PBSI Memutuskan Ginting dan Ubed Tidak Ikut Macau Open karena Kesehatan
Solving Problems – Dalam upaya mengatasi masalah kesehatan yang dialami pemain tunggal putra Indonesia, PBSI memutuskan untuk menarik Anthony Sinisuka Ginting dan Moh Zaki Ubaidillah dari Macau Open 2026. Solving Problems ini menjadi prioritas utama tim pelatih, yang menilai kehadiran keduanya di turnamen tersebut akan memberikan dampak negatif jika tidak optimal. Kedua pemain ini terkena cedera dan infeksi yang membutuhkan pemulihan intensif, sehingga keputusan untuk tidak ikut serta dianggap bijak demi kesehatan jangka panjang.
Mengapa Ginting dan Ubed Tidak Ikut Macau Open?
Anthony Sinisuka Ginting, salah satu andalan PBSI, mengalami cedera lutut setelah terpeleset pada babak grup Australia Open 2026. Cedera ini mengakibatkan nyeri yang terus-menerus, sehingga memengaruhi performa di lapangan. Solving Problems yang dihadapi oleh Ginting menuntut evaluasi medis mendalam, yang berujung pada keputusan untuk menunda kompetisi. Sementara itu, Moh Zaki Ubaidillah mengalami infeksi flu yang menyebabkan demam dan kelelahan ekstrem. Meski telah berusaha pulih, kondisi kesehatannya belum stabil untuk menghadapi intensitas pertandingan Macau Open.
“Dengan mempertimbangkan Solving Problems yang dihadapi Ginting dan Ubed, kami memutuskan untuk tidak memaksakan mereka tampil di Macau Open,” jelas Indra Wijaya, kepala pelatih PBSI, dalam pernyataan resmi.
Dalam perjalanan Australia Open, Ginting terhenti di babak awal setelah kalah dari Dong Tian Yao, sementara Ubaidillah mampu mencapai semifinal meski dengan perjuangan berat. Kedua pemain ini mengalami penurunan performa yang signifikan akibat kondisi kesehatan, sehingga keputusan untuk menunda partisipasi mereka dinilai strategis. Tim medis dan pelatih memantau kondisi secara intens, agar keduanya bisa kembali berlaga dalam waktu yang lebih tepat.
Strategi Tim PBSI untuk Memastikan Kesehatan Pemain
Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pembinaan kesehatan pemain menjadi fokus utama tim. “Kami ingin Solving Problems kesehatan Ginting dan Ubaidillah selesai sepenuhnya sebelum menghadapi Macau Open,” tambahnya. Keputusan ini juga didasari oleh evaluasi terhadap jadwal pertandingan, yang terlalu padat untuk dua pemain yang sedang pulih. Selain itu, kehadiran mereka di Macau Open diharapkan tidak mengganggu proses pemulihan.
“Solving Problems kesehatan adalah prioritas utama sebelum menghadapi turnamen besar. Kami ingin memastikan mereka bisa tampil maksimal di event berikutnya,” ujar Indra, yang juga menekankan pentingnya rencana jangka panjang.
Kehadiran Ginting dan Ubaidillah di Macau Open akan diisi oleh pemain lain seperti M Yusuf, Richie Duta Ricardo, dan Prahdiska Bagas Shujiwo. Meski kehilangan dua tokoh utama, PBSI optimistis pemain-pemain muda ini mampu menggantikan performa yang seharusnya diberikan oleh keduanya. Tim pelatih juga mengantisipasi kemungkinan pemulihan cepat, sehingga bisa menyesuaikan strategi untuk turnamen tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ginting dan Ubaidillah sudah menjalani rehabilitasi yang intensif. Kedua pemain ini terus berlatih dengan intensitas yang lebih rendah, tetapi tetap aktif dalam sesi pemanasan dan pemulihan. Indra menyatakan bahwa kondisi mereka sudah membaik, tetapi masih membutuhkan waktu tambahan untuk kembali ke performa terbaik. “Solving Problems ini adalah bagian dari proses berkembang, dan kami percaya mereka akan kembali lebih kuat,” tambahnya.
Dengan menunda partisipasi Ginting dan Ubaidillah di Macau Open, PBSI juga memberi kesempatan bagi pemain lain untuk mengasah kemampuan. Macau Open diharapkan bisa menjadi ajang uji coba bagi tim nasional sebelum menghadapi kompetisi internasional lainnya. Solving Problems dalam pemilihan pemain ini menunjukkan komitmen PBSI untuk memastikan keberhasilan jangka panjang, bukan hanya hasil sementara.
