Berita Peristiwa

Update Gempa NTT: Korban Tewas di Manggarai Capai 25 Orang

rumah-mantan-menkominfo-johny-g-plate-nyaris-rata-dengan-tanah-1786775777990_169
Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Perkembangan Terbaru Bencana Gempa di Flores: Total 25 Jiwa Gugur
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Perkembangan Terbaru Bencana Gempa di Flores: Total 25 Jiwa Gugur

Kabarberita911.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan informasi terkini mengenai dampak gempa yang melanda kawasan Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Angka ini mencakup tiga korban di Kabupaten Sikka, enam di Manggarai, serta lima jiwa di Manggarai Timur. Selain itu, dua orang dilaporkan mengalami luka berat dan sebelas lainnya luka ringan. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang. Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Guncangan dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berpusat di Kabupaten Nagekeo dan merambat hingga ke Manggarai serta Manggarai Timur. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan bahwa setiap perkembangan informasi akan disampaikan berdasarkan hasil pendataan resmi yang dilakukan di lapangan oleh BPBD dan pihak terkait.

Korban Tewas di Manggarai dan Manggarai Timur

Sampai pukul 14.00 WITA, hasil kolaborasi data dari kepolisian, Pemerintah Kabupaten Manggarai, dan Palang Merah Indonesia (PMI) menunjukkan total 25 korban jiwa. Rincian angka ini terdiri dari delapan korban di wilayah Reok berdasarkan catatan kepolisian setempat, enam orang tewas di berbagai lokasi sesuai data Pemkab Manggarai, serta 11 korban di wilayah berbeda menurut PMI.

Pihak Polsek Reok di bawah pimpinan Ipda Joko Sugiarto merilis daftar sementara delapan warga yang tertimpa bangunan roboh di Kecamatan Reok dan Reok Barat. Di Kecamatan Reok sendiri, lima korban telah teridentifikasi, antara lain Resny (21), karyawati Pepen Cell dari Gumbang; Faisal (42), warga Lingkungan Bari; Habibi (7), pelajar; Ruslin Ahmad (61), petani; dan Hamide (70), seorang lansia. Sementara itu, di Reok Barat, tiga korban tewas berasal dari Dusun Langkas, Desa Paralando, yaitu Mustamin (65) dan Rinto Harahap (45) sebagai nelayan, serta Bunga Sari (40), seorang ibu rumah tangga.

Menurut Sugiarto, dua korban lainnya belum berhasil dievakuasi karena masih tertimbun reruntuhan rumah milik Hubertus Titi dan rumah mantan Menteri Kominfo Johny G Plate. Kediaman mantan pejabat tersebut dilaporkan hampir rata dengan tanah akibat guncangan kuat. Kerusakan juga terjadi pada bangunan RS Pratama Reok dan Puskesmas di Reok yang mengalami retak parah. Untuk mengantisipasi gempa susulan, pelayanan medis sementara dipindahkan ke Lapangan Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.

Selain daftar dari Polsek Reok, Pemerintah Kabupaten Manggarai juga mengidentifikasi enam korban tewas lainnya. Mereka adalah Stefanus Jedaut (Karot), Fabian Evita Jas (Bea Mese), Resny (Riung Gumbang), pasangan suami istri Manus dan Yul (Wae Mulu), serta satu korban dari Golo Lanak yang identitasnya belum diketahui.

Di Manggarai Timur, Posko PMI mencatat 11 orang tewas dan dua lainnya mengalami patah kaki. Distribusi korban meliputi Lambaleda Utara dengan dua anak dan satu perempuan dewasa tewas di Dampek ditambah satu patah kaki; Kotakomba (Kisol) dengan satu lansia tewas; Elar (Golo Linjun) dengan satu anak tewas; Lambaleda Selatan dengan satu orang tewas di Bangka Kuleng, satu anak di lokasi sama, dan satu anak di Rejo; Sambirampas (Pota) dengan dua anak perempuan tewas dan ibu mereka patah kaki; serta Lambaleda (Wodong) dengan satu laki-laki dewasa tewas.

Di luar korban jiwa, sekitar 2.000 warga terpaksa mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri. Langkah ini diambil menyusul guncangan kuat dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama terjadi.

Frequently Asked Questions

What is Gempa NTT?

Gempa NTT is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gempa NTT matter?

Gempa NTT matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment