Supriyono: Rizky Ridho Masih Pantas Masuk Skuad Timnas Indonesia
Table of Contents
Rizky Ridho Dinilai Tetap Layak Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Kabarberita911.com – Rizky Ridho masih dipandang sebagai salah satu opsi kuat di lini pertahanan Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, meski penampilannya sempat menjadi perhatian setelah perjalanan Garuda di Piala AFF 2026 tidak berjalan sesuai harapan. Bek Persija Jakarta itu pernah melakukan kekeliruan yang berujung gol lawan, sehingga namanya ramai dibicarakan.
Namun, satu momen buruk dinilai tidak seharusnya menjadi dasar untuk menghapus peluang seorang pemain di tim nasional. Dalam sepak bola, kesalahan individu memang dapat memengaruhi hasil pertandingan, tetapi kekalahan tim tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada satu nama. Penilaian terhadap pemain perlu melihat kemampuan, konsistensi, serta potensinya secara lebih menyeluruh.
Pengamat sepak bola Supriyono Prima menilai Ridho masih memiliki kualitas yang menonjol di antara para pemain lokal. Kehadiran pemain diaspora membuat persaingan di skuad nasional semakin ketat, terutama pada sektor bek tengah. Meski demikian, Ridho dianggap tetap mempunyai modal untuk bersaing dan melengkapi kebutuhan tim.
Peluang Masuk Skuad 26 Pemain
Supriyono melihat peluang Ridho akan semakin terbuka apabila sejumlah pemain bertahan diaspora, termasuk Jay Idzes dan Mees Hilgers, tidak masuk dalam daftar panggilan. Dalam komposisi 26 pemain, Ridho dinilai layak mendapatkan tempat, dengan catatan ia memperoleh pendampingan yang tepat dari pelatih John Herdman.
“Iya, ketika memang Jay [Idzes] kemudian Mees [Hilgers] enggak dipanggil, ya untuk mengisi skuad 26 pemain saya pikir ya masih layaklah untuk dipanggil lah si Ridho. Tinggal nanti harus ada perlakukan khusus tersendiri dari John Herdman,” ujar Supriyono saat dihubungi pada Selasa (15/9) siang.
Pendampingan tersebut bukan berarti Ridho dinilai tidak cukup baik. Justru, hal itu dipandang sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas pemain. Persaingan bersama pemain diaspora dapat menjadi ruang belajar penting bagi pemain lokal, khususnya untuk memahami standar permainan, pembacaan situasi, dan pengambilan keputusan di pertandingan berintensitas tinggi.
Seorang bek tengah tidak hanya dituntut kuat dalam duel. Ia juga harus mampu menentukan kapan perlu menekan lawan, kapan menjaga posisi, kapan mengamankan bola, serta kapan melakukan sapuan. Keputusan-keputusan kecil di area pertahanan dapat menentukan apakah sebuah serangan lawan berhenti atau berkembang menjadi ancaman serius.
“Perlakukan khusus yang dimaksud, dalam arti kata maaf saja, kan pemain-pemain kita tuh kan dengan banyaknya diaspora. Jadi perlu banyak pembelajaran lagi untuk seorang Rizky Ridho biar lebih lebih kuat lagi, lebih sempurna lagi: kapan, bagaimana, di mana dia harus mengantisipasi lawan, bagaimana, kapan dia tuh harus menghalau lawan,” tambahnya.
Kesalahan Tidak Semestinya Menjadi Vonis
Tekanan terhadap pemain tim nasional kerap meningkat tajam setelah kesalahan yang terlihat jelas dalam pertandingan. Situasi itu bisa memengaruhi kepercayaan diri, terutama bagi pemain yang sedang berusaha mempertahankan tempatnya di tengah kompetisi internal skuad. Karena itu, evaluasi teknis perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kondisi psikologis pemain.
Supriyono menekankan bahwa Ridho tidak pantas langsung dicoret hanya karena satu kesalahan. Ia menilai kualitas keseluruhan bek tersebut masih cukup untuk membawanya berada di lingkungan Timnas Indonesia. Kesempatan bermain dan pembinaan yang berkelanjutan dapat menjadi bagian penting dalam proses memperbaiki kekurangan.
“Secara keseluruhan pemanggilan pemain masih layaklah. Jangan satu kesalahan jadi membuat dia tuh langsung divonis, janganlah. Secara psikologis kan juga enggak bagus juga. Kapasitas Ridho secara secara keseluruhan, dia masih layaklah untuk berada di timnas,” ucap Supriyono.
Perspektif ini menempatkan seleksi tim nasional sebagai proses yang lebih luas daripada sekadar menilai satu pertandingan. Pelatih perlu mempertimbangkan kebutuhan taktik, kecocokan antarpemain, kemampuan menghadapi tekanan, serta kemungkinan perkembangan pemain dalam jangka berikutnya. Bagi Ridho, pengalaman menghadapi kritik juga dapat menjadi ujian penting dalam membangun kematangan sebagai pemain belakang.
Ridho Jadi Salah Satu Patokan Pemain Lokal
Di tengah persaingan yang semakin terbuka, Supriyono memasukkan Rizky Ridho sebagai salah satu standar pemain lokal yang bisa diproyeksikan ke tim nasional. Selain Ridho, ia menyebut Dony Tri Pamungkas dan Beckham Putra sebagai tiga nama yang menjadi acuannya untuk melihat kualitas pemain lokal yang layak memperjuangkan tempat di skuad Garuda.
“Untuk pemain lokal, dia salah satu patokanku lho. Aku tiga sih, aku tiga standar untuk pemain lokal kalau mau masuk timnas tuh. Satu ya bisa dikedepankan Ridho, kemudian Dony Tri Pamungkas, ya. Terus yang ketiga, Beckham Putra,” imbuhnya.
Penilaian tersebut memperlihatkan bahwa ruang bagi pemain lokal tetap terbuka, meski kompetisi di Timnas Indonesia kini melibatkan lebih banyak pilihan. FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menjadi kesempatan bagi Ridho untuk menunjukkan respons atas sorotan yang pernah diterimanya. Konsistensi, ketenangan, dan ketepatan membaca permainan akan menjadi aspek yang menentukan peluangnya mempertahankan posisi di skuad.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Supriyono?
Supriyono is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Supriyono matter?
Supriyono matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
