Berita Peristiwa

466 Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Hati di Bantul Layak Konsumsi

466 Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Hati di Bantul Layak Konsumsi

466 Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Hati – Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi sorotan setelah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengungkapkan bahwa sebanyak 466 hewan kurban terinfeksi cacing hati (Fasciola) tetap bisa dikonsumsi. Hal ini dijelaskan oleh Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyodi, dalam konferensi pers pada Rabu (28/5), menurut laporan Antara. Joko menyatakan bahwa meskipun beberapa hewan terjangkit cacing hati, bagian tubuh yang terkontaminasi dapat dihilangkan tanpa mengurangi nilai gizi daging.

Fenomena Umum dan Kebiasaan Konsumsi

Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyodi, menegaskan bahwa infeksi cacing hati pada hewan kurban bukanlah hal yang baru. Fenomena ini sering terjadi setiap tahun selama Hari Raya Iduladha, terutama di daerah dengan ketersediaan rumput pakan yang terkontaminasi siput. Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik karena infeksi ini bisa diatasi dengan cara memotong bagian yang terkena. “Hewan yang terkena cacing hati bisa tetap dikonsumsi, tetapi bagian yang terinfeksi harus dipotong dan dibuang,” tambah Joko.

Menurut data yang dihimpun, cacing hati bergerak melalui rantai makanan, dimulai dari siput yang hidup di lingkungan pertanian. Siput ini melepaskan telur yang menetas menjadi cacing muda, lalu menginfeksi ternak saat mereka mengunyah rumput yang tercemar. Proses ini memakan waktu beberapa bulan, sehingga banyak hewan yang terinfeksi belum terlihat gejalanya saat disembelih. “Penyebab utamanya adalah rumput pakan yang terinfeksi, mulai dari siput hingga ternak,” jelas Joko.

Langkah Pemangkasan dan Pedoman Konsumsi

Untuk memastikan keamanan daging, Joko mengimbau peternak dan penyembelih untuk memeriksa kesehatan hewan secara berkala. “Sudah ada sosialisasi ke masyarakat tentang cara mengatasi infeksi cacing saat penyembelihan,” ujarnya. Menurut DKPP, pedagang daging yang memperoleh hewan dari peternak diwajibkan mengidentifikasi area infeksi dan memastikan daging yang dijual tidak mengandung bagian yang terkontaminasi. Selain itu, petugas penyembelihan juga dilatih untuk membedakan area yang terkena cacing hati dan mengambil langkah pencegahan.

Dalam praktiknya, hewan yang terinfeksi cacing hati dianggap layak untuk dikonsumsi karena infeksi tersebut tidak menular ke manusia melalui daging yang dikonsumsi. Cacing hati biasanya hanya menginfeksi saluran pencernaan hewan, dan jika bagian yang terkontaminasi dihilangkan, risiko bagi manusia sangat kecil. Joko menekankan bahwa proses ini sudah rutin dilakukan di Bantul, dan tidak ada pengurangan kualitas daging yang signifikan.

Analisis Data dan Penyebaran Infeksi

Berdasarkan quick count yang dilakukan pada hari pertama Iduladha, sebanyak 26.245 hewan kurban telah disembelih di Bantul. Joko menyebutkan bahwa jumlah ini masih dalam tahap estimasi, dan kemungkinan besar akan meningkat pada hari-hari berikutnya. Dari total tersebut, 466 hewan ditemukan terinfeksi cacing hati, yang menunjukkan angka sekitar 1,77 persen dari total jumlah hewan yang disembelih.

Kasus infeksi terbesar ditemukan pada sapi, yaitu 330 kasus dari total 6.108 sapi yang disembelih. Kambing dan domba masing-masing menunjukkan 30 dan 106 kasus. Joko mengatakan bahwa angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, karena ada peningkatan pemberian obat cacing sebelum proses penyembelihan. “Dengan penggunaan obat cacing dua hingga tiga bulan sebelum Iduladha, infeksi bisa diminimalkan,” ungkapnya. Namun, masih ada sebagian hewan yang terinfeksi karena penggunaan obat tidak merata di kalangan peternak.

Penyembelihan hewan kurban terjadi di 2.069 titik di seluruh wilayah Bantul. Setiap titik penyembelihan diawasi oleh petugas DKPP untuk memastikan prosedur pemeriksaan dan pemangkasan dilakukan secara tepat. Meski jumlah hewan terinfeksi tidak terlalu besar, DKPP tetap memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara membedakan daging yang aman dan berpotensi terkontaminasi. “Masyarakat dianjurkan untuk memastikan hewan yang dipilih memiliki keadaan sehat dan tidak menunjukkan gejala infeksi sebelum disembelih,” kata Joko.

Menurut Joko, cacing hati yang menyerang hewan kurban biasanya tidak mengganggu kesehatan hewan secara sign

Leave a Comment