pukul 10.40 waktu setempat atau setara dengan 07.40 GMT, tepat saat pasukan sedang bersiap untuk ofensif baru.
Rincian Korban dan Lokasi Serangan
Juru bicara koalisi Saudi melaporkan bahwa 11 warga sipil terluka di wilayah perbatasan Najran. Dalam pernyataan yang disebarluaskan melalui platform X, mereka menjelaskan bahwa korban luka mencakup tujuh warga negara Saudi. Di antara mereka terdapat seorang perempuan dan seorang anak berusia empat tahun yang keduanya menderita luka bakar tingkat dua. Sementara itu, empat korban lainnya berasal dari Yaman, Pakistan, dan Mesir.
Seorang pejabat militer menginformasikan kepada AFP bahwa rudal dan drone menghantam sebuah kamp di kawasan Al-Ruwaik, Provinsi Marib. Selain itu, beberapa kamp di kawasan Al-Abr dan Al-Wadiah, Provinsi Hadramawt, juga menjadi sasaran. Lokasi-lokasi ini berada dekat dengan perbatasan Arab Saudi, sehingga warga sipil setempat ikut menjadi korban.
Affiliat berita tersebut mengutip sumber militer yang menyatakan bahwa sedikitnya 58 personel pasukan Yaman telah tewas. Angka ini meningkat dari 38 korban jiwa yang sebelumnya dilaporkan. Sumber-sumber militer juga menyampaikan kepada surat kabar pro-pemerintah Aden al Ghad dan situs televisi anti-Houthi Belqees bahwa lebih dari 40 personel tewas dalam serangan milisi ini.
Reaksi dan Klaim Pihak Berkepentingan
Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan bahwa rudal balistik dan drone menghantam beberapa kamp di Provinsi Marib dan Hadramawt. Kementerian itu menuturkan serangan Houthi ini terjadi pada pukul 10.40 waktu setempat (07.40 GMT) dan mengecam serangan itu sebagai tindakan “pengkhianatan”. Kemhan Yaman berjanji akan “merespons agresi ini pada waktu dan tempat yang tepat”.
Sementara itu, Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman dan mendapat dukungan Iran, mengatakan serangan terbarunya ini menargetkan “penumpukan besar-besaran pasukan militer Saudi” yang sedang mempersiapkan ofensif. Juru bicara militer Houthi Yahia Sarea mengklaim serangan tersebut menewaskan dan melukai “ratusan tentara bayaran musuh Saudi” serta menghancurkan sejumlah besar bangunan, senjata, dan kendaraan militer di kamp-kamp di kawasan Al Ruwaik, Al Abr, dan Al Thaniyah.
Ia mengatakan kamp-kamp tersebut merupakan milik Pasukan Darurat Yaman yang didukung Saudi. Menurutnya, Houthi telah mengamati “penumpukan besar-besaran pasukan militer Saudi dalam tahap akhir persiapan, yang bertujuan meningkatkan agresi terhadap provinsi-provinsi yang telah dibebaskan dan rakyat Yaman”.
Latar Belakang Konflik Yaman
Yaman hancur lebur akibat perang saudara yang telah berlangsung sejak 2014, ketika Houthi menggulingkan pemerintah di ibu kota Sanaa. Perang sipil meningkat pada 2015 setelah koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi untuk membantu mengembalikan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional ke tampuk kekuasaan.
Pertempuran tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Menurut PBB, lebih dari 22 juta orang membutuhkan bantuan dalam berbagai bentuk imbas perang ini. Gencatan senjata yang dimediasi PBB sebagian besar masih bertahan sejak 2022, tetapi terjadi eskalasi signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Frequently Asked Questions
Kapan serangan Houthi terhadap markas militer Yaman terjadi? Serangan terjadi pada Kamis malam, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 10.40 waktu setempat atau 07.40 GMT.
Berapa jumlah korban dalam serangan tersebut? Sedikitnya 58 personel pasukan Yaman tewas, dengan 11 warga sipil terluka, termasuk tujuh warga negara Saudi.
Di mana lokasi serangan Houthi terjadi? Serangan menargetkan kamp-kamp di Al-Ruwaik (Marib), serta Al-Abr dan Al-Wadiah (Hadramawt), yang berada dekat perbatasan Arab Saudi.
Apa klaim Houthi mengenai serangan ini? Houthi mengklaim serangan menargetkan penumpukan pasukan militer Saudi dan menewaskan ratusan tentara bayaran musuh.
