Berita Keuangan

New Policy: Seabank Bukukan Laba Rp375 M di Kuartal I 2026

Laba Bersih SeaBank Melonjak 288% ke Rp375,6 Miliar pada Kuartal I 2026

New Policy menjadi faktor kunci yang mendorong peningkatan laba bersih SeaBank Indonesia hingga Rp375,6 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, naik drastis sebesar 288% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp96,7 miliar. Capaian ini mencerminkan keberhasilan New Policy dalam mendorong transformasi bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat daya saing SeaBank di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan digital.

“Kami yakin New Policy yang kami terapkan sejak awal tahun 2026 telah menjadi penggerak utama pertumbuhan ini. Pola baru dalam layanan keuangan dan inovasi teknologi telah memperluas akses finansial bagi masyarakat, terutama di kalangan usaha kecil dan menengah serta konsumen ritel,”

jelas Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama SeaBank Indonesia, dalam keterangan resmi pada Kamis (21/5). Selain itu, New Policy juga memastikan kinerja operasional yang lebih optimal melalui otomatisasi proses dan integrasi sistem digital yang lebih canggih.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Mencapai 44,58%

Pada kuartal pertama 2026, DPK SeaBank mengalami peningkatan signifikan sebesar 44,58% menjadi Rp39,1 triliun, dibandingkan Rp27 triliun di kuartal I 2025. Dominasi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang menyumbang 69,10% dari total DPK menunjukkan efektivitas New Policy dalam menarik partisipasi pelanggan yang lebih luas. Strategi ini memberikan kemudahan akses dan fleksibilitas layanan, terutama melalui platform digital yang lebih user-friendly.

Dengan New Policy, SeaBank juga berhasil meningkatkan loyalitas pelanggan melalui berbagai inisiatif seperti penawaran bunga kompetitif dan program loyalitas yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Pertumbuhan DPK menjadi indikator kuat bahwa kebijakan tersebut memperkuat daya tarik institusi perbankan digital ini, baik dari segi volume maupun kualitas pelanggan.

Ekspansi Kredit dan Manajemen Risiko yang Terukur

Penyaluran kredit SeaBank mencapai Rp34,80 triliun di kuartal I 2026, naik 40,83% dibandingkan Rp24,71 triliun tahun sebelumnya. New Policy mempercepat proses pemberian kredit melalui skema direct lending yang lebih terjangkau, terutama untuk segmen individu ritel. Kebijakan ini juga memastikan kualitas kredit dengan mengoptimalkan riset pemasaran dan kerja sama strategis dengan perusahaan pembiayaan (multifinance) serta mitra penyalur dana.

Manajemen risiko SeaBank tetap terjaga, dengan rasio NPL Gross sebesar 1,56% dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) mencapai 21,88% di akhir kuartal I 2026. New Policy memperkuat kinerja ini dengan pendekatan analisis data yang lebih mendalam serta pengawasan ketat terhadap portofolio kredit. Hasilnya, bank digital ini mampu mempertahankan stabilitas keuangan sambil menjaga pertumbuhan yang signifikan.

Selain peningkatan laba bersih dan DPK, New Policy juga memengaruhi tingkat kepuasan pelanggan. Data kepuasan pelanggan SeaBank mencapai 92,3% pada kuartal pertama 2026, naik 8,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Inisiatif seperti peluncuran fitur digital baru dan pengurangan biaya transaksi memberikan dampak langsung pada pengalaman pelanggan, yang menjadi prioritas utama dalam New Policy.

Strategi Pemasaran dan Peningkatan Pelanggan

New Policy yang dijalankan SeaBank Indonesia berfokus pada penguasaan segmen pasar yang belum terjangkau sebelumnya, terutama di daerah-daerah dengan infrastruktur digital yang masih berkembang. Strategi ini mencakup kampanye pemasaran berbasis data, kolaborasi dengan mitra lokal, dan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari New Policy, SeaBank juga memperkenalkan layanan keuangan berbasis AI untuk mempermudah transaksi dan pemenuhan kebutuhan finansial pelanggan. Dengan adopsi teknologi canggih ini, bank digital mampu menjangkau lebih banyak pelanggan di segala lapisan, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dana dan kredit.

Dalam proses implementasi New Policy, SeaBank juga melibatkan pelanggan dalam proses perbaikan layanan. Survei kepuasan pelanggan menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 87% responden menyatakan kepuasan terhadap layanan baru yang diperkenalkan. Pola ini menunjukkan bahwa New Policy tidak hanya meningkatkan performa keuangan, tetapi juga memperkuat hubungan antara bank dan nasabah.

Menurut Sasmaya Tuhuleley, New Policy adalah bagian dari rencana jangka panjang SeaBank Indonesia untuk menjadi bank digital terdepan di Indonesia. “Kebijakan ini dirancang untuk mendorong inklusivitas finansial, efisiensi operasional, serta pertumbuhan berkelanjutan,” katanya. Kinerja kuartal pertama 2026 menjadi bukti bahwa New Policy mulai berbuah hasil yang positif.

Leave a Comment