Berita Peristiwa

Rano Karno Resmikan Namu Balai Kota, Warga Bisa Tur Gedung

rano-karno-resmikan-namu-balai-kota-1792210078408_169
Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Namu Balai Kota Buka Akses Warga ke Pusat Pemerintahan Jakarta
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Namu Balai Kota Buka Akses Warga ke Pusat Pemerintahan Jakarta

Kabarberita911.com – Kompleks Balai Kota DKI Jakarta kini disiapkan sebagai ruang yang lebih terbuka bagi warga melalui program Namu Balai Kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meluncurkan program tersebut di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 17 Oktober.

Inisiatif ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengunjungi bangunan bersejarah, mengikuti kegiatan komunitas, memanfaatkan layanan publik, hingga mengenal aktivitas pemerintahan dari jarak lebih dekat. Warga juga dapat mengikuti tur di sejumlah area kompleks Balai Kota dengan pendampingan pemandu.

“Hari ini kita memulai membuka yang disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya kalau Betawi bilang bukan balai, bale. Jadi ini bale kota, bale-nya masyarakat, bukannya bale kita,” kata Rano.

Terinspirasi dari Makna Bale dalam Budaya Betawi

Rano menjelaskan bahwa gagasan Namu Balai Kota disusun bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Program ini dimaksudkan agar warga tidak hanya mengetahui kegiatan pemerintah melalui unggahan digital atau pemberitaan, melainkan juga dapat melihat fasilitas pemerintahan secara langsung.

Nama “bale kota” merujuk pada budaya Betawi, yang mengenal bale sebagai ruang untuk menerima tamu. Semangat itu diterapkan pada Balai Kota agar kawasan tersebut tidak dipandang semata-mata sebagai lingkungan kerja birokrasi, tetapi sebagai tempat yang dapat dikunjungi dan dimanfaatkan masyarakat.

Kompleks Balai Kota juga memiliki nilai historis dalam perjalanan Jakarta. Rano menyebut bangunan tersebut dibangun sekitar 1890. Melalui tur, pengunjung akan diperkenalkan pada sejarah gedung serta ruang-ruang penting yang berada di dalam kompleks.

“Ini pemandangan Balai Kota. Balai Kota ini dibangun tahun kira-kira 1890. Tapi nanti ada tour guide yang akan menyampaikan. Kalau Bapak yang nyampein, entar kasihan yang tour guide-nya,” ujarnya.

Program ini masih berada dalam tahap awal dan akan terus disempurnakan. Rano berharap Namu Balai Kota dapat berkembang menjadi salah satu kegiatan yang menarik bagi warga menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.

“Tentu kegiatan ini baru kita mulai, pasti tidak akan sempurna. Tapi setiap kali kita akan terus menyempurnakan. Apalagi, Bapak-Ibu sekalian, insyaallah tahun depan kita akan berusia 500 tahun,” kata Rano.

Tur Gedung, Reporter Cilik, dan Ruang Komunitas

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Marulina Dewi menyampaikan bahwa Namu Balai Kota dirancang untuk menghadirkan ruang pemerintahan sebagai ruang publik, termasuk untuk kegiatan warga pada akhir pekan.

“Namu Balai Kota ini membuka pintu-pintu ruang Balai Kota sebagai ruang publik bagi warga untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahannya, dan dipakai untuk kebutuhan masyarakat Kota Jakarta,” kata Marulina.

Sebelum peluncuran, program ini telah diuji coba pada 3 Oktober 2026. Sekitar 300 pengunjung mengikuti kegiatan tersebut setelah mendaftarkan diri melalui aplikasi JAKI dan situs Jakarta.go.id. Sistem pendaftaran diterapkan untuk mendata jumlah peserta serta menjaga kondisi bangunan yang mempunyai nilai sejarah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pelaksanaan Namu Balai Kota setiap dua minggu sekali sepanjang 2026. Kegiatan ini melibatkan Himpunan Pramuwisata Indonesia, komunitas Abang None, Jakarta City Branding, serta organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Rute tur mencakup Pendopo dan sejumlah bagian lain dalam kompleks Balai Kota, termasuk Blok G. Kehadiran pemandu memungkinkan pengunjung memperoleh penjelasan mengenai fungsi ruang serta sejarah kawasan yang menjadi pusat administrasi pemerintahan Jakarta tersebut.

Anak-anak pun mendapat ruang tersendiri melalui kegiatan Kids on Air di Studio Berita Jakarta. Dalam aktivitas ini, peserta dapat mencoba peran sebagai reporter cilik sekaligus mengenal tahapan produksi berita. Pengalaman tersebut membuka kesempatan belajar yang lebih praktis bagi anak-anak di lingkungan Balai Kota.

Ruang Pola di lantai dua turut disediakan bagi komunitas film untuk mengadakan pemutaran karya dan memperkenalkannya kepada masyarakat. Selain itu, terdapat peluang penggunaan ruang untuk kegiatan komunitas, pertunjukan musik, permainan tradisional, serta aktivitas seni dan budaya.

“Jikalau mereka punya kesulitan untuk mengakses ruang-ruang publik, maka Balai Kota sekarang terbuka untuk digunakan oleh komunitas,” ujarnya.

Layanan Publik Tersedia dalam Satu Lokasi

Namu Balai Kota tidak hanya berfokus pada kunjungan dan kegiatan kreatif. Program ini juga menghadirkan berbagai layanan yang dapat diakses warga dalam satu kawasan. Layanan tersebut meliputi pengurusan paspor, SIM Keliling, Samsat Keliling, perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, administrasi kependudukan, serta perizinan berusaha.

Warga juga dapat mengikuti edukasi pemilahan sampah, pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan, dan pembukaan rekening Bank Jakarta. Kehadiran layanan yang beragam membuat kunjungan ke Balai Kota dapat menggabungkan kebutuhan administratif, kegiatan edukatif, dan pengalaman budaya.

Dengan format tersebut, Namu Balai Kota menghadirkan cara baru bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan pusat pemerintahan. Warga dapat datang tidak hanya untuk mengurus dokumen atau menghadiri kegiatan resmi, tetapi juga untuk memahami sejarah gedung, menyaksikan aktivitas komunitas, dan memakai fasilitas publik yang tersedia.

Program ini sekaligus menempatkan Balai Kota sebagai ruang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari warga Jakarta. Pembukaan akses secara bertahap diharapkan memberi manfaat bagi pengunjung, komunitas, anak-anak, serta masyarakat yang membutuhkan layanan publik di satu lokasi.

Frequently Asked Questions

What is Rano Karno Resmikan Namu Balai Kota?

Rano Karno Resmikan Namu Balai Kota is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rano Karno Resmikan Namu Balai Kota matter?

Rano Karno Resmikan Namu Balai Kota matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment