Berita Peristiwa

Latest Program: 2 WNA Hilang di Gunung Dukono Terlacak Berjarak 30 M dari Bibir Kawah

Latest Program: Dua WNA Hilang di Gunung Dukono Ditemukan Berjarak 30 Meter dari Bibir Kawah

Upaya Tim SAR Terus Berlanjut untuk Evakuasi Korban

Latest Program – Tim penyelamat gabungan masih terus bergerak mencari tiga pendaki yang dilaporkan hilang setelah letusan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada 9 Mei 2026. Dua dari korban yang masih dalam pencarian—yang merupakan warga negara asing (WNA)—terpantau berada di area sekitar 30 meter dari bibir kawah utama, menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Henjte M.L. Hetharia.

“Temuan dua WNA di dekat tepi kawah menjadi titik awal untuk merancang strategi evakuasi yang lebih spesifik, meski risiko aktivitas vulkanik tetap tinggi,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (9/5). Tim SAR juga memberikan peringatan agar masyarakat sekitar tetap waspada terhadap potensi kembali meletus.

Aktivitas Vulkanik Masih Berlangsung Intensif

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono mengonfirmasi bahwa Gunung Dukono tetap dalam status Level II (Waspada) sejak 13 Juni 2008. Pada 9 Mei 2026, berdasarkan laporan PVMBG, beberapa kali erupsi terjadi sejak dini hari hingga pukul 11.00 WIT, dengan gempa letusan dan amplitudo besar sebagai indikator intensitas aktivitas.

Radius bahaya 4 kilometer dari kawah aktif telah diterapkan sejak 11 Desember 2024. Meski begitu, pendaki WNI belum ditemukan, sehingga operasi pencarian tetap diperlukan. Hetharia mengimbau warga sekitar untuk menghindari area berisiko dan memperhatikan peringatan dari Badan Geologi.

Peringatan BNPB untuk Wisatawan dan Masyarakat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa keberadaan tiga korban hilang masih menjadi prioritas. Dua dari mereka adalah WNA, sedangkan satu korban lainnya merupakan warga negara Indonesia. BNPB juga menegaskan bahwa jalur pendakian telah ditutup sejak 17 April 2026, sebagai upaya mencegah risiko keselamatan.

“Latest Program ini mengingatkan bahwa setiap letusan gunung api memiliki potensi bahaya yang berbeda. Wisatawan dan masyarakat harus mematuhi aturan yang diberlakukan oleh Badan Geologi,” tambah BNPB dalam pernyataan terpisah. Pihaknya juga menekankan pentingnya koordinasi antara BPBD, PVMBG, dan tim SAR untuk memastikan proses evakuasi berjalan efisien.

Kondisi Cuaca dan Keterlibatan Warga Lokal

Letusan Gunung Dukono terjadi dalam kondisi cuaca yang relatif stabil, tetapi kabut tipis dan hujan ringan masih memengaruhi visibilitas. Hetharia menyatakan bahwa tim SAR telah mengambil langkah-langkah ekstra untuk memastikan pergerakan di area rawan dapat terpantau secara real-time. Beberapa warga setempat juga turut membantu dalam pencarian, dengan mengerahkan kendaraan dan peralatan sederhana.

Dalam waktu 24 jam setelah erupsi, 12 personel SAR yang dikerahkan berhasil menemukan dua WNA. Namun, satu korban WNI masih dalam pencarian intensif. Dalam konteks Latest Program, BPBD mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam upaya menemukan korban dan mengurangi dampak letusan.

Deteksi Awal dan Strategi Evakuasi

Dua WNA yang ditemukan terpantau dalam kondisi baik, dengan sensor GPS menunjukkan lokasi mereka tepat di dekat bibir kawah. Kondisi tersebut memberikan harapan bahwa pendaki WNI juga bisa ditemukan dalam waktu dekat. Hetharia menjelaskan bahwa penempatan tim SAR akan disesuaikan berdasarkan data geofisika dan keterbatasan akses.

PVMBG memberikan rekomendasi tambahan untuk memperkuat keselamatan pendaki. Selain radius bahaya, kawasan sekitar 1 kilometer dari titik letusan dianggap masih rentan risiko. Dengan memanfaatkan teknologi pemantauan, tim SAR terus meningkatkan akurasi dalam memperkirakan posisi korban. Ini menjadi bagian dari Latest Program yang mengintegrasikan teknologi modern ke dalam operasi penyelamatan.

Respon Media dan Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Kabarnya mengenai dua WNA yang ditemukan telah menyebarkan harapan di tengah kekhawatiran akan korban ketiga. Informasi ini dihimpun oleh CNN Indonesia dan media lokal, sehingga menjadi bagian dari Latest Program yang memantau situasi terkini. Pemerintah daerah juga mengambil langkah preventif untuk memastikan warga tidak terjebak dalam kondisi bahaya.

Hetharia menambahkan bahwa keberhasilan pencarian dua WNA memperlihatkan kemajuan dalam efisiensi operasi SAR. Namun, keberadaan korban ketiga masih menjadi prioritas utama. Dengan Latest Program yang terus berjalan, BPBD berharap semua pendaki bisa ditemukan dalam waktu singkat. Upaya ini juga diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko alam di Gunung Dukono.

Leave a Comment