Berita Peristiwa

Presenter TVRI Terseret Arus Papua Barat Dikabarkan Meninggal Dunia

Foto : Mary Thomas - kabarberita911.com

Kabar Duka: Presenter TVRI Terseret Arus Papua Barat Dinyatakan Meninggal Dunia

Kabarberita911.com – Kabar duka datang dari Televisi Republik Indonesia (TVRI) setelah Yanto Idorway, seorang presenter yang bertugas di Papua Barat, dinyatakan meninggal dunia. Pria tersebut sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai di wilayah Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak. Kejadian ini menjadi perhatian publik karena presenter TVRI terseret arus Papua Barat ini hilang selama tujuh hari sebelum akhirnya dinyatakan tidak ditemukan.

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun Instagram pada Senin (27/7), pihak TVRI Nasional menyampaikan rasa berduka yang mendalam atas kepergian rekan mereka. “Segenap pimpinan dan keluarga besar TVRI menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya rekan kami, Yanto Idorway, Presenter TVRI Papua Barat,” tulis keterangan resmi tersebut. Pengumuman ini memberikan kepastian bagi keluarga dan masyarakat yang telah mengikuti proses pencarian selama seminggu penuh.

Proses Pencarian Intensif Selama Tujuh Hari

Kehilangan Yanto Idorway pertama kali diketahui pada Sabtu (17/7) lalu. Sejak saat itu, berbagai pihak mengerahkan tenaga dan sarana untuk mencari keberadaan korban. Operasi pencarian gabungan akhirnya ditutup pada hari ketujuh, Jumat (24/7), setelah tidak ditemukan tanda-tanda korban di seluruh area yang telah disisir. Proses pencarian yang intensif ini melibatkan banyak elemen masyarakat dan instansi pemerintah.

“Sesuai standar operasional prosedur, telah dilaksanakan selama tujuh hari namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Yefri Sabaruddin, Kepala Kantor Basarnas Manokwari, di Manokwari, Jumat (24/7).

Menurut Yefri, operasi SAR pada hari terakhir dimulai sekitar pukul 07.30 WIT. Fokus pencarian mencakup celah-celah batu, penyisiran aliran sungai sepanjang kurang lebih 1,6 kilometer, serta pemantauan udara menggunakan drone thermal dengan radius 1 hingga 2 kilometer. Seluruh area yang menjadi fokus pencarian telah diperiksa hingga pukul 17.50 WIT, namun korban belum berhasil ditemukan.

Informasi penutupan operasi kemudian disebarluaskan kepada masyarakat di kampung-kampung sekitar aliran sungai melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Langkah ini memastikan bahwa seluruh warga setempat mendapatkan informasi yang akurat mengenai hasil pencarian.

Kendala dan Sarana Pendukung Operasi SAR

Operasi SAR kali ini melibatkan berbagai elemen, termasuk personel Kantor SAR Manokwari, Tim K9 Polda Papua Barat, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegunungan Arfak, keluarga korban, personel TVRI, serta masyarakat setempat. Keterlibatan banyak pihak menunjukkan betapa pentingnya upaya pencarian presenter TVRI terseret arus Papua ini.

Sejumlah sarana pendukung juga digunakan selama pencarian, antara lain rescue car, kendaraan operasional TNI-Polri, ambulans, drone thermal, sepeda motor trail, peralatan komunikasi, peralatan SAR air, peralatan mountaineering, dan peralatan evakuasi. Keragaman sarana ini membantu tim SAR menjangkau berbagai medan yang sulit di wilayah pegunungan.

Selama tujuh hari pencarian, tim SAR menghadapi berbagai kendala. Cuaca yang cepat berubah, kabut tebal di jalur menuju lokasi, suhu dingin, arus sungai yang deras, serta bebatuan sungai yang besar dan licin menjadi tantangan tersendiri. Kondisi alam yang tidak menentu ini memperumit upaya pencarian korban.

Yanto Idorway dilaporkan hanyut terseret arus setelah tergelincir saat menyeberangi aliran sungai menuju kawasan Air Terjun Memti di Kampung Sisrang. Dua kerabat korban sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil. Tragisnya, presenter TVRI terseret arus Papua Barat ini menjadi korban alam yang tidak terduga di tanah Papua.

Kabar meninggalnya Yanto Idorway ini menjadi duka bagi seluruh keluarga besar TVRI dan masyarakat Papua Barat. Proses pencarian yang panjang dan intensif selama tujuh hari akhirnya memberikan kepastian, meskipun dalam bentuk yang menyedihkan. Semoga arwah Yanto Idorway diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Leave a Comment