Berita Lainnya

Samsung Perkirakan Kelangkaan Chip Berlanjut Hingga 2028

Foto : Sarah Moore - kabarberita911.com

Samsung Perkirakan Kelangkaan Chip Berlanjut Hingga 2028: Tantangan dan Peluang Baru

Kabarberita911.com – Samsung Perkirakan Kelangkaan Chip Berlanjut hingga tahun 2028, menurut proyeksi terbaru dari perusahaan teknologi raksasa Korea Selatan tersebut. Unit semikonduktor Samsung berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan laba operasional sebesar 89,2 triliun won atau setara dengan US$61,7 miliar pada kuartal kedua tahun ini. Pencapaian ini merupakan lonjakan dramatis lebih dari 250 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, perusahaan melaporkan laba operasional mencapai 89,5 triliun won dengan pendapatan yang melonjak 130 persen menjadi 171,5 triliun won.

Laba kuartalan Samsung bahkan telah melampaui total pendapatan perusahaan selama tiga tahun terakhir. Posisi kas bersih perusahaan tercatat sebesar 167 triliun won pada akhir bulan Juni, menunjukkan kekuatan finansial yang solid di tengah ketidakpastian pasar global.

Proyeksi Kelangkaan Chip Hingga 2028

Samsung Electronics memproyeksikan kondisi kelangkaan cip semikonduktor global akan semakin memburuk dan berlangsung hingga tahun 2028. Faktor utama yang mendorong hal ini adalah tingginya permintaan dari pusat data yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau AI. Permintaan yang meningkat pesat ini menciptakan tekanan signifikan pada rantai pasokan global.

Produsen cip memori terbesar di dunia tersebut juga mengumumkan perjanjian pasokan jangka panjang dengan beberapa operator pusat data terkemuka. Samsung telah menyelesaikan penandatanganan perjanjian dengan lima perusahaan pusat data terbesar di dunia dan sedang mendekati kesepakatan dengan lima perusahaan besar lainnya. Namun, identitas para mitra tersebut belum diungkap secara publik.

“Hampir semua pelanggan meminta kontrak pasokan selama beberapa tahun,” ujar Wakil Presiden Eksekutif Bisnis Memori Samsung Jaejune Kim dalam panggilan laporan keuangan, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Kamis (30/7).

Samsung menargetkan kontrak jangka panjang mencakup sekitar dua pertiga dari total produksi memorinya. Menurut Kim, kontrak-kontrak tersebut akan berlangsung minimal lima tahun dan umumnya mencakup pembayaran di muka serta batas harga minimum. Skema ini dirancang untuk mengurangi risiko investasi modal dan paparan terhadap siklus naik-turun industri cip.

Reaksi Pasar dan Analisis Investor

Meskipun prospek permintaan dinilai kuat, investor masih memiliki kekhawatiran mengenai besarnya belanja infrastruktur AI oleh perusahaan teknologi serta meningkatnya persaingan dari China. Saham Samsung sempat naik hingga 8,4 persen, tetapi akhirnya ditutup melemah 0,7 persen. Sementara itu, saham rivalnya, SK Hynix, turun 5,6 persen.

“Narasi cip telah melemah. Investor mempertanyakan berapa lama margin tertinggi mereka dapat dipertahankan,” kata analis Mirae Asset Securities Kim Seok-hwan.

Unit semikonduktor Samsung membukukan margin laba operasional sebesar 70 persen pada kuartal II. Namun, kenaikan harga cip justru memberikan dampak negatif pada bisnis perangkat seluler Samsung. Divisi tersebut mencatat kerugian 700 miliar won dan membukukan kerugian kuartalan pertamanya.

“Cip yang memperkaya satu sisi Samsung kini merugikan sisi lainnya,” kata analis eToro Josh Gilbert.

Menurut Gilbert, kondisi tersebut membuat Samsung semakin bergantung pada harga cip memori dan keberlanjutan permintaan dari perusahaan pusat data berskala besar. Dengan proyeksi kelangkaan chip yang berlanjut hingga 2028, strategi kontrak jangka panjang menjadi kunci untuk memastikan stabilitas pendapatan di masa depan.

Leave a Comment