Purbaya Kantongi Temuan Kurang Sedap soal Duit MBG, Bakal Lapor BGN
Table of Contents
Purbaya Yudhi Sadewa Siap Laporkan Temuan Masalah MBG ke BGN
Kabarberita911.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengumpulkan berbagai temuan penting mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan-temuan ini menunjukkan adanya beberapa kekurangan dalam pengelolaan dana yang perlu segera ditindaklanjuti. Purbaya berencana untuk menyampaikan laporan resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) setelah pertemuan dengan pimpinan baru lembaga tersebut dapat dilaksanakan.
Laporan tersebut berasal dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang telah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai wilayah. Meskipun rincian lengkap belum diumumkan secara publik, Purbaya memastikan bahwa masalah yang ditemukan sesuai dengan pemberitaan yang telah beredar di berbagai media massa.
“Ada banyak kekurangan. Sama yang di media-media kekurangannya,” tegas Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan Jakarta Pusat pada Rabu (12/8/2026).
Jadwal Pertemuan dengan Pimpinan BGN
Sebagai langkah selanjutnya, Purbaya akan membawa seluruh dokumen laporan ke BGN. Namun, ia mengakui bahwa pertemuan dengan Ketua BGN Sudaryono belum sempat dilakukan. Hal ini disebabkan karena Sudaryono masih dalam masa konsolidasi internal di lembaganya.
“Saya belum ketemu Ketua BGN. Dia masih konsolidasi. Begitu udah selesai konsolidasi, saya datang ke sana,” jelas Purbaya dengan tenang.
Estimasi Pemangkasan Anggaran MBG 2026
Di sisi lain, terdapat indikasi kuat bahwa anggaran MBG tahun ini akan mengalami pengurangan. Anggaran yang semula dialokasikan sebesar Rp268 triliun diperkirakan akan turun menjadi Rp229 triliun. Sekretaris Utama BGN, Lili Khamiliyah, menjelaskan bahwa perhitungan efisiensi ini masih bersifat sementara dan akan disesuaikan setelah proses penyisiran ulang selesai.
“Untuk sementara 2026 ini kan kita juga sudah ada efisiensi anggaran, dari Rp268 triliun itu menjadi Rp229 triliun,” ujar Lili dalam konferensi pers di Kantor BGN Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Lili menambahkan bahwa salah satu sumber efisiensi berasal dari proses refocusing terhadap penerima manfaat program. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan APBN berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. [Baca juga: Perkembangan terbaru program MBG di Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi).
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, memberikan penjelasan tambahan terkait hal ini. Ia menyebutkan bahwa dengan jumlah penerima manfaat saat ini sebanyak 62,7 juta orang, maka anggaran akan menyesuaikan secara proporsional. Meskipun angka final masih menunggu konfirmasi, gambaran awal menunjukkan adanya penurunan signifikan.
“Dengan hasil penyisiran tadi (sekitar) 62,7 juta (penerima manfaat), saya yakin sebenarnya itu nanti akan otomatis mengikuti. Bahwa angkanya sekarang sih sebenarnya sudah ada gambarannya kita akan turun dari itulah. Tapi angka finalnya nanti tunggu sampai benar-benar final,” jelas Agustina.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Temuan MBG
Apa yang akan dilakukan Purbaya setelah mengumpulkan temuan? Purbaya akan menyampaikan laporan resmi kepada Badan Gizi Nasional setelah pertemuan dengan Ketua BGN Sudaryono dapat dilaksanakan.
Berapa estimasi pengurangan anggaran MBG? Anggaran MBG diperkirakan turun dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun, atau sekitar Rp39 triliun.
Berapa jumlah penerima manfaat MBG saat ini? Jumlah penerima manfaat MBG saat ini tercatat sebanyak 62,7 juta orang setelah proses penyisiran ulang.
Kapan laporan resmi akan disampaikan? Laporan akan segera disampaikan setelah Sudaryono menyelesaikan masa konsolidasi internal di BGN.
