Berita Makro

Solution For: Bank Dunia Jembreng Angka Pekerja Kelas Menengah RI Sisa 7 Persen

Bank Dunia: Pekerja Kelas Menengah Indonesia Turun Menjadi 7 Persen

Solution For – Laporan terbaru Bank Dunia menyebutkan bahwa jumlah pekerja kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan drastis hingga 50 persen dalam tujuh tahun terakhir. Pada 2018, sekitar 14,5 persen populasi berada dalam kategori pekerja menengah, tetapi pada 2025 angka tersebut menyusut menjadi hanya 7 persen. “Solution For memperlihatkan bahwa struktur ekonomi Indonesia sedang mengalami pergeseran signifikan, yang berdampak pada kemampuan masyarakat bergerak ke kelas menengah,” jelas laporan tersebut, yang dikutip pada Jumat (12/6).

Kemajuan Ekonomi Tak Selalu Menghasilkan Pekerjaan Berkualitas

Dalam laporan ekonomi Indonesia Economic Prospects: Managing Risks, Unlocking Productivity yang diterbitkan Juni 2026, Bank Dunia menyoroti bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi menciptakan lapangan kerja baru, kualitas pekerjaan tetap menjadi tantangan utama. Solution For menunjukkan bahwa sebagian besar posisi yang tercipta bersifat sementara atau tidak produktif, terutama di sektor-sektor seperti pertanian dan akomodasi.

“Perekonomian mampu menghasilkan lapangan kerja, tetapi tidak cukup untuk memperkuat kelas menengah. Solution For menekankan bahwa perlu strategi yang lebih terarah untuk meningkatkan produktivitas dan upah riil,” tambah laporan Bank Dunia.

Produktivitas dan Upah Riil: Faktor Utama Penurunan Pekerja Kelas Menengah

Dari Agustus 2024 hingga Agustus 2025, jumlah pekerja di Indonesia meningkat sekitar 1,9 juta orang. Namun, peningkatan ini tidak sebanding dengan penurunan produktivitas yang tercatat. Solution For mencatat bahwa upah riil pekerja dengan keterampilan menengah dan tinggi turun sekitar 1-2 persen per tahun sejak 2018, yang memperparah kondisi penurunan kelas menengah.

Angka pengangguran yang turun menjadi 4,9 persen juga tidak cukup mengimbangi kebutuhan masyarakat akan pekerjaan yang lebih bermakna. Solution For menunjukkan bahwa sekitar 32,7 persen pekerja bekerja dengan jam kerja di bawah ekspektasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sementara pertumbuhan ekonomi terlihat, kualitas tenaga kerja masih menjadi isu yang belum terselesaikan.

Strategi Pemecahan Masalah: Solution For di Sektor Kritis

Solusi untuk masalah ini, menurut Bank Dunia, harus berfokus pada peningkatan keterampilan pekerja dan diversifikasi sektor ekonomi. Solution For menekankan perlunya investasi dalam pendidikan dan pelatihan untuk menghadirkan pekerjaan berupah tinggi di bidang teknologi, manufaktur, dan layanan konsultasi. Selain itu, pemerintah perlu mengambil langkah untuk memastikan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan kelas menengah.

Pekerjaan produktif yang melibatkan keterampilan tinggi dan kreativitas, seperti di sektor jasa keuangan dan digital, bisa menjadi kunci untuk menstabilkan jumlah pekerja kelas menengah. Solution For juga mengingatkan bahwa keberhasilan ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan. Dengan pendekatan yang holistik, Indonesia bisa memperbaiki struktur ekonominya.

Tantangan Global dan Kebijakan Domestik

Perubahan global seperti digitalisasi dan otomatisasi memberi tekanan besar pada pekerja kelas menengah. Solution For menunjukkan bahwa kehilangan pekerjaan di sektor konvensional, seperti pertanian, menyebabkan banyak orang berada di luar kategori menengah. Di sisi lain, kebijakan domestik yang tidak fleksibel, seperti kenaikan pajak dan investasi yang tidak merata, memperparah masalah ini.

Bank Dunia menyarankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan harus menjadi prioritas. Solution For juga memperlihatkan perlunya transformasi struktur ekonomi, agar lebih banyak lapangan kerja bisa diisi oleh pekerja dengan keterampilan menengah. Dengan demikian, kelas menengah bisa tumbuh secara berkelanjutan, bukan hanya bertahan.

Kemungkinan Dampak Jangka Panjang

Penurunan jumlah pekerja kelas menengah menimbulkan risiko bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Solution For menunjukkan bahwa kelas menengah adalah penggerak utama konsumsi dan investasi, sehingga kehilangan anggota dari kelompok ini bisa mengurangi daya beli masyarakat. Jika tidak segera diatasi, ini bisa memicu stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Laporan Bank Dunia mengingatkan bahwa Indonesia perlu mempercepat reformasi struktural untuk menghadapi tantangan ini. Solution For menekankan pentingnya kebijakan yang mengakomodasi kebutuhan pekerjaan berkualitas, serta memastikan distribusi pendapatan yang lebih adil. Dengan kombinasi kebijakan dan inovasi, peluang untuk memulihkan kondisi kelas menengah masih terbuka, tetapi membutuhkan komitmen jangka panjang.

Leave a Comment