Usai Olimpiade Paris, Rizki Juniansyah Kini Incar Emas Asian Games
Main Agenda – Atlet angkat berat Indonesia, Rizki Juniansyah, kini fokus pada medali emas Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Ia ingin mengulangi prestasi gemilang yang diraih di Olimpiade Paris 2024, di mana ia memenangkan emas dalam kelas 73 kilogram setelah mengatasi dua lawan, Weeraphon Wichhuma dan Dimitrov Bozhidar Andreev. Namun, di ajang besar berikutnya, Rizki akan berlaga di kelas yang berbeda, yaitu 75 kilogram.
“Ganti nomor. Karena memang yang sebelumnya di kelas 73 kilogram, nanti Asian Games akan di kelas 75 kilogram,” ujar Rizki di sela Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 2026 di Jakarta, Sabtu (9/5).
Ini adalah Asian Games pertama bagi Rizki, yang sebelumnya absen pada edisi 2023 karena harus menjalani operasi usus buntu. Ia juga menargetkan keberhasilan serupa di Asian Games, setelah sebelumnya meraih medali emas di SEA Games 2025 Thailand, di mana ia bertanding di kelas 79 kilogram.
“Asian Games 2023 saya tidak mengikuti karena operasi usus buntu. Dan saya juga akan turun di kelas baru,” katanya.
Sebelum melangkah ke Nagoya, Rizki harus melewati Seleksi Nasional (Seleknas) yang dijadwalkan pada 17 Juni mendatang. Selama ini, ia telah menunjukkan konsistensi yang baik, baik dalam Olimpiade maupun ajang internasional lainnya. “Indonesia membutuhkan banyak atlet untuk berangkat ke Asian Games. Nanti akan diadakan Seleknas, dan kita akan fokus ke Seleknas dulu sebelum Asian Games,” ujarnya.
Menurut Rizki, persaingan di Asian Games 2026 tidak akan mudah. Ia menyebutkan beberapa negara yang menjadi ancaman utama, termasuk Korea Utara, Tiongkok, dan Korea Selatan. “Tentunya pasti berat juga bagi saya, karena di Asian Games nanti, apalagi ada Korea Utara, terus Tiongkok juga akan bermunculan atlet-atlet baru. Terus dari Korea Selatan juga nanti akan menjadi lawan saya di Asian Games,” jelas lifter asal Banten ini.
Persiapan dan Tantangan di Asian Games 2026
Rizki berharap dapat memperkuat performa di Asian Games 2026, setelah berhasil menghadirkan kejutan di Olimpiade Paris 2024. Ia mengakui bahwa perubahan kelas angkat berat menjadi tantangan baru, tetapi percaya diri untuk menghadapinya. “Insyaallah yang terbaik saja. Kalau bisa mengulanginya, saya masih berusaha seperti Olimpiade dan SEA Games kemarin,” ujarnya soal target pribadi di Asian Games.
Menghadapi Asian Games 2026, Rizki juga perlu memperhatikan strategi latihan dan mentalitas. Dalam wawancara terpisah, ia menyatakan bahwa konsistensi dan fokus adalah kunci untuk meraih keberhasilan. “Saya sudah mempersiapkan diri sejak lama. Dengan adanya waktu yang cukup, saya yakin bisa menghadapi tantangan di Nagoya,” imbuhnya.
Dalam Seleknas yang akan diadakan pada 17 Juni, Rizki diperkirakan akan bersaing dengan atlet nasional lainnya, termasuk Rahmat Erwin Abdullah. Menurutnya, siapa yang kalah dalam seleksi tersebut akan dipaksa naik ke kelas yang lebih berat, sehingga persaingan internal juga menjadi faktor penting. “Seleknas akan menjadi babak awal untuk menentukan siapa yang akan mewakili Indonesia di Asian Games. Saya siap berjuang untuk memastikan diri berada di puncak,” tuturnya.
Penampilan Rizki di Olimpiade Paris 2024 menunjukkan potensi besar sebagai salah satu atlet angkat berat terbaik Indonesia. Di ajang tersebut, ia memperlihatkan kekuatan fisik dan mental yang luar biasa, mengungguli lawan-lawan dari negara lain. Prestasi ini semakin memantapkan ambisinya untuk meraih medali emas di Asian Games, yang dianggapnya sebagai kesempatan untuk membuktikan diri kembali.
Dalam wawancara dengan media, Rizki juga menyinggung pentingnya dukungan dari tim pelatih dan keluarga. “Tanpa mereka, saya tidak mungkin sampai hari ini. Mereka selalu memberikan motivasi dan bimbingan yang sangat berharga,” ujarnya. Ia berharap masyarakat Indonesia tetap mendukungnya, terutama dalam menghadapi ajang bergengsi ini.
Asian Games 2026 menjadi momen penting bagi Rizki Juniansyah. Sebagai satu dari sedikit atlet angkat berat yang memiliki pengalaman Olimpiade, ia dianggap sebagai pilihan utama untuk menorehkan sejarah baru bagi Indonesia. Dengan target medali emas, Rizki siap menghadapi tantangan di Nagoya, Jepang, yang akan menjadi ajang penuh ujian.
Menurut pelatihnya, Rizki memiliki kemampuan teknik yang matang dan kekuatan fisik yang mumpuni. “Dia sangat berbakat, dan dengan latihan yang terencana, saya yakin bisa menunjukkan performa terbaiknya,” kata pelatih yang tidak disebutkan namanya. Dengan persiapan matang dan mental yang kuat, Rizki berharap bisa mempersembahkan hasil yang membanggakan bagi bangsa.
Sementara itu, penonton dan pecinta olahraga di Indonesia telah menantikan kehadirannya di Asian Games. Mereka berharap Rizki bisa memberikan permainan yang menginspirasi, terutama setelah sukses di Olimpiade Paris. “Kami yakin Rizki mampu memberikan yang terbaik di Nagoya,” kata salah satu penggemar olahraga yang tak ingin disebutkan nama lengkapnya.
Sebagai penutup, Rizki menegaskan tekadnya untuk meraih keberhasilan di Asian Games 2026. Ia ingin menjadi bagian dari sejarah olahraga Indonesia di tingkat Asia. “Saya tidak akan menyerah, meski ada banyak lawan yang kuat. Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tutupnya. Dengan semangat dan persiapan matang, Rizki Juniansyah siap menyambut tantangan di Nagoya, Jepang, yang akan menjadi puncak perjuangan olahraga angkat berat Indonesia di era baru.