Berita Hukum Kriminal

2 Terduga Pelaku Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Diamankan Polisi

ilustrasi-wanita-di-borgol-dan-penjara-3_169
Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Dua Tersangka Tantangan Hafalan Al-Qur’an untuk Minuman Keras Ditahan Polisi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Dua Tersangka Tantangan Hafalan Al-Qur’an untuk Minuman Keras Ditahan Polisi

Kabarberita911.com – Penyelidikan terhadap insiden yang mengguncang publik terkait promosi minuman keras dengan kedok tantangan keagamaan semakin intensif. Kombes Oki Waskito, yang menjabat sebagai Plt Kapolres Metro Jakarta Utara, mengonfirmasi bahwa kedua tersangka telah diamankan. Pria dan wanita dengan inisial E dan R tersebut ditahan di kantor Polres setempat.

“Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara,” kata Kombes Oki Waskito kepada wartawan pada Rabu (12/8).

Proses Penyidikan dan Peningkatan Perkara

Menurut Oki, tim penyidik akan segera menggelar gelar perkara dalam waktu dekat. Langkah ini bertujuan untuk menaikkan status kasus dari tahap penyelidikan awal menjadi penyidikan formal. Proses ini harus selesai dalam batas waktu 24 jam sejak pagi hari.

“Rencananya nanti malam akan digelar, paling lambat besok karena waktu 24 jam dari tadi pagi untuk menentukan peningkatan menjadi proses sidik,” ujarnya.

Insiden Viral di Festival The Sounds Project

Akhir pekan lalu, tepatnya Minggu (9/8), festival musik The Sounds Project yang diselenggarakan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, menjadi sorotan. Sebuah booth minuman keras diduga menawarkan imbalan berupa botol miras kepada pengunjung yang berhasil menghafal Surah Ad-Duha dari Al-Qur’an. Momen tersebut terekam dan menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Video yang viral menunjukkan interaksi antara pengunjung dengan petugas booth. Tantangan hafalan ini dipromosikan sebagai kegiatan menarik, namun menuai kritik karena dianggap merendahkan nilai agama untuk tujuan komersial.

Respons Penyelenggara dan Pihak Terkait

The Sounds Project, selaku organisasi penyelenggara, segera mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka. Mereka menyatakan rasa kecewa dan kemarahan terhadap kejadian yang terjadi di luar kendali mereka.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram The Sounds Project.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas yang terjadi bukan merupakan bagian dari arahan atau persetujuan resmi penyelenggara.

MC dan Manajemen Newport Minta Maaf

Revnaldo Ega, yang dikenal dengan akun media sosial Threads aqueer_, bertindak sebagai MC di booth Newport saat insiden berlangsung. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kelalaiannya dalam mengendalikan situasi.

“Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung,” kata dia.

Menurut Ega, aksi spontan dari audiens menjadi penyebab utama, dan hal tersebut tidak berkaitan langsung dengan pihak Newport. Ia berjanji akan menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk lebih responsif di masa depan.

Sementara itu, Handoko Sasongko, Direktur Newport, juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, maupun arahan yang direncanakan oleh perusahaan. Namun, ia mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan lapangan.

“Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi,” ucap dia.

Kasus ini kini memasuki tahap penyidikan lebih lanjut dengan kedua tersangka yang telah diamankan oleh pihak berwajib.

Frequently Asked Questions

What is 2 Terduga Pelaku Kasus Challenge Hafalan?

2 Terduga Pelaku Kasus Challenge Hafalan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 2 Terduga Pelaku Kasus Challenge Hafalan matter?

2 Terduga Pelaku Kasus Challenge Hafalan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment