Berita Musik

New Policy: Adele Kembali ke Studio Rekaman, Garap Musik Baru

Adele Kembali ke Studio Rekaman, Garap Musik Baru

New Policy – Dalam konteks New Policy, Adele kembali ke studio musik di London setelah mengambil jeda dua tahun lalu, menunjukkan komitmen untuk memulai fase kreatif baru. Setelah menyelesaikan konser residensinya, Weekends With Adele, di Las Vegas pada November 2024, penyanyi berusia 38 tahun ini terlihat kembali ke Church Studios, lokasi yang pernah menjadi tempat perekaman album 25 (2015). New Policy ini tampaknya menjadi strategi untuk menggali akar budaya yang kental dengan kehidupan di London, meski Adele tinggal di Los Angeles selama sepuluh tahun terakhir.

“Adele menghabiskan dua minggu terakhir di London untuk menulis dan merekam lagu-lagunya,” kata sumber The Sun seperti dilaporkan Senin (22/6). “Ia bolak-balik mengikuti sesi rekaman minggu lalu dan akan kembali ke sana minggu ini, meskipun enggan berbicara terlalu banyak saat ini,” tambah sumber tersebut. New Policy ini membuktikan bahwa Adele tidak menghilangkan keinginan untuk berkarya, bahkan setelah mengambil waktu istirahat.

Dalam New Policy yang diterapkannya, Adele memilih Church Studios karena merasa lebih aman dan nyaman. “Meski tinggal di LA, akar London-nya sangat penting bagi Adele,” jelas sumber. “Orang-orang terdekatnya mendorongnya kembali ke sana agar musik barunya lebih terinspirasi dari tempat ia dibesarkan,” kata sumber. Hal ini mengisyaratkan bahwa New Policy tidak hanya terkait dengan produksi musik, tetapi juga dengan pemulihan identitas kreatifnya sebagai artis yang lebih dekat dengan akar sejarah dan budaya.

Collaborative Efforts dalam New Policy

Menurut laporan terbaru, New Policy Adele tidak hanya mencakup kembali ke London, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan artis ternama. Justin Vernon dari Bon Iver terlihat hadir di Church Studios pekan lalu, meskipun belum diketahui apakah ia terlibat langsung dalam proyek musik Adele atau hanya berkunjung. Sementara itu, Gracie Abrams juga sedang syuting video musik di lokasi yang sama, menunjukkan pergeseran kreativitas dalam industri musik saat ini. New Policy ini mencerminkan keinginan Adele untuk merangkul berbagai gaya dan pendekatan baru dalam produksi karya musik.

Hiatus dan Pemulihan Karier

Sebelumnya, Adele menyatakan rencana hiatus setelah mengakhiri konser residensinya di Las Vegas pada 2024. “Saya cukup kelelahan dan sama sekali tak punya rencana untuk membuat musik baru,” kata Adele kepada media Jerman pada Juli 2024. “Saya ingin istirahat total setelah semua ini, dan sepertinya ingin mencoba kreativitas lain untuk sementara waktu,” sambungnya. Namun, New Policy yang ia terapkan kini menunjukkan bahwa Adele tidak hanya mengambil jeda, tetapi juga mengembalikan fokus pada musik sebagai prioritas utama.

Kembali ke New Policy dalam kreativitasnya, Adele kini mempersiapkan album kelima setelah merilis 30 (2021), yang terjual 4,7 juta kopi. Ini akan menjadi karya keempatnya sejak debut pada 2006, menunjukkan keberlanjutan produktivitasnya dalam industri musik yang kompetitif. New Policy ini juga mencerminkan keinginannya untuk memperkuat koneksi dengan fans dan mengeksplorasi genre musik yang lebih beragam, sebagaimana album 21 (2011) yang sukses global dan 25 (2015) yang kembali menegaskan dominasinya di industri ini.

Melalui New Policy, Adele juga berusaha memperbaiki keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier. Sebelumnya, ia mengambil jeda untuk menjaga kesehatan mental dan fisik setelah serangkaian penampilan intensif. Kehadiran kembali di studio musik, yang didampingi produser Paul Epworth, menunjukkan bahwa ia telah menemukan kembali semangat untuk berkarya. New Policy ini tidak hanya tentang produksi musik, tetapi juga tentang kembali ke akar dan menciptakan karya yang lebih personal.

Analisis dari media musik menunjukkan bahwa New Policy Adele mencerminkan tren besar dalam industri. Banyak artis ternama seperti Adele dan Justin Vernon kini mengambil langkah serupa untuk kembali ke lingkungan kreatif yang lebih familiar. New Policy ini juga menjadi strategi untuk menarik perhatian penikmat musik yang mencari karya dengan keaslian dan kualitas. Dengan menempatkan diri di London, Adele kembali menegaskan kredibilitasnya sebagai ikon musik yang tak pernah kehilangan jati.

Sejarah karier Adele menunjukkan bahwa setiap album yang ia rilis menjadi prestasi yang membanggakan. Dari album debut 19 (2008) yang membawa dia meraih Grammy Awards pertama, hingga 21 (2011) yang menjadi salah satu album terlaris sepanjang masa, dan 25 (2015) yang kembali menegaskan dominasinya. Dengan New Policy yang ia terapkan, Adele berharap dapat menciptakan karya yang menegaskan kembali pengaruhnya di dunia musik. Penyanyi yang dikenal karena vokal dan liriknya ini kini menantikan penampilan baru dalam genre dan tema yang mungkin berbeda.

Leave a Comment