Berita Sepakbola

New Policy: John Herdman Enggan Sesumbar Target Juara di Piala AFF 2026

Table of Contents
  1. New Policy: John Herdman Tak Ingin Terburu-Buru Nyatakan Target Juara Piala AFF 2026
  2. Pelatihan Intensif dan Pengembangan Talenta Lokal

New Policy: John Herdman Tak Ingin Terburu-Buru Nyatakan Target Juara Piala AFF 2026

New Policy – Dalam Piala AFF 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengenalkan New Policy yang menekankan pendekatan bertahap dalam meraih keberhasilan. Ia tidak ingin menyatakan ambisi juara terlalu dini, melainkan fokus pada setiap pertandingan demi membangun konsistensi. “New Policy kami mengajarkan untuk tidak terburu-buru mengklaim target tinggi sebelum menghadapi setiap lawan secara matang,” jelas Herdman dalam wawancara di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Sabtu (30/5). Dengan pendekatan ini, Herdman berharap Timnas Indonesia bisa mengoptimalkan potensi pemain dan meminimalkan risiko kesalahan di babak awal.

Pendekatan Bertahap dan Kesiapan Timnas Indonesia

“Setiap tim di Piala AFF memiliki tantangan unik, dan New Policy kami menuntut kita untuk memahami lawan sebelum membuat pernyataan terlalu ambisius,” tambah Herdman.

Dalam New Policy ini, Herdman memastikan bahwa seluruh pemain dan staf pelatihan diingatkan untuk tetap sabar dan profesional. Meskipun Timnas Indonesia sempat menjadi runner-up enam kali dalam sejarah partisipasi mereka, Herdman yakin bahwa langkah ini bisa membawa mereka ke level yang lebih tinggi. Ia menekankan bahwa kesuksesan dalam turnamen Asia Tenggara tidak bisa dicapai hanya dengan target sesumbar, tetapi membutuhkan persiapan matang dan konsistensi di setiap pertandingan.

Timnas Indonesia tergabung di Grup A yang meliputi Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak playoff antara Timor Leste atau Brunei Darussalam. Dua tim terbaik dari grup tersebut akan melaju ke babak semifinal. New Policy Herdman juga mencakup strategi untuk memperkuat kemitraan dengan pelatih asing dan pelatih muda, sehingga memperkaya pengalaman tim dalam menghadapi lawan-lawan kuat. “Kami menilai bahwa pelatihan bersama dengan pelatih asing bisa menjadi sarana untuk mengimplementasikan New Policy secara lebih efektif,” papar Herdman. Ia juga menyebutkan bahwa New Policy ini mengubah cara Timnas Indonesia melihat setiap laga, dari perspektif kualitas pertandingan daripada hanya hasil akhir.

Pelatihan Intensif dan Pengembangan Talenta Lokal

Sebagai bagian dari New Policy, Timnas Indonesia sedang menjalani pemusatan latihan di Jakarta yang melibatkan 23 pemain utama, serta dua nama tambahan—Beckham Putra dan Rayhan Hannan—yang diundang untuk evaluasi. Program ini bertujuan membangun fondasi taktis dan fisik pemain sebelum menghadapi pertandingan pertama. “New Policy kami juga menekankan pengembangan pemain lokal, karena mereka adalah tulang punggung keberhasilan Timnas Indonesia di masa depan,” kata Herdman. Dalam pelatihan ini, Herdman menggabungkan metode modern dengan teknik tradisional Indonesia, sehingga memastikan adaptasi yang baik terhadap berbagai situasi pertandingan.

“Pemain muda seperti Beckham Putra dan Rayhan Hannan adalah bagian dari visi New Policy kami untuk membangun tim yang tangguh dan berkelanjutan,” terang Herdman.

Ia menambahkan bahwa New Policy ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang pengalaman dan pembelajaran yang didapat dari setiap laga. Pelatih asing yang ikut serta dalam program ini diberikan peran khusus untuk menilai kekuatan dan kelemahan pemain, sekaligus memberikan masukan tentang strategi pertandingan. “Kami mengharapkan New Policy ini bisa menjadi pegangan untuk membentuk Timnas Indonesia yang lebih baik dan siap menghadapi kompetisi internasional,” ujarnya.

Analisis Tim Lawan dan Target Jangka Panjang

John Herdman juga mengungkapkan bahwa New Policy membawa perubahan dalam cara tim melihat lawan-lawan di Piala AFF 2026. “Tim seperti Malaysia dan Thailand memang diunggulkan, tetapi kami tidak ingin terjebak dalam tekanan sebelum memastikan performa terbaik di setiap pertandingan,” katanya. Dengan New Policy, Herdman meminta pemain untuk tetap rendah hati dan tidak terburu-buru mengejar target juara. Ia menekankan bahwa kesuksesan dalam turnamen ini membutuhkan konsistensi dan kepercayaan diri, bukan hanya ambisi.

“New Policy kami juga mencakup evaluasi setiap minggu, sehingga kita bisa menyesuaikan strategi berdasarkan hasil latihan dan pertandingan sebelumnya,” tambah Herdman.

Ia menilai bahwa New Policy ini bisa membantu Timnas Indonesia menghadapi tantangan kualifikasi dengan lebih tenang dan fokus. “Kami tidak ingin terburu-buru mengklaim gelar juara, tetapi New Policy ini membawa kita lebih dekat ke tujuan itu,” ujarnya. Dalam konteks persiapan, Herdman mengingatkan bahwa tim harus siap menghadapi tekanan dari media dan publik, tetapi tetap menjaga mental yang sehat.

Timnas Indonesia belum pernah memenangkan Piala AFF sejak 1996, ketika mereka berada di bawah asuhan Alfred Riedl. Dengan New Policy, Herdman berharap bisa memperbaiki kinerja tim di babak penyisihan grup, sekaligus membangun mental dan keterampilan pemain. Ia menilai bahwa New Policy ini bisa menjadi titik balik bagi Timnas Indonesia, karena menggabungkan pengalaman internasional dengan pembinaan lokal yang kuat. “New Policy kami memberikan kerangka kerja untuk membangun kekuatan tim secara bertahap, tanpa mengorbankan kualitas pertandingan,” jelas Herdman. Ia juga menyebutkan bahwa New Policy ini akan terus diterapkan hingga pertandingan final, untuk memastikan kesiapan maksimal.

Leave a Comment